Kabupaten Padang Pariaman Dapat DAK Rp5,9 Miliar untuk Bangun 3 Puskeswan

Kabupaten Padang Pariaman Dapat DAK Rp5,9 Miliar untuk Bangun 3 Puskeswan

Hendra Aswara, S.STP., M.M., CGCAE., CFrA., resmi menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Padang Pariaman. Ia dilantik Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis di Hall IKK Parit Malintang, Selasa (18/8/2026).

Sumbardaily.com - Kabupaten Padang Pariaman mendapat alokasi Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2027 dengan total Rp5,907 miliar. Anggaran tersebut diarahkan untuk memperkuat sektor peternakan dan kesehatan hewan, termasuk membangun tiga Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) baru di tiga kecamatan.

Total dana yang diterima Kabupaten Padang Pariaman tersebut terdiri atas DAK Fisik senilai Rp5,45 miliar dan DAK Nonfisik sebesar Rp457,8 juta. Anggaran itu akan digunakan untuk pembangunan fasilitas pelayanan kesehatan hewan, rehabilitasi Puskeswan yang sudah tersedia, pembangunan jalan usaha peternakan, serta berbagai kegiatan pelayanan dan pengawasan kesehatan hewan.

Informasi mengenai alokasi DAK tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Padang Pariaman, Hendra Aswara, di ruang kerjanya, Jumat (4/9/2026). Hendra menyampaikan hal itu setelah menerima laporan dari Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Padang Pariaman, Raflis Efendi.

Menurut Hendra, alokasi anggaran tersebut merupakan hasil dari proses pengusulan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman secara berkelanjutan kepada Kementerian Pertanian. Usulan tidak hanya diajukan sekali, melainkan diperjuangkan sejak 2024 hingga akhirnya mendapat dukungan anggaran untuk 2027.

“Alhamdulillah, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Padang Pariaman untuk tahun 2027 mendapatkan DAK dengan total hampir Rp6 miliar. Ini terdiri dari DAK Fisik sekitar Rp5,45 miliar dan DAK Nonfisik sekitar Rp457,8 juta,” ujar Hendra.

Hendra mengatakan Padang Pariaman menjadi salah satu dari 20 kabupaten/kota di Indonesia yang memperoleh DAK untuk sektor peternakan dan kesehatan hewan. Di tingkat Sumatera Barat, Padang Pariaman disebut menjadi satu-satunya daerah yang memperoleh alokasi DAK tersebut.

Perolehan anggaran itu, kata dia, merupakan hasil dari proses panjang yang dilakukan pemerintah daerah. Sejumlah proposal diajukan untuk memenuhi kebutuhan pembangunan sektor peternakan dan kesehatan hewan di Padang Pariaman.

“Mulai dari tahun 2024 kita sudah memasukkan proposal. Kemudian tahun 2025 kita kembali mengusulkan, bahkan ada enam proposal yang kita sampaikan ke Kementerian Pertanian. Kita terus memperjuangkannya sampai akhirnya alhamdulillah pada tahun 2027 ini Padang Pariaman mendapatkan DAK,” jelasnya.

Tiga Puskeswan Baru Dibangun

Salah satu penggunaan terbesar DAK Fisik adalah pembangunan tiga Puskeswan beserta fasilitas penunjangnya. Tiga fasilitas tersebut direncanakan berdiri di Kecamatan Sungai Geringging, Kecamatan Sungai Limau, dan Kecamatan V Koto Timur.

Pemerintah daerah mengalokasikan Rp3,33 miliar untuk pembangunan ketiga Puskeswan tersebut berikut sarana pendukungnya. Anggaran tidak hanya digunakan untuk mendirikan bangunan, tetapi juga mencakup berbagai kebutuhan operasional pelayanan kesehatan hewan.

Fasilitas yang disiapkan meliputi peralatan kantor, instalasi listrik, sumber air, peralatan klinik, peralatan bedah dan laboratorium, serta peralatan untuk pengambilan sampel.

Selain itu, anggaran tersebut mencakup peralatan produksi ternak, peralatan reproduksi dan kebidanan, serta perangkat pemeriksaan kesehatan bergerak berupa USG.

Hendra berharap keberadaan fasilitas baru tersebut dapat membuat akses masyarakat terhadap layanan kesehatan hewan menjadi lebih dekat.

“Dengan pembangunan tiga Puskeswan baru ini, pelayanan kesehatan hewan di Padang Pariaman akan semakin dekat dengan masyarakat dan peternak,” kata Hendra.

Dua Puskeswan Lama Direhabilitasi

Program DAK Fisik tidak seluruhnya digunakan untuk membangun fasilitas baru. Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman juga menyiapkan anggaran untuk memperbaiki dua Puskeswan yang telah beroperasi.

Dua fasilitas yang akan direnovasi tersebut adalah Puskeswan Kecamatan Sintuk Toboh Gadang (Sintoga) dan Puskeswan Kecamatan VII Koto Sungai Sariak.

Untuk rehabilitasi kedua Puskeswan beserta sarana pendukungnya, disiapkan anggaran Rp1,82 miliar. Perbaikan tersebut menjadi bagian dari upaya peningkatan sarana pelayanan kesehatan hewan yang telah tersedia.

Dengan pembangunan tiga Puskeswan baru sekaligus rehabilitasi dua Puskeswan lama, penguatan fasilitas kesehatan hewan menjadi salah satu fokus penggunaan DAK 2027 di Padang Pariaman.

Ada Jalan Usaha Peternakan

Selain fasilitas kesehatan hewan, sebagian DAK Fisik juga digunakan untuk mendukung akses menuju kegiatan peternakan masyarakat.

Pemerintah daerah mengalokasikan Rp300 juta untuk pembangunan Jalan Usaha Peternakan di Kecamatan Ulakan Tapakis.

Pembangunan jalan tersebut diarahkan untuk mempermudah mobilitas peternak menuju lokasi usaha. Infrastruktur itu juga diharapkan membantu kelancaran distribusi sarana produksi serta hasil peternakan.

“Jalan usaha peternakan ini juga penting untuk mendukung aktivitas masyarakat, terutama dalam memperlancar akses ke lokasi usaha dan distribusi hasil peternakan,” tambahnya.

DAK Nonfisik untuk Layanan Kesehatan Hewan

Sementara itu, DAK Nonfisik sebesar Rp457,8 juta akan digunakan untuk mendukung pelayanan kesehatan hewan sekaligus pengawasan terhadap keamanan produk hewan.

Dana tersebut mencakup penyediaan obat hewan dan bahan pendukung pelayanan kesehatan. Anggaran juga digunakan untuk kegiatan pelayanan kesehatan hewan, pengamatan dan identifikasi penyakit hewan, serta pengiriman dan pengujian sampel ke laboratorium.

Selain pelayanan kesehatan, anggaran tersebut mencakup kegiatan pengawasan keamanan produk hewan. Kegiatannya antara lain berupa pengambilan sampel serta pengiriman dan pengujian sampel produk hewan.

Hendra meminta seluruh dukungan anggaran dari pemerintah pusat tersebut dimanfaatkan secara optimal. Menurut dia, dana tersebut harus berdampak terhadap peningkatan pelayanan kepada masyarakat, terutama peternak.

“Ini merupakan kepercayaan dari pemerintah pusat yang harus kita manfaatkan sebaik-baiknya. Kita berharap pembangunan sarana dan peningkatan pelayanan kesehatan hewan ini benar-benar memberikan manfaat bagi peternak dan masyarakat Padang Pariaman,” tegasnya.

Lima Puskeswan Jadi Ujung Tombak

Dengan pembangunan tiga Puskeswan baru, Padang Pariaman ditargetkan memiliki lima Puskeswan yang menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan hewan di daerah.

Tiga Puskeswan baru akan dibangun melalui dukungan DAK Tahun Anggaran 2027. Sementara itu, dua Puskeswan yang sudah ada akan diperkuat melalui program rehabilitasi dan penyediaan sarana pendukung.

Penambahan fasilitas tersebut diharapkan memperluas jangkauan pelayanan kesehatan hewan kepada masyarakat dan peternak di berbagai wilayah Padang Pariaman.

“Harapan kita, dengan adanya lima Puskeswan nantinya, pelayanan kesehatan hewan dapat menjangkau lebih banyak wilayah dan peternak. Ini tentu menjadi bagian dari upaya kita meningkatkan sektor peternakan dan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Hendra.

Dengan total DAK Rp5,907 miliar, Kabupaten Padang Pariaman akan mengarahkan dukungan pemerintah pusat tersebut untuk pembangunan fasilitas baru, perbaikan sarana yang telah tersedia, peningkatan akses usaha peternakan, serta penguatan pelayanan dan pengawasan kesehatan hewan. (*)

Baca Juga

Bencana Makin Parah, Padang Pariaman Tetapkan Status Tanggap Darurat
Bencana Makin Parah, Padang Pariaman Tetapkan Status Tanggap Darurat
Kecelakaan Kereta Api vs Mobil di Padang Pariaman, 3 Korban Luka-Luka
Kecelakaan Kereta Api vs Mobil di Padang Pariaman, 3 Korban Luka-Luka
LBH Padang Apresiasi Vonis Bebas Terdakwa Kasus Korupsi Ganti Rugi Lahan Tol, Ini Alasannya
LBH Padang Apresiasi Vonis Bebas Terdakwa Kasus Korupsi Ganti Rugi Lahan Tol, Ini Alasannya
Dari Atas Kursi Roda, Yuliswan Berurai Air Mata Saat Hakim Memvonis Bebas
Dari Atas Kursi Roda, Yuliswan Berurai Air Mata Saat Hakim Memvonis Bebas
Feri Amsari Disebut Jarang Mengajar di Unand, Singgung Hasil BKD dan Dugaan Operasi Intelijen Partai Pemerintah
Feri Amsari Disebut Jarang Mengajar di Unand, Singgung Hasil BKD dan Dugaan Operasi Intelijen Partai Pemerintah
740 Ribu UMKM di Sumbar Didorong Naik Kelas, OJK Perkuat Peran BPR dan BPRS
740 Ribu UMKM di Sumbar Didorong Naik Kelas, OJK Perkuat Peran BPR dan BPRS