Sumbardaily.com, Padang - Pauh Cup 2025 menunjukkan bagaimana sepak bola kampung mampu menyatukan masyarakat Pauh, membangun solidaritas dan menghidupkan semangat kebersamaan warga.
Berlangsung lebih dari satu bulan, Pauh Cup 2025 melibatkan tim-tim sepak bola dari berbagai kelurahan di Kecamatan Pauh.
Turnamen ini menyedot perhatian warga karena menghadirkan atmosfer kompetisi yang kompetitif sekaligus menjunjung sportivitas, di tengah kondisi masyarakat yang baru saja melewati masa sulit akibat bencana.
Wali Kota Padang, Fadly Amran menilai turnamen sepak bola tingkat kelurahan seperti Pauh Cup memiliki makna lebih luas dari sekadar pertandingan. Selain mendorong pola hidup sehat, kegiatan ini menjadi sarana mempererat kembali ikatan sosial, khususnya di kalangan generasi muda.
"Di tengah kondisi masyarakat yang baru saja melewati masa-masa sulit akibat bencana, kegiatan positif seperti ini diharapkan mampu membangkitkan kembali semangat kebersamaan, khususnya bagi para pemuda,” ujar Fadly Amran, Minggu (25/1/2026) sore.
Menurut Fadly, olahraga merupakan medium efektif untuk menumbuhkan solidaritas, disiplin, dan rasa memiliki terhadap lingkungan sosial.
Turnamen Pauh Cup dinilai sejalan dengan program Pemerintah Kota Padang, Padang Balomba, yang mendorong aktivitas kompetitif sehat berbasis masyarakat.
Ia juga menegaskan harapan agar Pauh Cup tidak berhenti sebagai agenda temporer. Pemerintah Kota Padang membuka peluang agar turnamen tersebut dikembangkan menjadi kegiatan rutin tahunan, bahkan diperluas skalanya.
“Harapan kami, Pauh Cup ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi dapat menjadi agenda rutin tahunan. Bahkan ke depan bisa berkembang lebih besar, baik tingkat kecamatan, kota maupun lebih luas lagi,” katanya.
Dari sisi penyelenggaraan, Pauh Cup 2025 mencatat partisipasi tinggi. Ketua Panitia Pauh Cup 2025, Rizki Alfajri, menyampaikan bahwa turnamen ini diikuti oleh 16 tim dari sembilan kelurahan se-Kecamatan Pauh.
Seluruh rangkaian pertandingan berlangsung tanpa insiden, mencerminkan kedewasaan kompetisi di tingkat lokal.
"Turnamen sepak bola antar kelurahan ini diikuti oleh 16 tim dari sembilan kelurahan se-Kecamatan Pauh. Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, aman, tertib, dan tanpa keributan berkat kerja sama semua pihak,” ungkap Rizki.
Dari hasil akhir kompetisi, Cupak Tangah FC keluar sebagai Juara I, diikuti Koto Lua FC sebagai Juara II, dan Persatuan Sepak Bola Kampung Dalam (PSKD) yang menempati Juara III.
Hasil ini menegaskan potensi sepak bola kelurahan di Pauh yang dinilai layak mendapat ruang pembinaan berkelanjutan.
Lebih dari sekadar perebutan gelar juara, Pauh Cup 2025 memperlihatkan bagaimana sepak bola dapat menjadi instrumen konsolidasi sosial.
Di tingkat akar rumput, turnamen ini menjadi contoh bahwa olahraga mampu menghadirkan harapan, kebersamaan, dan energi positif bagi masyarakat. (red)
















