Sumbardaily.com, Padang – Proses Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat Sekolah Dasar (SD) untuk Tahun Ajaran 2025/2026 di Kota Padang resmi dimulai pada Senin (23/6/2025). Namun, sejumlah orang tua mengeluhkan sistem pendaftaran yang dilakukan secara online atau daring serta kendala jaringan internet yang menghambat kelancaran proses.
Sejak pagi hari, para orang tua terlihat memadati sejumlah sekolah, termasuk SDN 22 Andalas Barat, salah satu sekolah dasar negeri yang menjadi tujuan pendaftaran. Linda, salah seorang orang tua murid, mengaku sengaja datang lebih awal karena belum terbiasa dengan sistem pendaftaran berbasis daring.
"Saya masih bingung dengan cara pendaftaran online. Karena sekarang cuma ada satu tahap, saya khawatir kalau terlambat, jadi saya langsung datang ke sekolah untuk memastikan," ujarnya.
Selain kesulitan memahami sistem daring, beberapa orang tua juga menghadapi gangguan jaringan. Mustika, warga Kelurahan Andalas yang juga mendaftarkan anaknya di SDN 22 Andalas Barat, berharap proses pendaftaran berjalan lancar hingga hari terakhir.
"Sempat susah akses internetnya. Mudah-mudahan lancar ke depannya,” katanya.
Menurut salah seorang panitia SPMB di SDN 22 Andalas Barat, Rizka Nida Ulfanila, skema pendaftaran tahun ini mengalami perubahan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Jika sebelumnya dibuka dua tahap pendaftaran, tahun ini hanya dilakukan satu tahap.
"Seluruh informasi pendaftaran sudah kami sebarkan melalui media sosial agar bisa dijangkau lebih luas oleh masyarakat," jelas Rizka.
Ketua SPMB SDN 22 Andalas Barat, Yenda Partiladesa, menambahkan bahwa sekolah juga telah berkoordinasi dengan pihak RT/RW setempat untuk menyebarluaskan informasi mengenai pembukaan pendaftaran.
Untuk tahun ajaran ini, SDN 22 Andalas Barat menyiapkan tiga rombongan belajar (rombel) yang masing-masing menampung 28 siswa, sehingga total daya tampung mencapai 84 murid.
Penerapan sistem daring dalam proses SPMB menjadi tantangan tersendiri bagi sejumlah orang tua, khususnya mereka yang tidak terbiasa dengan teknologi.
Kendati demikian, pihak sekolah terus berupaya memberikan pendampingan dan informasi yang jelas agar proses pendaftaran dapat diakses dengan mudah dan merata oleh seluruh lapisan masyarakat. (fru)
















