Hasil Panen Sawah Pokok Murah Agam Naik, Tembus 5,7 Ton per Hektare di Musim Kemarau

Hasil Panen Sawah Pokok Murah Agam Naik, Tembus 5,7 Ton per Hektare di Musim Kemarau

Bupati Agam Ir H Benni Warlis MM Dt Tan Batuah menghadiri panen SPM di lahan anggota Kelompok Tani Boneh Sarumpun, Padang Kunyik, Nagari Kamang Mudiak, Kecamatan Kamang Magek, Rabu (23/9/2026). (Foto: Pemkab Agam)

Sumbardaily.com - Panen padi melalui Program Sawah Pokok Murah (SPM) di Kabupaten Agam menunjukkan peningkatan hasil produksi meski berlangsung saat musim kemarau dan ketersediaan air terbatas.

Hal itu terlihat saat Bupati Agam Ir H Benni Warlis MM Dt Tan Batuah menghadiri panen SPM di lahan anggota Kelompok Tani Boneh Sarumpun, Padang Kunyik, Nagari Kamang Mudiak, Kecamatan Kamang Magek, Rabu (23/9/2026).

Panen tersebut menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung perkembangan penerapan Program Sawah Pokok Murah sekaligus hasil yang diperoleh petani setelah mengikuti program tersebut.

Salah seorang petani SPM, Muhammad Ridwan, mengatakan panen kali ini merupakan kali kedua penerapan SPM di lahan miliknya. Menurut dia, hasil produksi pada panen kedua kembali mengalami peningkatan dibandingkan hasil panen sebelumnya.

“Pada panen pertama, hasilnya meningkat dari 2,6 menjadi 3,2 ubinan atau sekitar 5,1 ton per hektare. Sedangkan pada panen SPM kedua ini mencapai 3,6 ubinan atau sekitar 5,7 ton per hektare,” ujar Ridwan.

Kenaikan tersebut menjadi salah satu hasil yang dirasakan petani dari penerapan pola SPM. Terlebih, produksi itu tetap dapat diperoleh ketika kondisi cuaca memasuki musim kemarau dan pasokan air untuk persawahan cukup terbatas.

Ridwan mengatakan kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi petani. Namun, lahan yang menerapkan SPM masih dapat menghasilkan panen ketika sebagian besar sawah lainnya mengalami gagal panen.

“Alhamdulillah, meskipun musim kemarau dan kondisi air sedang sulit, kami masih bisa panen. Sementara sebagian besar sawah lainnya mengalami gagal panen,” katanya.

Tidak hanya berkaitan dengan hasil produksi, penerapan SPM juga dirasakan memberikan kemudahan dalam proses pemeliharaan tanaman. Ridwan menyebut sejumlah kebutuhan dalam pengelolaan sawah dapat ditekan.

Beberapa di antaranya adalah kebutuhan penyiangan yang lebih sedikit, penggunaan pupuk yang tidak banyak, serta minimnya pengolahan lahan. Kondisi tersebut membuat petani tidak harus mengeluarkan biaya dan tenaga sebanyak pola pengelolaan sawah yang biasa dilakukan.

Dari sisi gangguan tanaman, Ridwan juga menyebut lahan yang menerapkan SPM relatif aman dari serangan hama tikus.

“Alhamdulillah, tanaman juga aman dari serangan hama tikus. SPM ini lebih ringan dalam perawatan, biaya lebih sedikit, tetapi hasilnya meningkat,” ungkapnya.

Bagi Ridwan, hasil panen tersebut menjadi pengalaman yang menunjukkan manfaat penerapan SPM di tengah tantangan yang dihadapi petani. Peningkatan produksi juga berjalan bersamaan dengan pengurangan sejumlah kebutuhan dalam perawatan lahan.

Ia berharap Program Sawah Pokok Murah dapat terus dikembangkan dan diterapkan di lebih banyak lahan pertanian. Menurutnya, pengembangan program tersebut penting untuk membantu petani menghadapi persoalan seperti keterbatasan air dan tingginya biaya produksi.

Sementara itu, Bupati Agam Ir H Benni Warlis MM Dt Tan Batuah memberikan apresiasi kepada petani yang telah menerapkan SPM hingga mampu meningkatkan hasil produksi.

Menurutnya, peningkatan hasil panen yang diperoleh petani menunjukkan adanya manfaat nyata dari penerapan pola SPM. Manfaat tersebut terutama terlihat dari sisi efisiensi biaya sekaligus peningkatan produksi.

Dengan hasil panen yang meningkat dari sekitar 5,1 ton menjadi 5,7 ton per hektare pada dua kali penerapan SPM, program tersebut menunjukkan hasil yang dirasakan langsung oleh petani di lahan Kelompok Tani Boneh Sarumpun, Padang Kunyik, Nagari Kamang Mudiak, Kecamatan Kamang Magek. (*)

Baca Juga

Keltan Asa Barokah Agam Kembangkan 2 Hektare Cabai Kopay dengan Bantuan APBN
Keltan Asa Barokah Agam Kembangkan 2 Hektare Cabai Kopay dengan Bantuan APBN
4 Bagan Nelayan Tiku Kandas dalam 8 Bulan, Dermaga Pengaman Mendesak
4 Bagan Nelayan Tiku Kandas dalam 8 Bulan, Dermaga Pengaman Mendesak
Tiga Tahun Naik 6 Kali Lipat, Kambing Kelompok Tani di Agam Kini Capai 300 Ekor
Tiga Tahun Naik 6 Kali Lipat, Kambing Kelompok Tani di Agam Kini Capai 300 Ekor
Jalan Manggopoh-Kelok 44-Padang Lua hingga Huntap Jadi Fokus Pemulihan Agam
Jalan Manggopoh-Kelok 44-Padang Lua hingga Huntap Jadi Fokus Pemulihan Agam
Pemkab Agam Kebut Pembangunan Jalan di Salareh Aia Palembayan, Ini Rinciannya
Pemkab Agam Kebut Pembangunan Jalan di Salareh Aia Palembayan, Ini Rinciannya
Kualitas Udara Agam Dipengaruhi Kemarau, Kondisi Diprediksi Membaik Oktober
Kualitas Udara Agam Dipengaruhi Kemarau, Kondisi Diprediksi Membaik Oktober