Sumbardaily.com, Padang – Pemerintah Kota (Pemko) Padang menjadikan pelaksanaan Pesantren Ramadhan tahun 2025 sebagai momentum evaluasi program yang telah berjalan selama dua dekade.
Program yang ditujukan untuk membekali generasi muda dengan nilai-nilai keagamaan ini akan mendapat perhatian khusus mengingat besarnya anggaran yang telah dikeluarkan setiap tahunnya.
Asisten I Setdako Padang, Edi Hasymi, mengungkapkan keprihatinannya terhadap fenomena kenakalan remaja yang masih marak terjadi meski program Pesantren Ramadhan telah berlangsung puluhan tahun.
"Program ini ibarat seorang anak yang telah dewasa dan seharusnya memiliki dasar yang kuat. Namun, kita masih menyaksikan anak-anak muda terlibat dalam tawuran, penyalahgunaan narkoba, dan berbagai bentuk kenakalan remaja lainnya," ungkapnya saat membuka bimbingan teknis Master of Trainer (MoT) Pesantren Ramadhan di Balaikota Padang, Senin (10/2/2024).
Fenomena ketidakpatuhan remaja terhadap orang tua menjadi salah satu indikator yang mendorong perlunya evaluasi menyeluruh.
"Kita melihat kecenderungan anak-anak lebih menuruti teman dibanding orang tua mereka. Ini menimbulkan pertanyaan tentang efektivitas program Pesantren Ramadhan dalam membentuk karakter," tambah Edi Hasymi.
Untuk memastikan akuntabilitas program, Pemko Padang akan melakukan survei kepada orang tua peserta. Evaluasi ini bertujuan mengukur dampak program terhadap perubahan perilaku anak dalam lingkungan keluarga.
"Setelah menghabiskan anggaran yang tidak sedikit selama 20 tahun, kita perlu memastikan program ini berhasil memberikan fondasi ilmu agama yang kuat kepada pesertanya," tegas Edi.
Dalam rangka meningkatkan kualitas program, Pemko Padang telah menyiapkan 1.145 Master of Trainer yang akan bertugas di seluruh masjid dan musala.
Kepala Bagian Kesra Setdako Padang, Jasman, menjelaskan bahwa 80 orang telah mendapatkan pembekalan intensif dari Bagian Kesra Setdako Padang.
"Pesantren Ramadhan tahun ini akan berlangsung dari 5 hingga 25 Maret 2025, dengan launching pada 21 Februari. Kami mengharapkan partisipasi aktif para guru untuk memindahkan proses pembelajaran ke masjid atau musala, serta menjalankan fungsinya dengan penuh tanggung jawab," jelas Jasman.
Program yang telah menjadi agenda tahunan ini diharapkan dapat memberikan hasil yang lebih optimal melalui evaluasi komprehensif dan perbaikan sistem yang berkelanjutan.
Pemko Padang berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas Pesantren Ramadhan sebagai wadah pembentukan generasi yang berakhlak mulia dan berlandaskan nilai-nilai agama. (red)
















