Rusak Akibat Bencana, Bendung DI Ampek Jirek Padang Pariaman Direhabilitasi Rp979 Juta

Rusak Akibat Bencana, Bendung DI Ampek Jirek Padang Pariaman Direhabilitasi Rp979 Juta

Rehabilitasi Bendung Daerah Irigasi (DI) Ampek Jirek di Korong Sikilie, Nagari Lurah Ampalu, Kecamatan VII Koto Sungai Sarik, Padang Pariaman, mulai dilakukan.

Sumbardaily.com - Rehabilitasi Bendung Daerah Irigasi (DI) Ampek Jirek di Korong Sikilie, Nagari Lurah Ampalu, Kecamatan VII Koto Sungai Sarik, Padang Pariaman, mulai dilakukan. Infrastruktur pengairan yang telah mengalami kerusakan selama kurang lebih 10 tahun itu kini dipulihkan untuk mengembalikan fungsi irigasi bagi lahan pertanian masyarakat.

Bendung DI Ampek Jirek memiliki peran penting karena jaringan pengairannya melayani sekitar 35 hektare areal persawahan. Manfaatnya juga menjangkau kawasan pertanian hingga wilayah Kota Pariaman. Karena itu, perbaikan bendung tidak hanya menyasar kondisi fisik bangunan, tetapi juga berkaitan dengan keberlanjutan kegiatan pertanian dan perekonomian masyarakat.

Pekerjaan rehabilitasi Bendung DI Ampek Jirek memiliki nilai kontrak Rp979.888.000. Pelaksanaan pekerjaan dipercayakan kepada CV Aneka Cipta, sedangkan pengawasan dilakukan CV Gudang Padi. Proyek tersebut memiliki masa pengerjaan selama 120 hari kalender.

Rehabilitasi itu mendapat dukungan Dana Transfer ke Daerah (TKD) untuk penanganan bencana tahun 2026. Dukungan tersebut diberikan setelah kondisi bendung mengalami kerusakan yang semakin berat akibat bencana hidrometeorologi yang melanda Padang Pariaman pada akhir 2025.

Kerusakan yang sebelumnya telah berlangsung selama bertahun-tahun membuat fungsi bendung dan sistem pengairan tidak berjalan optimal. Kondisi tersebut kemudian semakin parah setelah bencana terjadi hingga mengganggu distribusi air menuju lahan pertanian masyarakat.

Pemulihan Bendung DI Ampek Jirek diharapkan membuat jaringan irigasi kembali bekerja secara optimal. Ketersediaan air untuk areal persawahan pun diharapkan menjadi lebih terjamin sehingga petani memiliki kepastian dalam mengelola sawah.

Kondisi irigasi yang kembali berfungsi juga diharapkan mampu menjaga produktivitas pertanian. Dampaknya tidak berhenti pada kegiatan bercocok tanam, tetapi dapat berlanjut pada peningkatan pendapatan petani dan penguatan kesejahteraan masyarakat yang bergantung pada sektor pertanian.

Kebijakan rehabilitasi tersebut dilakukan di tengah pemerintah daerah melakukan efisiensi anggaran. Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis bersama Wakil Bupati Rahmat Hidayat tetap menempatkan pembangunan infrastruktur yang berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat sebagai salah satu prioritas.

John Kenedy Azis sebelumnya menegaskan efisiensi anggaran tidak seharusnya dipahami sebagai penghentian pembangunan. Menurut dia, anggaran yang tersedia perlu diarahkan kepada program yang memiliki manfaat langsung bagi masyarakat.

“Efisiensi bukan berarti pembangunan berhenti. Kita harus memastikan anggaran yang tersedia diarahkan kepada program yang benar-benar memberikan manfaat dan menjawab kebutuhan dasar masyarakat,” ujar JKA dilansir resmi Sabtu (15/8/2026).

Dia mengatakan pemerintah daerah terus melakukan penyesuaian serta pengaturan kembali anggaran dengan memperhatikan skala prioritas. Dengan cara tersebut, program pembangunan yang dinilai benar-benar dibutuhkan masyarakat tetap dapat dijalankan.

Infrastruktur pertanian dan irigasi menjadi salah satu sektor yang mendapat perhatian karena manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang. Infrastruktur pengairan yang berfungsi dengan baik dinilai dapat memberikan dampak berantai terhadap produksi pertanian, pendapatan petani, hingga pertumbuhan ekonomi daerah.

Bagi masyarakat yang mengandalkan lahan pertanian, keberadaan jaringan irigasi menjadi bagian penting dalam mendukung aktivitas produksi. Karena itu, pemulihan Bendung DI Ampek Jirek diharapkan memberikan kepastian pengairan bagi sawah yang selama ini terdampak kerusakan bendung.

JKA juga menekankan ukuran keberhasilan pembangunan tidak semata-mata dilihat dari terselesaikannya sebuah bangunan atau infrastruktur. Pemerintah daerah menilai manfaat yang diterima masyarakat menjadi bagian penting dari pelaksanaan pembangunan.

“Pembangunan tidak hanya dilihat dari berdirinya sebuah infrastruktur, tetapi yang paling penting adalah manfaat yang dirasakan masyarakat. Ketika irigasi kembali berfungsi, petani bisa kembali mengelola sawah dengan lebih baik dan roda perekonomian masyarakat ikut bergerak,” ujarnya.

Rehabilitasi Bendung DI Ampek Jirek menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mempertahankan pembangunan yang bersifat mendasar di tengah keterbatasan fiskal dan kebijakan efisiensi. Infrastruktur tersebut dipandang memiliki fungsi strategis karena berkaitan langsung dengan kebutuhan air bagi lahan pertanian masyarakat.

Setelah pekerjaan selesai, pemerintah daerah berharap fungsi bendung dan jaringan irigasi dapat kembali optimal. Pemulihan tersebut diharapkan memberikan kepastian pengairan bagi sekitar 35 hektare areal persawahan serta mendukung kawasan pertanian yang manfaatnya hingga wilayah Kota Pariaman.

Dengan kembali optimalnya sistem pengairan, petani diharapkan dapat mengelola sawah secara lebih baik dan mempertahankan produktivitas pertanian. Kondisi tersebut pada akhirnya diharapkan ikut memperkuat pendapatan serta ketahanan ekonomi masyarakat di Padang Pariaman dan wilayah sekitarnya.

Pemerintah daerah pun menegaskan efisiensi anggaran tetap berjalan. Namun, pembangunan yang berkaitan dengan kebutuhan dasar dan kepentingan masyarakat luas tetap menjadi perhatian utama, termasuk rehabilitasi Bendung DI Ampek Jirek yang memiliki peran penting bagi aktivitas pertanian. (*)

Baca Juga

Padang Pariaman Dorong Inovasi Pengelolaan Sampah Berbasis Teknologi di IISMEX 2026
Padang Pariaman Dorong Inovasi Pengelolaan Sampah Berbasis Teknologi di IISMEX 2026
Cuaca Ekstrem Padang Pariaman Putuskan Jalan Utama, Akses Warga dan Pelajar Terancam
Cuaca Ekstrem Padang Pariaman Putuskan Jalan Utama, Akses Warga dan Pelajar Terancam
Anggaran Sudah Tersedia tapi Belum Jalan, Bupati Padang Pariaman Beri Teguran
Anggaran Sudah Tersedia tapi Belum Jalan, Bupati Padang Pariaman Beri Teguran
Bendung Limau Manis Mulai Dibangun, Pemko Padang Targetkan Irigasi Pertanian Lebih Optimal
Bendung Limau Manis Mulai Dibangun, Pemko Padang Targetkan Irigasi Pertanian Lebih Optimal
Padang Pariaman Ajukan Lima Kampung Nelayan Merah Putih ke KKP, Dorong Percepatan Sektor Perikanan
Padang Pariaman Ajukan Lima Kampung Nelayan Merah Putih ke KKP, Dorong Percepatan Sektor Perikanan
Delapan Titik Bencana di Padang Pariaman, Kerugian Sementara Capai Rp3 Miliar
Delapan Titik Bencana di Padang Pariaman, Kerugian Sementara Capai Rp3 Miliar