Sumbardaily.com, Agam – Suasana haru berpadu dengan kemeriahan mewarnai malam Pentas Seni Kuliah Kerja Nyata (KKN) 2026 mahasiswa Universitas Andalas (Unand) yang digelar di Nagari Pauh Kamang Mudiak, Kabupaten Agam.
Kegiatan ini menjadi penutup rangkaian pengabdian mahasiswa sekaligus momentum mempererat hubungan emosional antara peserta KKN dan masyarakat setempat.
Acara yang berlangsung pada Kamis malam (5/2/2026) lalu tersebut dipadati warga nagari, perangkat pemerintahan, pemuda, hingga tokoh masyarakat.
Antusiasme terlihat sejak awal kegiatan ketika berbagai pertunjukan seni tradisional Minangkabau ditampilkan secara bergantian, menghadirkan nuansa budaya yang kental sekaligus penuh makna kebersamaan.
Perwakilan mahasiswa KKN Pauh Kamang Mudiak, Enjelita Tamba, menyampaikan bahwa pentas seni digelar sebagai bentuk perpisahan sekaligus ungkapan terima kasih kepada masyarakat yang telah menerima kehadiran mahasiswa selama masa pengabdian.
“Kami melaksanakan pentas seni ini sebagai bentuk perpisahan kami dengan masyarakat, dengan harapan pentas seni ini meninggalkan bekas bagi masyarakat,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (19/2/2026).
Pertunjukan dibuka dengan Tari Galombang, tarian penyambutan yang sarat simbol penghormatan. Gerakan para penari yang dinamis dan kompak menciptakan suasana sakral sekaligus membanggakan, mencerminkan kekayaan budaya lokal yang tetap terjaga di tengah perkembangan zaman.
Suasana kemudian semakin hidup melalui penampilan Tari Bagurau yang menghadirkan nuansa kegembiraan serta interaksi sosial khas masyarakat Minangkabau.
Tepuk tangan meriah penonton mengiringi setiap gerakan, menandakan kedekatan emosional antara pelaku seni dan masyarakat yang menyaksikan.
Tidak hanya tarian, pertunjukan silek tradisional turut memikat perhatian hadirin. Gerakan yang tegas, terstruktur, dan penuh filosofi memperlihatkan nilai kedisiplinan serta kekuatan karakter yang diwariskan secara turun-temurun.
Penampilan ini sekaligus menegaskan pentingnya pelestarian seni bela diri tradisional sebagai bagian dari identitas budaya.
Semarak acara semakin terasa saat tambua mulai ditabuh. Hentakan ritmis alat musik tradisional tersebut menggema di seluruh area kegiatan dan membangkitkan semangat kebersamaan.
Irama yang kuat menciptakan atmosfer hangat yang menyatukan mahasiswa dan masyarakat dalam satu perayaan budaya.
Memasuki penghujung acara, mahasiswa KKN menampilkan persembahan perpisahan yang sarat pesan emosional. Melalui penampilan tersebut, mereka menyampaikan rasa terima kasih atas penerimaan, dukungan, serta kebersamaan yang terjalin selama masa pengabdian.
Momen ini menghadirkan suasana haru ketika mahasiswa dan warga saling memberikan apresiasi serta kenangan.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, panitia juga menyerahkan hadiah kepada pemenang turnamen sepak takraw dan voli yang sebelumnya diselenggarakan untuk meningkatkan partisipasi pemuda sekaligus mempererat solidaritas masyarakat.
Penyerahan hadiah menjadi simbol penghargaan terhadap sportivitas dan semangat kebersamaan yang tumbuh selama kegiatan berlangsung.
Kepala jorong KBSD, Satriya Setiawan, menilai pentas seni tersebut memberikan kesan mendalam bagi masyarakat nagari.
“Acara pentas seni yang dibuat oleh anak-anak mahasiswa kami dari Universitas Andalas ini memang terasa sangat meriah dan tidak terasa mereka sudah selesai melaksanakan pengabdiannya di nagari ini,” katanya.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi hiburan, tetapi juga mencerminkan keberhasilan program KKN dalam membangun hubungan harmonis antara mahasiswa dan masyarakat.
Kontribusi mahasiswa tidak hanya terlihat pada bidang sosial dan edukasi, tetapi juga pada upaya pelestarian budaya lokal yang menjadi jati diri daerah.
Dengan berakhirnya pentas seni, rangkaian kegiatan KKN Universitas Andalas 2026 di Nagari Pauh Kamang Mudiak secara resmi ditutup.
Meski masa pengabdian telah selesai, pengalaman, kenangan, dan ikatan kebersamaan yang terbangun diharapkan terus hidup serta menjadi bagian penting dalam perjalanan mahasiswa maupun masyarakat.
Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa pengabdian mahasiswa melalui KKN tidak hanya menghadirkan program pembangunan sosial, tetapi juga memperkuat nilai budaya, solidaritas, dan kebersamaan di tengah masyarakat.
Harmoni antara pendidikan tinggi dan kehidupan nagari pun menjadi pesan utama yang tertinggal dari malam perpisahan tersebut. (*)
















