Tolak Relokasi ke Maninjau, Puluhan KK Korban Bencana Malalak Minta Tetap di Tanah Kelahiran

Tolak Relokasi ke Maninjau, Puluhan KK Korban Bencana Malalak Minta Tetap di Tanah Kelahiran

Rumah warga di Toboh, Nagari Malalak Timur, Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, rusak diterjang banjir bandang. (Foto: Agam Media Center)

Sumbardaily.com, Agam – Sebanyak 60 kepala keluarga (KK) korban bencana banjir bandang dan longsor di Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam, menyatakan keberatan atas rencana relokasi ke wilayah Maninjau. Mayoritas warga terdampak memilih bertahan di tanah kelahiran mereka dan berharap pemerintah dapat menyediakan lokasi hunian baru yang aman, namun tetap berada di wilayah Malalak.

Penolakan relokasi ini muncul karena kekhawatiran warga akan terputusnya ikatan sosial, budaya, serta mata pencaharian yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan mereka. Relokasi ke luar Kecamatan Malalak dinilai akan menimbulkan dampak sosial baru bagi korban bencana yang tengah berupaya memulihkan kondisi pascabencana.

Hingga saat ini, permintaan pemerintah agar warga terdampak bersedia direlokasi ke Maninjau belum mendapat persetujuan dari para korban. Mereka menyampaikan aspirasi agar solusi yang ditawarkan tetap mempertimbangkan kedekatan geografis dengan wilayah asal, selama lokasi tersebut memenuhi standar keamanan dan terbebas dari potensi bencana serupa.

Menanggapi aspirasi tersebut, Bupati Agam Benni Warlis menyatakan bahwa pemerintah daerah telah mengambil langkah konkret untuk mencari jalan tengah. Pada Sabtu (3/1/2025), Benni menegaskan bahwa seluruh camat di Kabupaten Agam telah ditugaskan untuk mengidentifikasi lokasi alternatif yang layak, aman, dan berada sedekat mungkin dengan Kecamatan Malalak.

“Kami sudah menugaskan seluruh camat untuk mencari lokasi terdekat yang memenuhi syarat, aman, dan jauh dari potensi bencana, baik untuk pembangunan hunian sementara maupun hunian tetap,” ujar Benni Warlis.

Ia menekankan, percepatan pembangunan hunian bagi korban bencana akan segera dilakukan setelah lokasi yang aman ditetapkan. Pemerintah daerah berkomitmen memastikan warga terdampak memperoleh tempat tinggal yang layak sekaligus mendukung proses pemulihan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.

Untuk mendukung realisasi pembangunan tersebut, pendanaan akan bersumber dari berbagai pihak. Selain dukungan dari Buddha Suci dan Danantara, pemerintah daerah juga akan memanfaatkan anggaran dari APBN melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).

Pemerintah Kabupaten Agam berharap seluruh program relokasi dan pembangunan hunian dapat berjalan sesuai rencana dan dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat terdampak. Upaya ini diharapkan mampu menjadi fondasi pemulihan yang berkelanjutan bagi warga Malalak pascabencana. (red)

Baca Juga

Delapan Bulan Hilang, Unand Terus Dampingi Keluarga dan Berharap Ryan Alghifary Segera Kembali
Delapan Bulan Hilang, Unand Terus Dampingi Keluarga dan Berharap Ryan Alghifary Segera Kembali
Braditi Moulevey memberikan keterangan mengenai target Semen Padang FC menjuarai Championship 2026/2027 dan kembali ke Liga 1.
Braditi Moulevey: Target Semen Padang FC Juara Championship dan Kembali ke Liga 1
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Padang, Teddy Antonius, menyampaikan kesiapan tiga agenda unggulan dalam rangka Hari Jadi Kota Padang ke-357 di Kantor Dinas Koperasi dan UKM Kota Padang, Rabu (15/7/2026).
Diskop UKM Siapkan 3 Agenda Unggulan HJK Padang ke-357 Tahun
Rehabilitasi Jembatan Jeruai Padang Capai 66 Persen, BPJN Sumbar Kebut Pengecoran Lantai
Rehabilitasi Jembatan Jeruai Padang Capai 66 Persen, BPJN Sumbar Kebut Pengecoran Lantai
Flyover Sitinjau Lauik Bakal Ubah Wajah Transportasi Sumbar, Ini Manfaat Besarnya bagi Masyarakat
Flyover Sitinjau Lauik Bakal Ubah Wajah Transportasi Sumbar, Ini Manfaat Besarnya bagi Masyarakat
Polisi Ungkap Fakta Ledakan Bom Rakitan di MAN 3 Padang, Pelaku Diduga Korban Bullying
Polisi Ungkap Fakta Ledakan Bom Rakitan di MAN 3 Padang, Pelaku Diduga Korban Bullying