Sumbardaily.com – Langkah PSP Padang untuk memastikan tiket ke babak 16 besar Liga 4 Nasional Piala Presiden 2026 belum berjalan mulus. Tim berjuluk Pandeka Minang itu harus puas berbagi angka setelah bermain imbang 1-1 melawan Persikotas Tasikmalaya dalam laga Grup S yang berlangsung di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, Jumat (12/6/2026).
Hasil tersebut membuat persaingan di papan atas klasemen Grup S semakin menarik. PSP Padang dan Persikotas Tasikmalaya kini sama-sama mengoleksi empat poin. Meski masih berada dalam posisi yang cukup menguntungkan, kedua tim belum mampu mengamankan tiket ke fase 16 besar dan harus menuntaskannya pada laga terakhir.
Sejak peluit awal dibunyikan, pertandingan berlangsung dalam tempo tinggi. Persikotas mampu membuka keunggulan lebih dahulu ketika laga baru berjalan sembilan menit melalui Fahmi Saeful Azhar.
Gol bermula dari pergerakan cepat Fahmi di sisi kanan serangan. Pemain tersebut berhasil menemukan ruang kosong di antara dua bek tengah PSP Padang. Melihat rekannya berdiri bebas, pemain Persikotas yang menguasai bola di sisi kanan pertahanan PSP langsung melepaskan umpan lambung terukur dari jarak sekitar 35 meter.
Fahmi yang bergerak tanpa kawalan kemudian menyambut bola dengan sundulan lob yang gagal dijangkau kiper PSP Padang, Rafiq Efendi. Bola meluncur ke dalam gawang dan membawa Persikotas unggul 1-0.
Tertinggal satu gol membuat PSP Padang meningkatkan intensitas serangan. Sepanjang babak pertama, kedua tim tampil cukup berimbang dan silih berganti melancarkan tekanan ke area pertahanan lawan.
PSP memperoleh beberapa peluang berbahaya untuk menyamakan kedudukan. Kesempatan terbaik datang melalui bek tengah Bima C Prahara. Dalam sebuah kemelut di depan gawang Persikotas pada 10 menit terakhir babak pertama, Bima berhasil menyambut bola dengan sundulan keras.
Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil setelah bola hanya membentur tiang gawang. Skor 1-0 untuk keunggulan Persikotas bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Persikotas tetap mencoba melakukan serangan, tetapi lebih banyak fokus menjaga keunggulan. Disiplin lini pertahanan menjadi kunci permainan tim asal Tasikmalaya tersebut dalam meredam tekanan yang terus dilancarkan PSP Padang.
Di sisi lain, Pandeka Minang mulai menemukan ritme permainan terbaiknya. Memasuki 30 menit terakhir pertandingan, tekanan yang dibangun semakin intens dan beberapa peluang emas berhasil diciptakan.
Salah satunya datang dari kaki Gibran Tito Kurniawan. Tendangan pemain tersebut mengarah tepat ke gawang, namun bola hanya mengenai mistar sehingga belum mampu mengubah keadaan.
Kerja keras PSP akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-75. Gol penyeimbang lahir melalui skema bola mati yang dieksekusi dengan baik.
Berawal dari tendangan sudut yang dilepaskan Gibran Tito Kurniawan dari sisi kanan lapangan, bola meluncur ke tengah kotak penalti. Umpan tersebut gagal dijangkau para pemain yang berada di area tersebut dan terus bergulir ke luar kerumunan.
Lugas Satrya yang berada sekitar 12 meter dari garis gawang langsung menyambar bola dengan sepakan mendatar terukur. Tendangan tersebut tidak mampu diblok pemain bertahan maupun dijangkau penjaga gawang Persikotas.
Bola meluncur ke sisi kanan bawah gawang dan mengubah kedudukan menjadi 1-1. Gol tersebut disambut sorak sorai pendukung PSP Padang yang hadir di Stadion Mandala Krida.
Setelah gol penyeimbang tercipta, kedua tim berusaha mencari gol kemenangan. Namun hingga wasit meniup peluit panjang, skor imbang 1-1 tetap bertahan.
Hasil ini membuat PSP Padang dan Persikotas Tasikmalaya sama-sama mengoleksi empat poin. Keduanya unggul tiga angka atas Persma 1960 Manado dan Persimaju Mamuju yang pada pertandingan lain bermain imbang tanpa gol dan baru mengumpulkan satu poin.
Meski gagal meraih kemenangan, optimisme tetap menyelimuti skuad PSP Padang. Sejumlah pemain menyatakan keyakinannya bahwa tim masih memiliki peluang besar untuk melangkah ke babak 16 besar.
“Kami tetap optimis menyambut laga selanjutnya,” ujar pemain pengganti PSP Padang, Syarif Hidayatullah.
Keyakinan serupa juga disampaikan sejumlah pemain lain, termasuk Gibran Tito Kurniawan, Ariswar Hanif, hingga Rafiq Efendi yang akrab disapa Aseng.
Sementara itu, pelatih PSP Padang Joni Efendi meminta anak asuhnya segera melupakan hasil imbang tersebut dan fokus menyiapkan diri menghadapi pertandingan terakhir fase 32 besar Grup S.
Menurut Joni, masa istirahat yang tersedia harus dimanfaatkan secara maksimal untuk memulihkan kondisi fisik pemain agar tampil optimal pada laga penentuan.
“Beberapa pemain yang selama ini menjadi andalan untuk membuat perbedaan seperti Lutfi, Ariswar Hanif, dan Bayu Resman kami yakini juga bugar menghadapi laga terakhir 32 besar, usai tidak main di laga melawan Persikotas,” tegas Joni Efendi.
PSP Padang memang mendapat tambahan kekuatan menjelang laga berikutnya. Bek kiri Vendra Aprilia dipastikan dapat kembali bermain setelah menjalani akumulasi kartu.
Namun di saat yang sama, tim juga kehilangan salah satu pemain depan. Rahmad Satria harus absen karena menjalani hukuman akumulasi kartu kuning usai menerima kartu saat menghadapi Persikotas Tasikmalaya.
Dengan kondisi tersebut, duel melawan Persma 1960 Manado akan menjadi pertandingan krusial bagi PSP Padang. Hasil laga itu akan menentukan langkah Pandeka Minang dalam upaya mewujudkan target lolos ke babak 16 besar Liga 4 Nasional Piala Presiden 2026. (*)















