Sumbar Dilanda Bencana, Ini 9 Instruksi Pemerintah untuk Percepat Penanganan

Sumbar Dilanda Bencana, Ini 9 Instruksi Pemerintah untuk Percepat Penanganan

Banjir di Kota Padang merendam rumah warga. (Foto: Tangkap Layar Video)

Sumbardaily.com, Padang – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) memperkuat langkah percepatan penanganan bencana usai ditetapkannya status tanggap darurat bencana alam di sejumlah wilayah.

Upaya itu dilakukan melalui keluarnya Surat Gubernur Nomor 360/756.2/Kesbangpol/2025 yang ditujukan kepada seluruh bupati dan wali kota di daerah terdampak untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap ancaman bencana hidrometeorologi.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumbar sekaligus ex officio BPBD, Arry Yuswandi, menjelaskan bahwa surat tersebut menjadi pedoman bagi pemerintah daerah agar penanganan bencana dapat dilakukan secara optimal dan terkoordinasi.

Ia menegaskan, imbauan dalam surat gubernur bukan bentuk evaluasi kinerja daerah, melainkan pengingat agar seluruh elemen tetap siaga mengantisipasi potensi bencana susulan.

“Adanya surat ini bukan berarti daerah tidak bekerja. Ini sifatnya hanya mengingatkan, demi optimalisasi kesiapsiagaan dan percepatan penanganan dampak bencana,” ujar Arry Yuswandi dikutip Kamis (27/11/2025).

Dalam surat tersebut, Gubernur Sumbar menyerukan sembilan poin penting yang wajib menjadi perhatian pemerintah kabupaten/kota.

Di antaranya adalah memastikan posko penanggulangan bencana beroperasi, melakukan pemetaan wilayah rawan, serta menginstruksikan seluruh unsur pemerintahan bergerak cepat dalam merespons setiap potensi bencana.

Selain itu, pemerintah daerah diminta meningkatkan kewaspadaan masyarakat, memastikan jalur evakuasi dapat digunakan dengan aman, serta melakukan pemantauan rutin terhadap kondisi lapangan.

Pendataan warga terdampak dan kerugian material juga menjadi salah satu penegasan utama agar penanganan lebih tepat sasaran.

“Yang tidak kalah penting adalah memaksimalkan sarana dan prasarana yang ada untuk membantu masyarakat, serta menjaga sinergi dengan TNI dan Polri dalam penanganan dampak bencana,” tambah Arry.

Surat tersebut telah didistribusikan sejak Selasa (25/11/2025). Pemprov Sumbar berharap upaya ini dapat mempercepat respons daerah sehingga penanganan bencana berlangsung lebih terukur, cepat, dan efektif, terutama di wilayah yang paling terdampak curah hujan ekstrem beberapa hari terakhir. (red)

Baca Juga

Petugas BPBD Kota Padang bersama tim gabungan mengevakuasi pohon Marapalam tumbang yang menutup Jalan Raya Padang-Painan di kawasan Gates saat hujan deras dan angin kencang.
Arus Lalu Lintas Sempat Lumpuh, Pohon Raksasa yang Tumbang di Jalur Padang-Painan Dievakuasi
Kunjungi Padang, Menaker Yassierli Siapkan Pelatihan IT bagi 3.100 Generasi Muda
Kunjungi Padang, Menaker Yassierli Siapkan Pelatihan IT bagi 3.100 Generasi Muda
Banjir Tanah Datar Belum Sepenuhnya Surut, BNPB Ingatkan Ancaman Hidrometeorologi
Banjir Tanah Datar Belum Sepenuhnya Surut, BNPB Ingatkan Ancaman Hidrometeorologi
Curah Hujan Tinggi Picu Banjir dan Longsor, Tanah Datar Tetapkan Status Tanggap Darurat
Curah Hujan Tinggi Picu Banjir dan Longsor, Tanah Datar Tetapkan Status Tanggap Darurat
Pemprov Sumbar Klaim Rehabilitasi Lahan Pertanian Rusak Capai 100 Persen
Pemprov Sumbar Klaim Rehabilitasi Lahan Pertanian Rusak Capai 100 Persen
Ruas jalan di Nagari Situjuah Ladang Laweh, Kabupaten Limapuluh Kota, amblas menyerupai sinkhole dan tertutup material longsor akibat hujan deras. (Dok. Istimewa)
Banjir dan Longsor Terjang Limapuluh Kota, Jalan Amblas Mirip Sinkhole Isolasi 2.000 Warga