Sumbardaily.com, Padang – Kekompakan tim kembali menjadi faktor krusial dalam perjalanan PSP Padang di ajang Liga 4 Sumatera Barat (Sumbar) musim 2025/2026. Hal tersebut terlihat saat PSP Padang menorehkan hasil positif ketika menghadapi Kompak Kampung Pisang dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Utama Sumbar, Senin (2/2/2026).
Sejak awal laga, PSP Padang menunjukkan organisasi permainan yang rapi dengan disiplin tinggi di setiap lini. Kombinasi fokus dan kerja sama antarpemain membuat tim berjuluk Laskar Urang Awak itu mampu mengendalikan ritme pertandingan hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya laga.
Dominasi permainan tersebut menjadi cerminan kesiapan tim dalam menjalani kompetisi Liga 4 Sumbar 2025/2026. Pelatih PSP Padang, Joni Efendi, memberikan apresiasi penuh terhadap performa anak asuhnya.
Menurutnya, hasil positif yang diraih tim bukan semata-mata karena faktor teknis, melainkan berangkat dari kekompakan dan konsistensi para pemain dalam menjalankan instruksi selama pertandingan.
“Alhamdulillah, kami selalu menanamkan fokus di setiap pertandingan untuk meraih kemenangan. Dengan kerja keras, kesabaran, kecerdasan dalam bermain, serta doa dan izin Allah, PSP bisa mencapai hasil yang diharapkan. Senjata utama kami adalah kekompakan dalam permainan tim,” ujar Joni Efendi seusai pertandingan, dikutip Rabu (4/2/2026).
Kemenangan ini semakin menegaskan identitas permainan PSP Padang yang mengedepankan kolektivitas. Joni Efendi menilai, kekompakan bukan hanya terbangun di dalam lapangan, tetapi juga dari komunikasi dan kebersamaan seluruh pemain selama persiapan hingga pertandingan berlangsung.
Di sisi lain, pelatih Kompak Kampung Pisang, Adek Candra, secara terbuka mengakui keunggulan PSP Padang dalam laga tersebut. Ia menyebut kondisi fisik pemain lawan yang lebih siap menjadi salah satu faktor pembeda yang sulit diimbangi oleh timnya.
“Kami mengakui keunggulan PSP hari ini. Mereka tampil dengan fisik yang cukup mumpuni. Dalam pertandingan ini, kami terlambat untuk bangkit, meskipun di pertengahan laga sudah mulai menyesuaikan permainan,” kata Adek Candra.
Selain faktor teknis, Adek Candra juga menyoroti insiden kartu merah yang diterima salah satu pemain Kompak Kampung Pisang. Menurutnya, situasi tersebut berdampak besar terhadap keseimbangan permainan tim dan dinilai tidak sejalan dengan semangat fair play yang dijunjung dalam kompetisi.
“Seharusnya kartu merah itu tidak terjadi demi fair play. Situasi tersebut merugikan tim kami karena harus bermain dengan jumlah pemain yang berkurang. Akibatnya, kami tertinggal cukup jauh dari PSP,” ujarnya.
Hasil pertandingan ini semakin memperkuat posisi PSP Padang sebagai salah satu tim yang patut diperhitungkan di Liga 4 Sumbar 2025/2026. Dengan kekompakan yang terus terjaga, PSP Padang menunjukkan tekad kuat untuk menjaga konsistensi performa di laga-laga berikutnya. (red)
















