Bukittinggi Catat Rekor PAD Tertinggi, Dampak Lonjakan Wisata Lebaran 2026

Bukittinggi Catat Rekor PAD Tertinggi, Dampak Lonjakan Wisata Lebaran 2026

Jam Gadang Bukittinggi, salah satu ikon wisata Sumbar. (Foto: Anggun Indri/Sumbar Daily)

Sumbardaily.com – Lonjakan kunjungan wisata selama libur Lebaran 2026 membawa dampak signifikan bagi Kota Bukittinggi, khususnya dalam peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata.

Dalam periode singkat, penerimaan daerah dari retribusi objek wisata berbayar tercatat menembus angka Rp 3,5 miliar, sekaligus menjadi capaian tertinggi dalam tiga tahun terakhir.

Kinerja impresif ini tidak terlepas dari meningkatnya jumlah wisatawan yang memadati berbagai destinasi unggulan di Bukittinggi selama momen Idul Fitri 2026.

Tercatat sebanyak 153.336 pengunjung mendatangi objek wisata yang tersebar di kota tersebut, menunjukkan tren pertumbuhan yang konsisten dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Kepala Dinas Pariwisata Bukittinggi, Rofie Hendria, menyebut capaian ini sebagai indikator kuat bangkitnya sektor pariwisata daerah. Ia mengungkapkan bahwa peningkatan PAD dari sektor wisata terus menunjukkan grafik naik dalam tiga tahun terakhir.

Pada 2024, PAD tercatat sebesar Rp 2,2 miliar, kemudian meningkat menjadi Rp 2,9 miliar pada 2025, dan kini mencapai Rp 3,5 miliar pada 2026.

“Capaian ini menunjukkan tren yang terus meningkat. Pada 2025, PAD tercatat Rp 2,9 miliar dan pada 2024 sebesar Rp 2,2 miliar,” ujar Rofie, dikutip Kamis (2/4/2026).

Dominasi kunjungan wisatawan terlihat jelas pada objek wisata unggulan. Berdasarkan data periode 21–29 Maret 2026, kontribusi terbesar berasal dari kawasan Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan (TMSBK) serta Benteng Fort de Kock.

Kedua destinasi ini menyumbang pendapatan sebesar Rp 3,07 miliar dengan jumlah kunjungan mencapai sekitar 128 ribu wisatawan.

Sementara itu, Taman Panorama dan Lubang Jepang juga mencatatkan kinerja positif dengan pendapatan sebesar Rp 468 juta dari total 24,9 ribu pengunjung. Angka ini memperkuat posisi objek wisata tersebut sebagai destinasi favorit selain TMSBK.

Di luar objek wisata berbayar, ikon utama kota seperti Jam Gadang tetap menjadi magnet wisata non-berbayar yang ramai dikunjungi.

Aktivitas wisata di kawasan ini turut memberikan efek domino terhadap perekonomian lokal, termasuk sektor transportasi, kuliner, perhotelan, hingga pelaku UMKM dan ekonomi kreatif.

Meski terjadi lonjakan wisatawan yang sebagian besar merupakan pemudik, kondisi di lapangan dilaporkan tetap aman dan terkendali. Pemerintah daerah memastikan keamanan dan kenyamanan pengunjung melalui kolaborasi lintas sektor.

Rofie menjelaskan, pengamanan dilakukan secara terpadu oleh TNI-Polri, Satpol PP, serta pihak terkait lainnya. “Selama periode Lebaran, situasi di seluruh objek wisata aman dan kondusif. Tidak terdapat gangguan berarti,” katanya.

Capaian ini semakin mempertegas posisi Bukittinggi sebagai salah satu destinasi unggulan di Sumatera Barat yang memiliki daya tarik tinggi bagi wisatawan, khususnya saat momentum libur panjang seperti Lebaran. (*)

Baca Juga

Wali Kota Padang, Fadly Amran menyampaikan nota keuangan dan Ranperda Perubahan APBD Kota Padang Tahun Anggaran 2026 dalam rapat paripurna DPRD Kota Padang.
Pemko Padang Siapkan APBD Perubahan 2026, Ada Tambahan Pendapatan Rp504 Miliar
Wali Kota Padang, Fadly Amran memimpin rapat perubahan Perda Pajak Daerah dan Retribusi Daerah bersama jajaran Pemko Padang di Gedung Putih Rumah Dinas Wali Kota Padang.
Pemko Padang Bidik Sumber PAD Baru, Perda Pajak dan Retribusi Daerah Segera Diubah
Meluruskan Kesalahan Fatal Jam Gadang
Meluruskan Kesalahan Fatal Jam Gadang
Peringatan 100 Tahun Jam Gadang Diharapkan Perkuat Citra Budaya dan Pariwisata Sumbar
Peringatan 100 Tahun Jam Gadang Diharapkan Perkuat Citra Budaya dan Pariwisata Sumbar
PKL Jam Gadang Ditertibkan, Pedagang Direlokasi ke Pasa Ateh
PKL Jam Gadang Ditertibkan, Pedagang Direlokasi ke Pasa Ateh
Pemkab Dharmasraya Distribusikan SPPT PBB P2 2026, Target PAD Naik Jadi Rp3,55 Miliar
Pemkab Dharmasraya Distribusikan SPPT PBB P2 2026, Target PAD Naik Jadi Rp3,55 Miliar