Sumbardaily.com – Upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi bencana terus dilakukan di Kabupaten Agam. Kementerian Sosial (Kemensos) RI bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Agam resmi mengukuhkan Kampung Siaga Bencana (KSB) Salareh Aia Raya di Nagari Salareh Aia Utara, Kecamatan Palembayan, Selasa (23/6/2026).
Pengukuhan tersebut tidak hanya menjadi seremoni pembentukan kelembagaan, tetapi juga dibarengi dengan simulasi Standar Operasional Prosedur (SOP) kebencanaan yang melibatkan berbagai unsur masyarakat. Langkah ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemampuan warga dalam merespons kondisi darurat secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.
Kehadiran Kampung Siaga Bencana Salareh Aia Raya menjadi langkah strategis dalam memperkuat perlindungan masyarakat di kawasan yang memiliki potensi risiko bencana. Melalui program tersebut, masyarakat didorong menjadi garda terdepan dalam upaya mitigasi, kesiapsiagaan, hingga penanganan awal ketika terjadi bencana.
Wakil Bupati Agam, Muhammad Iqbal, menyampaikan apresiasi kepada Kemensos RI atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Agam melalui pembentukan Kampung Siaga Bencana tersebut.
Menurutnya, KSB memiliki peran penting sebagai wadah pemberdayaan masyarakat agar mampu meningkatkan kapasitas penanggulangan bencana mulai dari tingkat jorong hingga nagari. Dengan keterlibatan masyarakat secara langsung, upaya pengurangan risiko bencana diharapkan dapat berjalan lebih efektif.
"Kampung Siaga Bencana menjadi sarana penting untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat. Pemkab Agam berkomitmen menjaga keberlanjutan program ini demi keselamatan warga," kata Muhammad Iqbal.
Ia menegaskan bahwa keberadaan KSB tidak hanya bertujuan meningkatkan kesiapan saat terjadi bencana, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya mitigasi dan antisipasi terhadap berbagai ancaman yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Agam, Villa Erdi, menjelaskan bahwa pembentukan Kampung Siaga Bencana merupakan respons terhadap sejumlah kejadian bencana yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir.
Menurutnya, program ini dirancang untuk memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat sehingga mereka memiliki kemampuan untuk mengambil langkah yang tepat ketika menghadapi situasi darurat.
"Tujuan Kampung Siaga Bencana adalah meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap risiko bencana, memperkuat kemampuan relawan dan warga dalam penanggulangan bencana, serta mempererat koordinasi antara masyarakat dan pemerintah," ujarnya.
Villa Erdi menambahkan, penguatan kapasitas masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam mengurangi dampak bencana. Karena itu, keterlibatan berbagai elemen masyarakat dalam program ini menjadi aspek yang sangat diperhatikan.
Kampung Siaga Bencana Salareh Aia Raya mencakup empat nagari yang berada di wilayah Kecamatan Palembayan, yakni Nagari Salareh Aia Utara, Nagari Salareh Aia Barat, Nagari Salareh Aia Timur, dan Nagari Kayu Pasak.
Dalam pelaksanaannya, simulasi kebencanaan melibatkan berbagai unsur yang selama ini memiliki peran penting dalam penanganan bencana di tingkat masyarakat. Mereka terdiri atas relawan Taruna Siaga Bencana (Tagana), tokoh masyarakat, tokoh agama, tenaga pendidik, pelajar, tenaga kesehatan, anggota Pramuka, hingga unsur masyarakat lainnya.
Keterlibatan berbagai pihak tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sistem kesiapsiagaan yang terintegrasi. Dengan demikian, setiap unsur masyarakat memahami peran dan tanggung jawab masing-masing ketika menghadapi kondisi darurat.
Selain pengukuhan Kampung Siaga Bencana, Kabupaten Agam juga menerima dukungan dari pemerintah pusat dalam bentuk bantuan sosial. Sebagai bagian dari penguatan kesiapsiagaan dan perlindungan masyarakat di tingkat nagari, Kemensos RI menyerahkan bantuan sosial senilai Rp157.569.500 kepada Kabupaten Agam.
Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung berbagai upaya peningkatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana serta memperkuat program-program kesiapsiagaan yang telah berjalan.
Dengan dikukuhkannya Kampung Siaga Bencana Salareh Aia Raya, Pemkab Agam berharap masyarakat semakin siap menghadapi berbagai potensi bencana yang mungkin terjadi. Keberadaan KSB juga diharapkan menjadi wadah kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun lingkungan yang lebih tangguh, aman, dan siap menghadapi situasi darurat kapan pun diperlukan. (*)
















