Sumbardaily.com, Agam - Debit air di Sungai Muaro Pisang, Jorong Pasa Maninjau, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, kembali meningkat tajam pada Kamis (25/12/2025) siang.
Aliran Sungai meluap membawa material kayu dan bebatuan besar, memunculkan kekhawatiran terjadinya banjir bandang susulan di kawasan tersebut.
Kondisi ini dipicu hujan berintensitas tinggi yang mengguyur daerah hulu sejak waktu Zuhur. Pantauan petugas dan warga menunjukkan arus sungai bergerak deras, menghantam tepian dan sesekali menyeret potongan kayu serta batu berukuran besar. Warga yang tinggal tidak jauh dari aliran sungai memilih waspada karena khawatir luapan air mengarah ke permukiman.
Prajurit TNI dari Koramil 05 Tanjung Raya, Pelda Yusrizal, menyebut aliran air sudah mencapai kawasan Koramil.
“Saat ini terjadi galodo di Sungai Muaro Pisang, air sungai itu sampai ke lokasi kami, ke Koramil. Untuk sementara akses jalan dari Maninjau menuju Lubuk Basung terputus total dan saat ini dalam tahap pembersihan jalan,” ujarnya dalam keterangan yang diterima, Kamis malam.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam memastikan peristiwa ini terjadi di wilayah Sungai Muaro Pisang, Jorong Pasa Maninjau.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Kabid KL) BPBD Kabupaten Agam, Abdul Gafur, membenarkan laporan tersebut dan menyebutkan pihaknya terus memantau perkembangan situasi.
"Masyarakat diminta menjauhi bantaran sungai dan meningkatkan kewaspadaan, terutama di titik-titik rawan Banjir Bandang di Maninjau Agam," katanya.
Di tengah situasi itu, petugas kesehatan mencatat tiga warga dari Kecamatan Tanjung Raya mendapatkan penanganan medis. Korban diketahui bernama Yusrizal (75), Olina Putri (61) dan Fauzi (80).
Fenomena sungai meluap ini bukan yang pertama terjadi. Dua hari sebelumnya, tepatnya pada hari Selasa (23/12/2025), banjir bandang muncul di Nagari Maninjau meski cuaca setempat sedang cerah.
Aliran lumpur bercampur bebatuan dan kayu menuruni sungai Jorong Pasa Maninjau. Rekaman warga yang tersebar di media sosial memperlihatkan air hampir meluap karena banyaknya material terbawa arus.
Selain itu, pada 27 November 2025, wilayah Maninjau juga dilanda banjir bandang, menunjukkan bahwa kawasan ini rentan terhadap bencana hidrometeorologi berulang.
Dugaan sementara mengarah pada munculnya titik longsor baru di daerah hulu yang kemudian memicu aliran deras ke bawah.
Petugas gabungan kini menitikberatkan upaya pembersihan jalur, pemantauan lapangan, dan kesiapsiagaan warga. Dengan pola cuaca yang masih berubah-ubah, ancaman banjir bandang di Kabupaten Agam belum sepenuhnya berakhir.
Hingga berita ini dirampungkan, belum ada informasi resmi mengenai kerusakan bangunan. Namun, material kayu dan bebatuan masih terlihat terbawa arus. (adl)
















