Sumbardaily.com, Padang Pariaman – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Pariaman menyiapkan lahan seluas 1,7 hektare sebagai lokasi pembangunan Hunian Sementara (Huntara) bagi warga terdampak bencana.
Penyediaan lahan ini menjadi bagian dalam percepatan pemulihan pascabencana, sekaligus bentuk tanggung jawab pemerintah daerah untuk memastikan masyarakat yang kehilangan tempat tinggal memperoleh hunian yang layak dan aman.
Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis menegaskan bahwa penyediaan lahan Huntara sepenuhnya disiapkan oleh Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman. Menurutnya, langkah ini diambil agar pembangunan hunian sementara dapat segera direalisasikan dan masyarakat terdampak tidak berlama-lama berada di pengungsian.
“Lahan seluas 1,7 hektare ini kami siapkan agar pembangunan Huntara dapat segera direalisasikan. Untuk tahap awal, diusulkan sebanyak 34 unit Huntara bagi masyarakat terdampak di kawasan Asam Pulau dan Pasia Laweh,” ujar John Kenedy Azis saat peletakan peletakan batu pertama pembangunan Huntara yang dipusatkan di kawasan Asam Pulau, Nagari Anduriang, Kecamatan 2x11 Kayu Tanam, yang menjadi salah satu wilayah terdampak bencana, Sabtu (13/12/2025).
Ia menjelaskan, penentuan lokasi Huntara sejak awal telah mempertimbangkan potensi keberlanjutan. Pemerintah daerah menilai lokasi tersebut tidak hanya layak untuk hunian sementara, tetapi juga berpeluang untuk dikembangkan menjadi Hunian Tetap (Huntap) pada tahap berikutnya.
“Kita berharap hunian sementara ini nantinya dapat berlanjut menjadi hunian tetap. Karena itu, sejak awal lokasi Huntara harus disiapkan sekaligus untuk Huntap,” tegasnya.
Dalam rangka mempercepat pembangunan Huntara di wilayah terdampak lainnya, Bupati John Kenedy Azis meminta seluruh camat dan wali nagari agar segera menyiapkan serta mengusulkan lahan di daerah masing-masing. Menurutnya, kesiapan lahan menjadi faktor kunci agar pembangunan hunian dapat dilakukan secara merata dan tepat sasaran.
“Saya minta camat dan wali nagari bergerak cepat, menyiapkan lokasi dan lahan di wilayah masing-masing agar proses pembangunan hunian sementara dapat berjalan merata dan tepat sasaran,” imbuhnya.
John Kenedy Azis juga menjelaskan bahwa pelaksanaan pembangunan Hunian Sementara akan dilakukan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Sementara itu, untuk pembangunan Huntap ke depan, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman berharap dukungan dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).
“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada BNPB atas gerak cepatnya. Untuk Huntap, kami berharap dukungan dari Kementerian PKP agar dapat segera terealisasi,” ujarnya.
Ia menambahkan, Pemkab Padang Pariaman akan terus mempercepat penyiapan lahan relokasi serta pendataan calon penerima Huntara di nagari dan kecamatan lain yang terdampak bencana. Pemerintah daerah berupaya memastikan seluruh warga yang kehilangan rumah akibat bencana dapat segera tertangani.
“Kami menilai lokasi Huntara ini sangat aman dan strategis bagi masyarakat yang kehilangan rumah dan terdampak bencana berat,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Padang Pariaman, Emri Nurman, melaporkan bahwa berdasarkan pendataan terbaru bersama camat dan wali nagari, kebutuhan Huntara di Padang Pariaman masih cukup besar. Sedikitnya 237 unit Huntara masih dibutuhkan untuk menampung pengungsi yang tersisa.
Menurut Emri, lokasi pembangunan Huntara saat ini sedang disiapkan di beberapa titik lainnya, tidak hanya di kawasan Asam Pulau. Seluruh lokasi yang diusulkan harus memenuhi persyaratan clear dan clean sebelum pembangunan dapat dimulai.
“Lokasi pembangunan Huntara sedang kita siapkan di beberapa titik lainnya, tidak hanya di Asam Pulau. Semua lokasi harus clear dan clean,” ungkap Emri.
Ia menegaskan bahwa BNPB juga menekankan pentingnya inventarisasi calon penerima serta kesiapan lahan sebagai syarat utama percepatan pembangunan Huntara.
“Kita harus bergerak cepat dan terkoordinasi sesuai arahan Bupati. Pendataan penerima dan penyiapan lahan menjadi kunci percepatan pembangunan Huntara,” pungkasnya. (red)
















