Sumbardaily.com - Peringatan 100 Tahun Jam Gadang di Kota Bukittinggi diproyeksikan menjadi momentum penting untuk memperkuat identitas budaya Minangkabau sekaligus memperluas promosi pariwisata Sumatera Barat (Sumbar) ke tingkat nasional hingga internasional. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh seluruh rangkaian kegiatan yang akan digelar dalam perayaan satu abad ikon bersejarah tersebut.
Komitmen itu disampaikan Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, saat menghadiri rapat persiapan peringatan satu abad Jam Gadang bersama Pemerintah Kota Bukittinggi di Ruang Rapat Utama Kantor Wali Kota Bukittinggi, Jumat (29/5/2026).
Menurut Mahyeldi, Jam Gadang Bukittinggi memiliki makna yang jauh lebih besar dibanding sekadar landmark kota. Bangunan bersejarah tersebut telah menjadi simbol perjalanan sejarah, kebanggaan masyarakat Sumbar, sekaligus bagian penting dari warisan budaya yang dikenal luas oleh masyarakat Indonesia maupun dunia.
Ia menilai peringatan 100 tahun Jam Gadang harus dimanfaatkan sebagai ruang untuk merefleksikan nilai-nilai sejarah yang terkandung di dalamnya. Selain itu, momentum tersebut juga perlu menjadi sarana memperkuat kolaborasi berbagai pihak dalam menghadirkan kegiatan yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memiliki nilai edukasi, budaya, dan promosi daerah.
“Momentum peringatan 100 tahun Jam Gadang harus menjadi ruang refleksi sejarah sekaligus penguatan kolaborasi untuk menghadirkan kegiatan yang bernilai edukasi, budaya, dan promosi daerah,” kata Mahyeldi, dikutip Sabtu (30/5/2026).
Mahyeldi menjelaskan, perayaan satu abad Jam Gadang perlu dirancang secara bermakna melalui beragam kegiatan edukatif, kultural, serta agenda berskala nasional maupun internasional. Langkah tersebut dinilai penting untuk semakin memperkuat citra budaya Minangkabau di mata dunia.
Tidak hanya itu, Mahyeldi juga menyoroti nilai historis yang melekat pada bangunan tersebut. Menurutnya, peringatan satu abad Jam Gadang turut menggambarkan perjalanan panjang hubungan Indonesia dan Belanda yang mengalami transformasi dari masa kolonial menuju hubungan persahabatan dan kemitraan yang lebih baik.
Jam Gadang diketahui merupakan menara jam yang dihadiahkan oleh Ratu Wilhelmina pada tahun 1926. Karena itu, keberadaannya menyimpan catatan sejarah yang penting dan menjadi bagian dari perjalanan panjang masyarakat Sumbar.
Selain aspek sejarah dan budaya, Mahyeldi melihat peringatan 100 Tahun Jam Gadang juga memiliki potensi besar dalam menggerakkan perekonomian daerah. Kehadiran berbagai agenda dan meningkatnya kunjungan wisatawan diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta sektor pariwisata di Kota Bukittinggi.
“Kita berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat. Karena itu diperlukan sinergi dan kolaborasi semua pihak agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan sukses dan memberi manfaat luas bagi daerah,” ujarnya.
Untuk mewujudkan tujuan tersebut, Mahyeldi mengajak seluruh unsur pemerintah, komunitas, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya agar terlibat aktif dalam menyukseskan peringatan satu abad Jam Gadang.
Sementara itu, Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, mengungkapkan bahwa rangkaian kegiatan peringatan 100 Tahun Jam Gadang akan berlangsung selama hampir tiga pekan, mulai 3 hingga 21 Juni 2026 di Kota Bukittinggi.
Sejumlah agenda telah dipersiapkan untuk memeriahkan perayaan bersejarah tersebut. Berbagai kegiatan yang akan digelar meliputi seminar internasional, Minangkabau Literacy Festival 2026, Jam Gadang Cultural Night, Bukittinggi East Film Festival, Jam Gadang Fun Run, hingga festival kuliner tradisional.
Menurut Ramlan, seluruh agenda tersebut diharapkan tidak hanya menjadi perayaan satu abad berdirinya Jam Gadang, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat citra Sumatera Barat sebagai destinasi wisata budaya yang memiliki kekayaan sejarah dan tradisi yang kuat.
Pemerintah Kota (Pemko) Bukittinggi juga berharap dukungan penuh dari berbagai pihak agar seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan baik. Kesuksesan peringatan 100 Tahun Jam Gadang diharapkan mampu menjadi momentum strategis dalam memperkuat promosi pariwisata daerah sekaligus meneguhkan posisi Jam Gadang sebagai salah satu simbol identitas budaya Minangkabau yang paling dikenal. (*)
Rapat persiapan tersebut turut dihadiri sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Pemerintah Kota Bukittinggi sebagai bentuk dukungan bersama dalam menyukseskan agenda bersejarah tersebut. (*)
















