Peringatan BMKG! Pasang Tinggi dan Hujan Bisa Picu Banjir Rob di Sumbar

Peringatan BMKG! Pasang Tinggi dan Hujan Bisa Picu Banjir Rob di Sumbar

Ilustrasi banjir rob. (Dok. Pixabay)

Sumbardaily.com, Padang - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Maritim Teluk Bayur mengeluarkan peringatan kewaspadaan terkait potensi banjir rob di sejumlah kawasan pesisir Sumatera Barat (Sumbar) dan Kepulauan Mentawai pada tanggal 18 hingga 21 November 2025.

Peringatan ini disampaikan seiring terjadinya fenomena astronomi Bulan Baru pada 20 November 2025 yang biasanya memicu kenaikan permukaan air laut di berbagai wilayah pesisir.

Menurut BMKG, fase Bulan Baru berpotensi meningkatkan ketinggian pasang sehingga air laut dapat mencapai level yang lebih tinggi dibanding kondisi normal.

Kenaikan pasang tersebut diperkirakan bisa beriringan dengan potensi hujan intensitas sedang yang berpeluang terjadi di wilayah perairan Sumbar dan Kepulauan Mentawai dalam rentang tanggal yang sama.

Dalam periode 18 hingga 21 November 2025, BMKG memperkirakan pasang maksimum dapat mencapai ketinggian antara 1,3 hingga 1,4 meter.

Peningkatan pasang ini diprakirakan terjadi terutama pada rentang pukul 17.00 hingga 20.00 WIB, saat air laut berada dalam fase tertingginya.

Meski potensi banjir rob dinilai tidak memberikan dampak signifikan, BMKG menegaskan bahwa kombinasi pasang tinggi dan hujan dapat memicu genangan di sejumlah titik pesisir.

Kondisi tersebut dapat dirasakan terutama oleh masyarakat yang tinggal atau beraktivitas di kawasan rendah dekat garis pantai Sumatera Barat dan Mentawai.

BMKG Maritim Teluk Bayur meminta masyarakat pesisir tetap mencermati perkembangan kondisi cuaca dan dinamika pasang surut harian.

Kewaspadaan perlu ditingkatkan mengingat kenaikan permukaan air laut dapat mengganggu aktivitas harian warga, termasuk nelayan, pedagang tepi pantai, serta pelaku usaha yang bergantung pada jalur perairan.

Prakirawan BMKG menyampaikan bahwa meskipun dampak banjir rob diperkirakan berskala ringan, kewaspadaan perlu dijaga untuk mengantisipasi kemungkinan perubahan kondisi cuaca secara mendadak.

“Warga di wilayah tepi pantai diimbau bersikap waspada karena potensi banjir rob tetap ada, meskipun tidak berdampak signifikan,” demikian disampaikan BMKG Maritim Teluk Bayur dalam keterangan resminya.

Peringatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mitigasi risiko di tengah pola cuaca yang dinamis dan potensi gangguan aktivitas masyarakat pesisir.

Dengan informasi yang lebih dini, diharapkan warga dapat mengambil langkah antisipasi agar kegiatan mereka tidak terdampak oleh kondisi pasang tinggi yang diperkirakan terjadi selama periode tersebut. (adl)

Baca Juga

Hujan Deras Berimbas Banjir, Tim SAR Gabungan Evakuasi Warga di Padang
Hujan Deras Berimbas Banjir, Tim SAR Gabungan Evakuasi Warga di Padang
Cuaca Ekstrem Datang Tiba-tiba di Padang, Warga Pasa Lalang Kuranji Terjebak Luapan Sungai dan Dievakuasi
Cuaca Ekstrem Datang Tiba-tiba di Padang, Warga Pasa Lalang Kuranji Terjebak Luapan Sungai dan Dievakuasi
Hujan Deras Kepung Padang, Delapan Warga Dievakuasi BPBD di Dadok Tunggul Hitam
Hujan Deras Kepung Padang, Delapan Warga Dievakuasi BPBD di Dadok Tunggul Hitam
Hujan Deras Picu Tanah Longsor di Sitinjau Lauik, Polisi Berlakukan Buka Tutup Arus Lalu Lintas
Hujan Deras Picu Tanah Longsor di Sitinjau Lauik, Polisi Berlakukan Buka Tutup Arus Lalu Lintas
Hujan Deras di Padang Picu Tanah Ambruk, Fondasi Bengkel Timpa Rumah Warga Pegambiran Ampalu
Hujan Deras di Padang Picu Tanah Ambruk, Fondasi Bengkel Timpa Rumah Warga Pegambiran Ampalu
Padang Darurat Banjir, Bocah 9 Tahun di Dadok Tunggul Hitam Dievakuasi Saat Hujan Deras
Padang Darurat Banjir, Bocah 9 Tahun di Dadok Tunggul Hitam Dievakuasi Saat Hujan Deras