Sumbardaily.com - Direktorat Samapta Kepolisian Daerah Sumatera Barat (Dit Samapta Polda Sumbar) memperkuat kesiapan personelnya menghadapi dinamika penyampaian aspirasi masyarakat.
Bukan hanya kemampuan teknis pengendalian massa yang diasah, personel juga dipersiapkan agar mampu menjalankan tugas secara humanis, profesional, proporsional dan terukur.
Upaya tersebut dilakukan melalui latihan Pengendalian Massa (Dalmas) gabungan yang digelar Dit Samapta Polda Sumbar pada Kamis (20/8/2026) siang sekitar pukul 11.00 WIB.
Latihan dipimpin Kepala Sub Direktorat Pengendalian Massa (Kasubdit Dalmas) Direktorat Samapta Polda Sumbar, AKBP Efdar Roza.
Latihan Dalmas tersebut menjadi bagian dari persiapan menghadapi berbagai kemungkinan situasi ketika masyarakat menyampaikan pendapat di muka umum.
"Personel tidak hanya dituntut memiliki kesiapan dalam menjalankan prosedur pengamanan, tetapi juga harus mampu menjaga sikap saat berhadapan langsung dengan masyarakat," katanya.
Kesiapan itu, kata Efdar, menjadi penting karena kegiatan penyampaian aspirasi di muka umum dapat menghadirkan beragam situasi yang membutuhkan respons personel secara tepat.
"Karena itu, kemampuan, keterampilan, kekompakan dan kesiapsiagaan menjadi sejumlah aspek yang diperkuat dalam latihan tersebut," katanya.
Dalam pelaksanaannya, personel Dit Samapta Polda Sumbar diarahkan untuk tetap mengedepankan pendekatan humanis.
Sikap profesional dan proporsional juga menjadi bagian dari pelaksanaan tugas agar setiap tindakan yang dilakukan di lapangan tetap sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
"Latihan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Direktur Samapta Polda Sumbar, AKBP Andre Anas. Arahan itu menjadi bagian dari upaya memastikan seluruh personel memiliki kesiapan optimal dalam menghadapi berbagai situasi kamtibmas, terutama ketika berhadapan dengan kegiatan penyampaian pendapat masyarakat," ujar Efdar.

Latihan Dalmas, katanya, tidak sekadar menjadi agenda peningkatan kemampuan personel. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk memastikan kesiapan pasukan ketika harus menghadapi situasi yang membutuhkan koordinasi, kekompakan, serta pengambilan tindakan secara terukur.
Dalam kegiatan itu, Kasi Pasdal, Danki, serta para Danton Dit Samapta Polda Sumbar turut hadir. Mereka bersama-sama memantau sekaligus mendukung jalannya latihan Dalmas gabungan tersebut.
"Setiap bagian dalam struktur pengamanan massa diharapkan memiliki pemahaman dan kesiapan yang selaras ketika nantinya menjalankan tugas di lapangan," katanya.
Kesiapan menghadapi aspirasi masyarakat, kata AKBP Efdar Roza, juga tidak dapat dilepaskan dari aspek keselamatan.
Personel dituntut mampu melaksanakan tugas secara fleksibel sesuai situasi yang dihadapi, namun tetap berada dalam koridor profesionalisme dan ketentuan yang berlaku.
"Melalui latihan Dalmas gabungan tersebut, seluruh personel Dit Samapta Polda Sumbar diharapkan semakin siap menghadapi berbagai kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas)," ucap pria yang akrab disapa Epal itu.
Kemampuan bertindak secara terukur dan profesional menjadi bagian penting dalam pelaksanaan tugas, terutama ketika pengamanan berkaitan dengan penyampaian aspirasi masyarakat.
Pada saat yang sama, pendekatan humanis tetap menjadi penekanan.
Personel diharapkan mampu menjalankan fungsi pelayanan, perlindungan dan pengamanan kepada masyarakat tanpa mengabaikan keselamatan semua pihak.
Latihan itu pada akhirnya diarahkan untuk membangun kesiapan yang lebih menyeluruh.
"Bukan hanya soal kemampuan menghadapi massa, tetapi juga bagaimana personel tetap mampu menjaga profesionalitas, bertindak proporsional, serta mengutamakan keselamatan masyarakat dan personel dalam setiap pelaksanaan tugas," pungkas perwira menengah (Pamen) Polri dengan dua bunga melati di pundaknya tersebut. (*)
















