Sumbardaily.com, Padang – Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) meningkatkan respons cepat setelah bencana melanda berbagai daerah di provinsi tersebut.
Beragam langkah darurat ditempuh untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak terpenuhi, mulai dari pendirian dapur umum, pengerahan personel Taruna Siaga Bencana (Tagana), hingga distribusi bantuan logistik dan beras.
Kepala Dinas Sosial Sumbar, Saifullah, menyampaikan bahwa pemerintah provinsi telah mengaktifkan dua dapur umum tingkat provinsi.
Selain itu, pemerintah kabupaten/kota juga didorong untuk mendirikan dapur umum tambahan sehingga total 55 dapur umum dapat beroperasi melayani warga terdampak.
Seluruh fasilitas memasak ini menjadi tumpuan utama pemenuhan kebutuhan makan masyarakat dalam masa tanggap darurat.
Saifullah menjelaskan bahwa penanganan kebutuhan pangan tidak hanya mengandalkan dapur umum. Dinsos Sumbar turut menyalurkan 8,6 ton beras disertai berbagai bantuan logistik lain yang diperlukan masyarakat.
Distribusi dilakukan melalui jalur darat maupun udara dengan memanfaatkan helikopter untuk menjangkau kawasan yang terisolasi akibat kerusakan akses.
Dalam upaya mempercepat evakuasi dan pelayanan kepada penyintas, sebanyak 605 anggota Tagana yang tersebar di 19 kabupaten/kota telah dikerahkan.
Mereka membantu proses evakuasi, distribusi bantuan, pendirian dapur umum, hingga layanan dukungan psikososial sesuai kebutuhan kondisi masing-masing daerah.
“Semua personel Tagana sudah bergerak. Mereka bekerja siang dan malam mendampingi masyarakat. Ini bentuk kehadiran negara di tengah bencana,” ujar Saifullah, dikutip Senin (1/12/2025).
Di luar upaya lapangan, Dinas Sosial Sumbar juga menghimpun berbagai bentuk donasi, termasuk pakaian layak pakai, untuk didistribusikan kepada masyarakat terdampak.
Gerakan gotong royong antara pemerintah, relawan, dan masyarakat turut memperkuat proses penyaluran bantuan selama masa bencana.
Saifullah menegaskan bahwa koordinasi lintas pemerintah daerah bersama relawan terus diperkuat agar seluruh bantuan dapat tersampaikan secara cepat, tepat sasaran, dan menyentuh kelompok masyarakat yang paling membutuhkan.
“Kami bekerja total. Prioritas kita adalah keselamatan, kebutuhan dasar, dan pemulihan awal masyarakat,” ujarnya. (red)















