Sumbardaily.com, Padang – Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata Kota Padang pada tahun 2025 diklaim mengalami peningkatan signifikan dan melampaui target yang ditetapkan. Realisasi pendapatan dari retribusi objek wisata bahkan mencapai 153 persen dari target awal, seiring dengan melonjaknya jumlah kunjungan wisatawan sepanjang tahun lalu.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang, Yudi Indra Syani, menyampaikan bahwa sepanjang 2025 pihaknya berhasil membukukan PAD dari sektor pariwisata sebesar Rp922 juta. Pendapatan tersebut berasal dari retribusi sejumlah destinasi unggulan, antara lain Gunung Padang, Lapau Panjang Chimpago (LPC), dan Youth Center. Angka ini jauh melampaui target PAD yang sebelumnya dibebankan sebesar Rp600 juta.
“Pencapaian ini cukup tinggi, yakni sebesar 153 persen dari target awal yang dibebankan kepada kami sebesar Rp600 juta,” ujar Yudi, Senin (19/1/2026).
Yudi menjelaskan, peningkatan PAD tersebut tidak terlepas dari pertumbuhan kunjungan wisatawan yang terjadi sepanjang 2025. Berdasarkan data Dinas Pariwisata Kota Padang, jumlah wisatawan yang berkunjung mencapai 5,3 juta orang. Angka tersebut meningkat dibandingkan capaian tahun 2024 yang tercatat sebanyak 4,3 juta kunjungan.
Lonjakan kunjungan wisatawan ini dinilai cukup positif, mengingat sektor pariwisata Kota Padang sempat menghadapi tantangan akibat bencana alam yang terjadi di penghujung tahun. Meski demikian, aktivitas pariwisata tetap berjalan dan mampu mendorong peningkatan pendapatan daerah dari sektor tersebut.
Menurut Yudi, salah satu faktor pendorong meningkatnya PAD dan kunjungan wisatawan adalah suksesnya penyelenggaraan berbagai agenda pariwisata berskala besar sepanjang 2025. Salah satunya adalah Taste of Padang Experience yang mengusung tema Road to Gastronomy City dan digelar pada Agustus lalu. Event ini menjadi sarana promosi kuliner sekaligus daya tarik utama bagi wisatawan.
Selain itu, Festival Siti Nurbaya juga berkontribusi besar terhadap peningkatan kunjungan wisatawan. Festival tersebut tidak hanya diminati wisatawan lokal, tetapi juga menarik perhatian wisatawan mancanegara, khususnya dari Malaysia. Kehadiran wisatawan asing ini turut memberikan dampak positif terhadap pergerakan ekonomi dan pendapatan dari sektor pariwisata.
Memasuki tahun 2026, Dinas Pariwisata Kota Padang menetapkan target yang lebih optimistis meskipun daerah tersebut masih berada dalam tahap pemulihan pascabanjir. Target kunjungan wisatawan tahun ini ditetapkan sebesar 5,7 juta orang, sementara target PAD sektor pariwisata dipatok sebesar Rp900 juta.
Untuk mengejar target tersebut, sejumlah strategi dan inovasi telah disiapkan. Di antaranya adalah melanjutkan program Road to Gastronomy City sebagai bagian dari upaya menjadikan Padang sebagai Kota Kreatif UNESCO di bidang kuliner pada 2027. Program ini akan terus diperkuat melalui berbagai agenda promosi dan pengembangan potensi kuliner lokal.
Selain itu, Dinas Pariwisata Kota Padang juga merancang Car Free Night Kota Tua, yakni aktivasi kawasan Kota Tua setiap malam Minggu. Kawasan ini akan diisi dengan pertunjukan musik multi-etnis serta pasar kreatif, yang diharapkan mampu meningkatkan daya tarik wisata malam dan mendorong belanja wisatawan.
Optimalisasi event tetap menjadi fokus utama, dengan Taste of Padang Experience diposisikan sebagai agenda andalan dalam rangkaian peringatan hari jadi Kota Padang. Strategi tersebut diharapkan dapat menjaga tren peningkatan PAD dan kunjungan wisatawan secara berkelanjutan.
“Kami berharap proses pemulihan destinasi wisata yang terdampak bencana dapat selesai dalam dua bulan ke depan, sehingga seluruh objek wisata kembali siap dikunjungi sepenuhnya oleh wisatawan,” pungkas Yudi. (red)














