Sumbardaily.com - Dukungan terhadap rencana pemekaran Nagari Katapiang terus menguat. Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman menyatakan komitmennya untuk mengawal dan mendorong terwujudnya pemekaran wilayah tersebut sebagai bagian dari strategi mempercepat pemerataan pembangunan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Komitmen tersebut disampaikan Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis saat menerima kunjungan silaturahmi rombongan tokoh masyarakat Nagari Katapiang di Kantor Bupati Padang Pariaman, Senin (1/6/2026).
Rombongan yang terdiri dari unsur niniak mamak, cadiak pandai, alim ulama, dan tokoh masyarakat itu dipimpin langsung oleh Pucuk Adat Nagari Katapiang, Mak Rangkayo Dt. Rajo Sampono. Pertemuan tersebut juga dihadiri Wakil Bupati Rahmat Hidayat serta Sekretaris Daerah Hendra Aswara.
Kedatangan rombongan masyarakat Katapiang bertujuan menyampaikan aspirasi sekaligus meminta dukungan pemerintah daerah terhadap rencana pemekaran Nagari Katapiang menjadi sedikitnya lima nagari.
Menariknya, pertemuan berlangsung pada Hari Libur Nasional usai pelaksanaan Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila. Dalam suasana penuh keakraban, aspirasi yang disampaikan masyarakat Katapiang mendapat respons positif dari pemerintah daerah.
Bupati John Kenedy Azis menilai semangat masyarakat untuk mendorong pemekaran wilayah sejalan dengan visi pembangunan daerah yang menempatkan nagari sebagai ujung tombak pelayanan publik.
“Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman tentu menyambut baik gagasan dan keinginan masyarakat Nagari Katapiang untuk melakukan pemekaran. Apa yang disampaikan Ayahanda Mak Rangkayo Rajo Sampono sejalan dengan program pemerintah daerah yang juga menargetkan lahirnya nagari-nagari baru di Kabupaten Padang Pariaman,” ujar Bupati.
Menurutnya, pemekaran nagari tidak hanya dimaknai sebagai penambahan wilayah administratif semata. Langkah tersebut dinilai sebagai strategi untuk menghadirkan pemerintahan yang lebih efektif, mempercepat pelaksanaan pembangunan, serta membuka ruang partisipasi masyarakat yang lebih luas dalam proses pembangunan daerah.
Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman telah menyiapkan berbagai langkah strategis guna mendukung proses pemekaran nagari. Bahkan, pada periode 2026–2027, pemerintah daerah menargetkan jumlah nagari di Kabupaten Padang Pariaman bertambah hingga mencapai sekitar 150 nagari.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, saya bersama Pak Wakil Bupati dan Pak Sekda mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur masyarakat Nagari Katapiang yang memiliki semangat besar untuk memajukan daerahnya melalui pemekaran nagari. Ini menunjukkan kepedulian dan kecintaan masyarakat terhadap kampung halamannya,” ungkapnya.
Bupati juga berharap seluruh tahapan dan mekanisme yang akan ditempuh dalam proses pemekaran dapat berjalan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku sehingga tujuan besar yang diharapkan masyarakat dapat terwujud.
“Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala memudahkan, melancarkan, dan memberkahi ikhtiar kita bersama. Hidup Nagari Katapiang,” tutupnya.
Sementara itu, Pucuk Adat Nagari Katapiang, Mak Rangkayo Dt. Rajo Sampono, menyebut usulan pemekaran didasarkan pada kondisi aktual wilayah yang mengalami pertumbuhan penduduk cukup signifikan.
Ia mengungkapkan, jumlah penduduk Nagari Katapiang saat ini telah melampaui 25 ribu jiwa. Dengan jumlah tersebut, menurutnya, wilayah itu sangat layak untuk dimekarkan menjadi lima nagari.
Menurut Mak Rangkayo Dt. Rajo Sampono, pemekaran akan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kualitas pelayanan administrasi pemerintahan maupun pelayanan publik bagi masyarakat.
“Dengan jumlah penduduk yang sudah melebihi 25 ribu jiwa, Nagari Katapiang sangat layak dimekarkan. Tujuannya agar pelayanan administrasi, pelayanan pemerintahan, dan pelayanan publik bisa lebih dekat, lebih merata, dan lebih tepat sasaran bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, gagasan pemekaran tersebut bukan hanya menjadi keinginan segelintir pihak, melainkan harapan bersama seluruh unsur masyarakat Nagari Katapiang. Dukungan itu datang dari berbagai elemen, mulai dari niniak mamak, alim ulama, cadiak pandai, bundo kanduang hingga generasi muda.
Menurutnya, seluruh elemen masyarakat memiliki tujuan yang sama, yakni mendorong kemajuan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui terbentuknya nagari-nagari baru di masa mendatang.
“Semua memiliki harapan yang sama, yakni mewujudkan pemekaran nagari demi kemajuan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di masa mendatang,” pungkasnya. (*)
















