Sumbardaily.com – Laga kandang terakhir Semen Padang FC pada musim BRI Super League 2025/2026 menjadi momen emosional bagi bek kiri Samuel Christianson Simanjuntak. Meski tim berjuluk Kabau Sirah sudah dipastikan terdegradasi, Samuel menegaskan seluruh pemain tetap ingin menutup musim dengan penampilan terbaik saat menghadapi Persebaya Surabaya.
Pertandingan pekan ke-32 itu akan berlangsung di Stadion Haji Agus Salim, Padang, Jumat (15/5/2026) sore. Duel tersebut juga menjadi laga kandang terakhir Semen Padang sebelum stadion kebanggaan masyarakat Sumatera Barat itu menjalani renovasi.
Samuel mengatakan seluruh pemain telah mempersiapkan diri menghadapi pertandingan tersebut. Mantan pemain Timnas Indonesia U-23 itu menilai laga kontra Persebaya bukan sekadar pertandingan biasa, tetapi juga kesempatan memberikan penghormatan terakhir kepada suporter dan masyarakat Padang.
“Kita semua pemain sudah siap. Apapun hasilnya dengan kondisi yang ada saat ini, kita tetap akan profesional. Dan tentunya saya ingin berikan yang terbaik untuk masyarakat Padang sebelum Stadion Haji Agus Salim direnovasi sekaligus laga home terakhir musim ini,” ujar Samuel.
Meski berada dalam situasi sulit, Samuel memastikan Semen Padang tetap bertekad tampil maksimal. Saat ini, Kabau Sirah berada di posisi ke-17 klasemen dengan koleksi 20 poin. Sementara lawannya, Persebaya Surabaya, berada di papan atas dengan menempati peringkat kelima dan mengoleksi 52 poin.
Perbedaan posisi klasemen itu membuat Samuel menyadari kekuatan Persebaya tidak bisa dipandang sebelah mata. Ia menyebut tim asal Surabaya tersebut memiliki komposisi pemain berkualitas dan menjadi salah satu tim kuat di kompetisi musim ini.
Samuel juga menyoroti keberadaan Pedro Matos yang kini memperkuat Persebaya. Pemain tersebut diketahui pernah membela Semen Padang pada paruh musim sebelumnya sehingga gaya bermainnya sudah cukup dipahami para pemain Kabau Sirah.
“Persebaya adalah tim yang kuat dengan komposisi pemain yang bagus. Mereka juga diperkuat Pedro Matos. Dia setengah musim bersama di Semen Padang, jadi kita juga sudah tahu cara dia bermain,” katanya.
Bagi Samuel sendiri, pertandingan ini menjadi kesempatan penting untuk kembali menunjukkan kontribusinya bersama Semen Padang FC. Dalam enam laga terakhir, pemain bernomor punggung 12 itu belum kembali mendapatkan kesempatan bermain. Bahkan pada tiga pertandingan terakhir, ia harus absen akibat mengalami cedera.
Sepanjang musim ini, Samuel tercatat tampil dalam 19 pertandingan bersama Semen Padang FC dengan total waktu bermain mencapai 1.135 menit. Selain itu, ia juga menyumbangkan satu gol bagi Kabau Sirah saat menghadapi Persik Kediri pada pekan ke-14. Dalam laga tersebut, Semen Padang harus mengakui keunggulan Persik dengan skor 1-2.
Walaupun hasil pertandingan nanti tidak lagi memengaruhi posisi Semen Padang yang sudah dipastikan turun kasta ke kompetisi level kedua, skuad asuhan Imran Nahumarury tetap berkomitmen menyelesaikan musim secara profesional.
Kompetisi musim ini memang hanya menyisakan dua pertandingan lagi. Karena itu, Semen Padang ingin menutup perjalanan mereka di kasta tertinggi sepak bola Indonesia dengan semangat juang dan penampilan terbaik di hadapan pendukung sendiri.
Laga melawan Persebaya pun diprediksi menjadi ajang pembuktian bagi para pemain Semen Padang FC untuk tetap menjaga harga diri tim, sekaligus memberikan kenangan terakhir bagi publik Stadion Haji Agus Salim sebelum memasuki masa renovasi. (*)
















