Sumbardaily.com – Dalam lanskap hiburan digital yang terus berkembang, aplikasi video on demand dan platform streaming menjadi pilihan utama masyarakat global dalam memenuhi kebutuhan hiburan. Kemajuan teknologi yang pesat telah mengubah cara orang menikmati konten, dari semula bergantung pada siaran televisi konvensional menjadi lebih fleksibel melalui gawai pintar. Hanya dalam sekali sentuh, pengguna kini bisa mengakses beragam film, serial, hingga musik dari seluruh penjuru dunia, cukup dengan membayar biaya langganan bulanan atau tahunan.
Sepanjang tahun 2024, Netflix kembali mengukuhkan diri sebagai pemimpin pasar dalam industri hiburan digital. Aplikasi ini menjadi yang paling banyak diunduh dalam kategori hiburan, dengan total 161 juta unduhan secara global. Angka tersebut memperkuat posisi Netflix yang telah berada di puncak sejak tahun sebelumnya.
Popularitas Netflix tak lepas dari variasi konten yang ditawarkan. Platform ini menyuguhkan beragam tayangan, mulai dari serial Hollywood, drama Korea, film dokumenter, hingga produksi lokal dari berbagai negara. Di samping itu, struktur biaya langganan yang kompetitif menjadi salah satu faktor yang mendorong pertumbuhan basis pengguna mereka.
Berdasarkan laporan resmi Netflix, jumlah pelanggan global mereka mencapai 301,63 juta pada kuartal IV tahun 2024. Angka ini naik 15,9 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 260,28 juta pelanggan.
Secara geografis, pelanggan terbanyak berasal dari wilayah Eropa, Timur Tengah, dan Afrika (EMEA) dengan total 101,13 juta pengguna. Disusul Amerika Serikat dan Kanada yang menyumbang 89,63 juta pelanggan, wilayah Asia Pasifik sebanyak 57,54 juta, dan Amerika Latin dengan 53,33 juta pengguna.
Seiring dengan pertumbuhan pelanggan, pendapatan Netflix juga mengalami lonjakan signifikan. Pada kuartal akhir 2024, perusahaan mencatat kenaikan pendapatan sebesar 16 persen secara tahunan (year-on-year), mencapai 10,27 miliar dollar AS—angka tertinggi sepanjang sejarah perusahaan. Untuk kuartal pertama tahun 2025, Netflix memproyeksikan pertumbuhan pendapatan sebesar 11,2 persen secara tahunan.
YouTube dan YouTube Kids Masih Jadi Favorit
Di posisi kedua dalam daftar aplikasi hiburan terpopuler 2024, terdapat YouTube dengan total 145 juta unduhan. Platform video milik Google ini tetap digemari berkat inovasi yang terus dilakukan, termasuk fitur Shorts, yang memungkinkan pengguna mengunggah video berdurasi pendek sebagai alternatif konten yang cepat dikonsumsi.
Peringkat ketiga ditempati oleh YouTube Kids, yang secara khusus dirancang untuk menyasar segmen anak-anak. Sepanjang tahun 2024, aplikasi ini berhasil mencatat 138 juta unduhan. Keberhasilan YouTube Kids mencerminkan meningkatnya ketergantungan orang tua terhadap platform digital sebagai sarana hiburan edukatif bagi anak-anak, terlebih di tengah kesibukan dan keterbatasan waktu untuk berinteraksi secara langsung.
YouTube Kids juga dikenal memiliki sistem kurasi konten yang ketat, memastikan setiap tayangan yang tersedia telah melalui proses verifikasi agar aman dikonsumsi anak-anak.
JioCinema dan Prime Video Lengkapi Lima Besar
Peringkat keempat diraih oleh JioCinema, layanan OTT asal India yang mencatatkan 117 juta unduhan sepanjang tahun lalu. Sejak pertama kali dirilis pada 2016, JioCinema terus mengalami pertumbuhan pesat, terutama di kawasan Asia Selatan. Pada Februari 2025, platform ini resmi berintegrasi dengan Disney+ Hotstar dan berganti nama menjadi JioHotstar, langkah strategis yang diharapkan semakin memperkuat penetrasi pasar mereka.
Amazon Prime Video melengkapi posisi lima besar dengan jumlah unduhan sebanyak 113 juta. Meski pertumbuhannya relatif stabil, aplikasi milik raksasa e-commerce Amazon ini tetap menjadi salah satu pemain utama dalam industri streaming global, terutama dengan tawaran konten orisinal yang cukup variatif.
Transformasi Konsumsi Hiburan di Era Digital
Fenomena aplikasi hiburan yang merajai daftar unduhan global mencerminkan perubahan perilaku konsumsi masyarakat di era digital. Dengan akses yang semakin mudah, harga berlangganan yang terjangkau, serta konten yang terus diperbarui, platform-platform ini menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari.
Netflix dan pesaingnya kini tidak hanya bersaing dalam jumlah pelanggan, tetapi juga dalam inovasi teknologi, kecerdasan buatan dalam personalisasi konten, hingga strategi akuisisi pasar melalui kolaborasi lintas negara.
Dalam situasi ini, peran aplikasi hiburan tidak lagi sekadar sebagai pelengkap, melainkan telah menjelma menjadi kebutuhan utama dalam ekosistem hiburan modern. Dengan pertumbuhan jumlah pengguna yang terus meningkat dari tahun ke tahun, tampaknya dominasi platform digital seperti Netflix, YouTube, dan JioCinema masih akan berlanjut dalam waktu yang lama. (*)
















