Sumbardaily.com, Padang – Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), akan menjadi tuan rumah Seminar Wakaf Internasional yang diharapkan menjadi ajang strategis memperkuat literasi wakaf serta menggagas model baru tata kelola wakaf produktif di Indonesia.
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyambut baik penyelenggaraan seminar ini dan berharap hasilnya dapat mengoptimalkan peran wakaf sebagai motor penggerak ekonomi umat.
Dalam pertemuan dengan delegasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbat di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) RI, Jakarta, Kamis (23/10/2025), Nasaruddin Umar menegaskan pentingnya membangun kesadaran baru tentang wakaf dan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai landasan pembangunan masyarakat.
Selain membahas seminar tersebut, pertemuan juga mengulas rencana penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional (MTQN) ke-41 tingkat Provinsi Sumbar yang akan digelar di Bukittinggi pada Desember mendatang.
“Seminar Wakaf Internasional dan MTQN bukan sekadar agenda keagamaan, tetapi momentum kebangkitan literasi keagamaan yang mencerahkan dan menggerakkan umat. Keduanya adalah refleksi semangat kita untuk menjadikan agama sebagai energi pembangunan,” ujar Nasaruddin dikutip dari laman resmi Kemenag, Jumat (24/10/2025).
Potensi Besar Wakaf Produktif
Nasaruddin Umar menilai potensi wakaf di Indonesia sangat besar dan perlu dikelola secara profesional agar mampu berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat. Ia menekankan perlunya tata kelola yang modern, transparan, dan produktif agar nilai wakaf tidak berhenti pada dimensi amal jariyah semata.
“Wakaf jangan hanya dipahami sebagai bentuk amal tradisional. Melalui seminar internasional ini, saya berharap muncul gagasan baru tentang tata kelola wakaf produktif yang bisa menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi umat,” kata Nasaruddin.
Menurutnya, Kemenag terus berkomitmen memperkuat ekosistem wakaf dengan membangun sistem digital yang akuntabel dan terintegrasi, sejalan dengan arah kebijakan transformasi digital pelayanan publik di sektor keagamaan.
“Kami ingin memastikan ekosistem wakaf di Indonesia tidak hanya berlandaskan niat baik, tetapi juga dikelola dengan prinsip profesionalisme dan akuntabilitas tinggi,” tambahnya.
MTQN sebagai Gerakan Kultural
Selain seminar wakaf, Menag juga menyoroti pentingnya penyelenggaraan MTQN ke-41 tingkat Provinsi Sumbar sebagai ruang pembinaan generasi Qur’ani yang memahami nilai-nilai luhur Al-Qur’an. Ia menegaskan, kegiatan ini hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai ajang kompetisi, tetapi juga gerakan kultural dan spiritual.
“MTQ bukan hanya lomba membaca Al-Qur’an, tetapi sarana dakwah untuk membumikan pesan rahmatan lil ‘alamin. Di tengah dunia yang semakin digital, generasi muda harus tidak hanya fasih membaca, tetapi juga memahami dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an,” tuturnya.
Nasaruddin berharap kegiatan keagamaan berskala besar seperti MTQ mampu menjadi ruang pembelajaran spiritual dan sosial yang mempererat solidaritas umat di tengah tantangan modernitas.
Sinergi Pemerintah dan Kemenag
Nasaruddin juga menilai bahwa pelaksanaan dua agenda besar di Sumbar itu mencerminkan sinergi kuat antara Kemenag, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi keagamaan. Kolaborasi tersebut sejalan dengan visi Asta Protas Kemenag 2025–2029, terutama dalam aspek penguatan tata kelola keagamaan, moderasi beragama, serta pemberdayaan masyarakat berbasis nilai spiritual.
“Saya sangat menghargai langkah sinergis Kanwil Kemenag Sumbar, Pemerintah Provinsi, dan perguruan tinggi Islam yang terus menginisiasi program-program inovatif. Ini menandakan semangat kolaboratif ASN Kemenag semakin matang dan berorientasi hasil,” ujar Nasaruddin.
Momentum Spiritual dari Sumbar
Lebih jauh, Nasaruddin berharap kehadirannya di Padang dan Bukittinggi nanti dapat menjadi momentum memperkuat komitmen bersama membangun kehidupan beragama yang inklusif, damai, dan berkemajuan.
“Kita ingin Sumbar menjadi contoh bagaimana agama dapat menjadi inspirasi pembangunan dan harmoni sosial. Dari bumi Minangkabau, kita perlihatkan wajah Islam Indonesia yang damai, moderat, dan mencerdaskan,” tutupnya. (red)
















