PGRI Pasaman Barat Angkat Isu Sampah dan Pendidikan dalam Seminar Hardiknas

PGRI Pasaman Barat Angkat Isu Sampah dan Pendidikan dalam Seminar Hardiknas

Seminar Hardiknas PGRI Pasaman Barat, Senin (4/5). (Foto: Facebook Dinas Kominfo Pasaman Barat)

Sumbardaily.com - Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Pasaman Barat menggelar seminar nasional dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Aula Kantor Bupati, Senin (4/5).

Kegiatan ini menyoroti pentingnya penguatan supervisi pendidikan modern sekaligus mendorong peran sekolah dalam edukasi lingkungan.

Seminar mengusung tema Supervisi Pendidikan Menuju Pembelajaran Inovatif dan Berkelanjutan.

Acara dibuka oleh Bupati Pasaman Barat yang diwakili Sekretaris Daerah, Doddy San Ismail, serta menghadirkan narasumber Prof. Dr. Rifma, M.Pd. Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Cabang Dinas Wilayah VI, serta sejumlah pemangku kepentingan di bidang pendidikan.

Dalam sambutan bupati yang dibacakan Sekda, pemerintah daerah menilai seminar ini menjadi momentum strategis bagi tenaga pendidik untuk memperbarui wawasan terkait metode supervisi pendidikan yang lebih modern.

Pemerintah juga memberikan apresiasi kepada PGRI dan seluruh pihak yang berkontribusi dalam peningkatan kualitas pendidikan di daerah tersebut.

Sekda menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga melibatkan orang tua dan masyarakat.

Ia menekankan pentingnya penguatan karakter, penguasaan teknologi, integritas, serta semangat gotong royong dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul.

Selain membahas sektor pendidikan, pemerintah daerah juga menyoroti persoalan lingkungan yang menjadi perhatian serius.

Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup, Pasaman Barat menghasilkan hampir 88 ton sampah setiap hari.

Kondisi ini mendorong perlunya peran aktif sekolah dalam memberikan edukasi pengelolaan sampah.

Sekda mengimbau kepala sekolah dan tenaga pendidik untuk mengintegrasikan pendidikan lingkungan ke dalam kegiatan belajar, termasuk melalui penguatan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Edukasi tersebut mencakup pengurangan penggunaan plastik serta pembiasaan memilah sampah sejak dini, baik di lingkungan sekolah maupun rumah tangga.

Sementara itu, Ketua PGRI Pasaman Barat, Maulana Lubis, menegaskan komitmen organisasinya dalam meningkatkan kompetensi guru melalui berbagai kegiatan ilmiah.

Ia menyebut seminar ini menjadi salah satu langkah agar para guru tetap adaptif terhadap perkembangan zaman.

Menurutnya, dukungan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan agar program peningkatan mutu pendidikan dapat berjalan secara optimal.

Sebelumnya, dalam rangka memperingati Hardiknas, PGRI Pasaman Barat juga telah menyelenggarakan sejumlah kegiatan, seperti lomba cipta dan baca puisi, lomba karya inovatif, serta lomba vlog.(*)

Baca Juga

SP4N-LAPOR! Pessel Dipercepat, Pengaduan Warga Kini Bisa Selesai dalam Hitungan Jam
SP4N-LAPOR! Pessel Dipercepat, Pengaduan Warga Kini Bisa Selesai dalam Hitungan Jam
DPRD Pasaman Barat Sahkan Perubahan APBD 2026, Total Anggaran Capai Rp1,41 Triliun
DPRD Pasaman Barat Sahkan Perubahan APBD 2026, Total Anggaran Capai Rp1,41 Triliun
Pasaman Barat Hadapi Defisit Rp73 Miliar, Pemkab Kejar Pajak SPBU hingga Rumah Sakit
Pasaman Barat Hadapi Defisit Rp73 Miliar, Pemkab Kejar Pajak SPBU hingga Rumah Sakit
IDI Pasaman Barat Dilantik, Pemkab Dorong Pemerataan Layanan Kesehatan hingga Pelosok
IDI Pasaman Barat Dilantik, Pemkab Dorong Pemerataan Layanan Kesehatan hingga Pelosok
Kantor Nagari Lingkuang Aua Baru Pasaman Barat Diresmikan, Dibangun di Tengah Keterbatasan Anggaran
Kantor Nagari Lingkuang Aua Baru Pasaman Barat Diresmikan, Dibangun di Tengah Keterbatasan Anggaran
Ma Apam dan Tari Salapan Aia Bangih Pasaman Barat Resmi Jadi Warisan Budaya Indonesia
Ma Apam dan Tari Salapan Aia Bangih Pasaman Barat Resmi Jadi Warisan Budaya Indonesia