Pemko Bukittinggi Mulai Benahi Halaman TMSBK, Anggaran Rp1,7 Miliar

Pemko Bukittinggi Mulai Benahi Halaman TMSBK, Anggaran Rp1,7 Miliar

Penataan Halaman TMSBK Dimulai pada 3 September 2026 dengan anggaran Rp1,7 miliar. Pengerjaan kawasan tersebut ditargetkan rampung dalam waktu 100 hari. (Foto: Pemko Bukittinggi)

Sumbardaily.com - Pemerintah Kota Bukittinggi mulai melakukan penataan halaman Taman Marga Satwa dan Budaya Kinantan (TMSBK). Pekerjaan ini diarahkan untuk mengembalikan fungsi kawasan sebagai ruang publik sekaligus mendukung peningkatan kualitas destinasi wisata di Kota Bukittinggi.

Penataan Halaman TMSBK Dimulai pada 3 September 2026 dengan anggaran Rp1,7 miliar. Pengerjaan kawasan tersebut ditargetkan rampung dalam waktu 100 hari.

Pembenahan halaman menjadi bagian dari upaya Pemko Bukittinggi menciptakan kawasan yang dapat digunakan masyarakat dan wisatawan dengan fungsi ruang yang lebih tertata. Penataan tersebut juga mencakup peningkatan dan optimalisasi sarana serta prasarana yang berada di kawasan TMSBK.

Kepala Dinas Pariwisata Bukittinggi, Rofie Hendria, mengatakan pembenahan dilakukan dengan sejumlah sasaran. Di antaranya mengembalikan fungsi lahan sebagai fasilitas umum, menyediakan ruang terbuka yang lebih tertata, serta meningkatkan kualitas pengalaman wisatawan.

Selain itu, penataan kawasan juga ditujukan untuk meningkatkan daya saing pariwisata Kota Bukittinggi. Salah satu perubahan yang dilakukan berada pada material halaman TMSBK.

“Pembenahan mulai dilaksanakan pada 3 September 2026 dengan anggaran sebesar Rp1,7 miliar. Pengerjaan ditargetkan selesai dalam 100 hari. Proses pembenahan dilakukan dengan mengganti beberapa tatanan halaman TMSBK, seperti mengganti paving block dengan batu alam agar ramah bagi anak-anak, disabilitas dan para pengunjung,” ungkap Rofie, Jumat, 4 September 2026.

Penataan tersebut menjadi bagian dari program prioritas daerah yang ditetapkan Pemko Bukittinggi pada 2026. Kawasan TMSBK masuk dalam program tersebut berdasarkan Keputusan Wali Kota Bukittinggi Nomor 188.45-133-2026 tentang Kegiatan Prioritas Daerah Tahun 2026.

TMSBK sendiri memiliki sejarah panjang. Kawasan tersebut telah hadir sejak tahun 1900-an dan dibangun oleh pemerintahan Hindia Belanda. Pada masa awal, kawasan itu diberi nama Stormpark.

Seiring perkembangan kawasan, pada 3 Juli 1929 lokasi tersebut dikembangkan menjadi kebun binatang. Saat itu, namanya berubah menjadi Fort De Kocksche Dieren Park.

Nama Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan kemudian resmi digunakan hingga sekarang. Penamaan tersebut ditetapkan melalui Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 1995.

Dalam perjalanan pengelolaannya, TMSBK telah beberapa kali mengalami pembenahan. Sejumlah fasilitas dibangun untuk mendukung fungsi kawasan sebagai tempat wisata dan ruang bagi masyarakat.

Pembenahan yang pernah dilakukan antara lain pembangunan kandang harimau. TMSBK juga memiliki kandang burung raksasa atau kandang aviari yang disebut sebagai kandang aviari terbesar di Asia Tenggara.

Pada 2021, pembenahan kembali dilakukan melalui pembangunan zona reptil. Berbagai perubahan tersebut menjadi bagian dari pengembangan kawasan TMSBK dari waktu ke waktu.

Pada 2026, Pemko Bukittinggi kembali memasukkan penataan kawasan tersebut sebagai salah satu program prioritas daerah. Fokus kali ini berada pada halaman TMSBK, termasuk pengaturan ruang dan perubahan material pada sejumlah bagian halaman.

Penataan Halaman TMSBK Dimulai dengan sasaran mengembalikan fungsi ruang publik dan memperbaiki pemanfaatan kawasan. Selain itu, pekerjaan ini diharapkan mendukung tersedianya ruang terbuka yang lebih tertata bagi masyarakat maupun pengunjung.

Dengan anggaran Rp1,7 miliar dan target pengerjaan 100 hari, pembenahan halaman TMSBK menjadi bagian dari pengembangan kawasan wisata yang dilakukan Pemko Bukittinggi pada 2026. (*)

Baca Juga

Udara Bukittinggi Masuk Kategori Sedang, Anak-anak hingga Lansia Diminta Waspada
Udara Bukittinggi Masuk Kategori Sedang, Anak-anak hingga Lansia Diminta Waspada
Dua Bulan Berbenah, Tabiang Barasok Bukittinggi Resmi Masuk Program Reaktivasi Wisata
Dua Bulan Berbenah, Tabiang Barasok Bukittinggi Resmi Masuk Program Reaktivasi Wisata
Perpustakaan Umum Bukittinggi Kini Beroperasi, Koleksi 14.468 Judul Buku Siap Diakses
Perpustakaan Umum Bukittinggi Kini Beroperasi, Koleksi 14.468 Judul Buku Siap Diakses
Ekraf Bukittinggi Bangkit Pascabencana, 50 Pelaku Usaha Ikuti Workshop Desain Kemasan
Ekraf Bukittinggi Bangkit Pascabencana, 50 Pelaku Usaha Ikuti Workshop Desain Kemasan
Taman Depan DPRD Bukittinggi Direvitalisasi, Pohon Pinus Tua Mulai Ditebang
Taman Depan DPRD Bukittinggi Direvitalisasi, Pohon Pinus Tua Mulai Ditebang
Bendera Pusaka Diserahkan di Bawah Jam Gadang, Bukittinggi Catat Sejarah Baru
Bendera Pusaka Diserahkan di Bawah Jam Gadang, Bukittinggi Catat Sejarah Baru