Sumbar Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 6,9 Persen, Investasi Jadi Motor Utama

Sumbar Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 6,9 Persen, Investasi Jadi Motor Utama

pemasangan girder Interchange Lubuk Alung di KM 18+998 Tol Padang–Sicincin. (Foto: Hutama Karya)

Sumbardaily.com – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) menargetkan pertumbuhan ekonomi daerah mencapai 6,9 persen pada periode 2026 hingga 2027. Untuk mencapai target tersebut, penguatan investasi serta hilirisasi ekonomi menjadi strategi utama yang terus didorong pemerintah daerah.

Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, menegaskan bahwa struktur ekonomi Sumbar saat ini masih didominasi oleh konsumsi rumah tangga yang kontribusinya mencapai lebih dari 50 persen. Kondisi tersebut dinilai belum cukup ideal untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dalam jangka panjang.

Menurut Mahyeldi, ketergantungan terhadap konsumsi perlu dikurangi dengan mendorong sektor investasi sebagai penggerak utama ekonomi daerah. Ia menilai, investasi memiliki peran strategis dalam mempercepat pertumbuhan sekaligus meningkatkan daya saing ekonomi Sumbar.

“Kita tidak bisa lagi bergantung pada konsumsi. Investasi harus menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi,” ujar Mahyeldi dikutip Kamis (9/4/2026).

Dalam beberapa tahun terakhir, kinerja investasi di Sumbar menunjukkan tren peningkatan yang cukup signifikan. Data mencatat nilai investasi meningkat dari Rp2,66 triliun pada tahun 2022 menjadi Rp17,13 triliun pada tahun 2025.

Meski mengalami lonjakan, Mahyeldi mengakui bahwa peningkatan investasi tersebut belum sepenuhnya memberikan dampak optimal terhadap penyerapan tenaga kerja. Hal ini disebabkan karena sebagian besar investasi yang masuk masih bersifat padat modal.

“Ke depan, kita perlu mendorong investasi yang tidak hanya besar, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja secara luas,” katanya.

Pemprov Sumbar pun menargetkan pertumbuhan investasi yang konsisten hingga tahun 2030. Pada tahun 2027, nilai investasi diproyeksikan mencapai Rp13,3 triliun, dan meningkat menjadi Rp18,8 triliun pada tahun 2030. Pertumbuhan tersebut diharapkan dapat menjadi pendorong utama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Selain investasi, strategi hilirisasi ekonomi juga menjadi fokus utama dalam kebijakan pembangunan daerah. Mahyeldi menekankan pentingnya pengolahan komoditas menjadi produk bernilai tambah agar Sumbar tidak terus bergantung pada penjualan bahan mentah.

Ia menilai setiap daerah di Sumbar memiliki potensi yang dapat dikembangkan secara terintegrasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi ke tingkat yang lebih tinggi.

“Setiap daerah memiliki potensi masing-masing yang jika disinergikan secara terintegrasi akan mendorong perekonomian naik ke level yang lebih tinggi,” ujarnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Pembangunan Kewilayahan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Medrilzam, turut memberikan pandangan terkait arah pembangunan ekonomi Sumbar. Ia mendorong pemerintah daerah untuk memperluas sumber pertumbuhan ekonomi melalui diversifikasi sektor.

Menurut Medrilzam, selama ini struktur ekonomi Sumbar masih bertumpu pada sektor pertanian dan perkebunan. Untuk meningkatkan ketahanan ekonomi, diperlukan upaya serius dalam mengembangkan sektor lain yang memiliki nilai tambah lebih tinggi.

“Kita perlu melakukan diversifikasi sumber ekonomi agar tidak bergantung pada satu sektor saja,” kata Medrilzam.

Ia juga menekankan pentingnya hilirisasi sebagai bagian dari strategi pembangunan ekonomi daerah. Dengan mengembangkan produk turunan dari komoditas unggulan, Sumbar dinilai dapat meningkatkan daya saing sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi.

Dengan kombinasi antara penguatan investasi, hilirisasi, dan diversifikasi ekonomi, Pemprov Sumbar optimistis target pertumbuhan ekonomi sebesar 6,9 persen dapat tercapai. Strategi tersebut diharapkan mampu mendorong pembangunan yang lebih inklusif, berkelanjutan, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas. (*)

Baca Juga

Petugas Disdukcapil Kota Padang memberikan layanan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) kepada masyarakat dalam mendukung Program Digital Bansos.
Program Digital Bansos di Padang Mulai Diterapkan, Warga Wajib Punya IKD untuk Terima Bantuan
Kunjungi Padang, Menaker Yassierli Siapkan Pelatihan IT bagi 3.100 Generasi Muda
Kunjungi Padang, Menaker Yassierli Siapkan Pelatihan IT bagi 3.100 Generasi Muda
Haru Perjuangan Ibu Rawat Anak Disabilitas di Solok Selatan, Bantuan Terus Mengalir
Haru Perjuangan Ibu Rawat Anak Disabilitas di Solok Selatan, Bantuan Terus Mengalir
Banjir Tanah Datar Belum Sepenuhnya Surut, BNPB Ingatkan Ancaman Hidrometeorologi
Banjir Tanah Datar Belum Sepenuhnya Surut, BNPB Ingatkan Ancaman Hidrometeorologi
Penambang Emas Ilegal di Sijunjung Tertimbun Longsor, 9 Orang Tewas
Penambang Emas Ilegal di Sijunjung Tertimbun Longsor, 9 Orang Tewas
Potensi Wisata Kelas Dunia di Mentawai Harus Dikelola Terarah
Potensi Wisata Kelas Dunia di Mentawai Harus Dikelola Terarah