PAD Kuliner Padang Diklaim Tembus Rp5,6 Miliar Saat Lebaran

PAD Kuliner Padang Diklaim Tembus Rp5,6 Miliar Saat Lebaran

Tagline Padang yang berada di kawasan Pantai Padang (Foto: Dok Istimewa)

Sumbardaily.com – Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor kuliner Kota Padang diklaim mengalami lonjakan signifikan selama libur Lebaran 2026. Momentum Idul Fitri disebut menjadi salah satu faktor utama yang mendorong peningkatan pendapatan hingga mencapai Rp5.649.147.097.

Plt Kepala Bapenda Kota Padang, Fuji Astomi, mengungkapkan bahwa peningkatan PAD kuliner terjadi seiring tingginya aktivitas masyarakat, terutama para perantau yang pulang kampung dan ingin menikmati sajian khas daerah.

Menurutnya, lonjakan tersebut menjadi bukti kuat bahwa sektor kuliner memiliki peran strategis dalam menopang pendapatan daerah, khususnya pada momen-momen tertentu seperti Lebaran.

“Terjadi peningkatan cukup signifikan saat libur Lebaran, karena banyak perantau yang kembali dan ingin menikmati makanan khas daerah,” ujar Fuji Astomi dalam keterangannya, Sabtu (4/4/2026).

Ia menjelaskan bahwa sebelum mengalami peningkatan, PAD dari sektor kuliner berada di kisaran Rp4 miliar. Namun, sejak akhir tahun 2025 hingga memasuki periode Lebaran 2026, angka tersebut terus mengalami kenaikan hingga menembus Rp5,6 miliar.

Kondisi ini tidak terlepas dari status Kota Padang sebagai kota gastronomi yang dideklarasikan pada Agustus 2025. Sejak saat itu, kota yang dikenal dengan kekayaan kulinernya ini semakin ramai dikunjungi wisatawan.

Kota Padang yang memiliki daya tarik kuat di sektor kuliner. Beragam hidangan khas dengan cita rasa autentik menjadi magnet bagi wisatawan, baik dari dalam maupun luar daerah.

Ramainya kunjungan wisatawan, terutama saat libur Idul Fitri, memberikan dampak langsung terhadap peningkatan transaksi di sektor makanan dan minuman. Hal ini kemudian berkontribusi besar terhadap kenaikan PAD.

Selain sektor kuliner, Bapenda Kota Padang juga mencatat kontribusi dari sektor lainnya. Pendapatan dari jasa perhotelan mencapai Rp3.460.240.373, sementara sektor jasa parkir menyumbang Rp129.323.265.

Di sisi lain, sektor jasa kesenian dan hiburan turut memberikan kontribusi sebesar Rp654.035.255. Aktivitas pariwisata yang meningkat selama libur Lebaran menjadi salah satu faktor pendorongnya.

Tak hanya itu, sektor retribusi juga ikut menyumbang PAD sebesar Rp255.344.505. Dari jumlah tersebut, Dinas Perhubungan menjadi penyumbang terbesar dengan nilai Rp218.103.000, sedangkan Dinas Pariwisata menyumbang Rp37.241.505.

Secara keseluruhan, hingga akhir libur Lebaran 2026, total PAD Kota Padang dari berbagai sektor tersebut tercatat mencapai Rp10.148.090.495. Angka ini menunjukkan bahwa momentum Lebaran memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan pendapatan daerah.

Dengan capaian tersebut, sektor kuliner semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu tulang punggung ekonomi Kota Padang. Ke depan, optimalisasi potensi kuliner diharapkan terus dilakukan untuk menjaga tren positif ini. (*)

Baca Juga

Realisasi PAD Padang Sudah 34 Persen, Bapenda Catat Kenaikan Rp10 Miliar
Realisasi PAD Padang Sudah 34 Persen, Bapenda Catat Kenaikan Rp10 Miliar
Rumah Dijual di Lapai Padang Rp1,75 Miliar, Lokasi Dekat Transmart dan SJS
Rumah Dijual di Lapai Padang Rp1,75 Miliar, Lokasi Dekat Transmart dan SJS
Sisa 1 Unit, Rumah Cluster di Ampang Padang Ditawarkan Rp975 Juta
Sisa 1 Unit, Rumah Cluster di Ampang Padang Ditawarkan Rp975 Juta
Cegah Pohon Tumbang Saat Cuaca Ekstrem, DLH Padang Rutin Pangkas Pohon Pelindung
Cegah Pohon Tumbang Saat Cuaca Ekstrem, DLH Padang Rutin Pangkas Pohon Pelindung
Hunian Cluster Strategis di Khatib Sulaiman Padang, Harga Rp1,3 Miliar Dapat Banyak Bonus
Hunian Cluster Strategis di Khatib Sulaiman Padang, Harga Rp1,3 Miliar Dapat Banyak Bonus
Kota Padang Raih Indeks Reformasi Birokrasi Tertinggi di Sumbar, Lampaui Target Nasional
Kota Padang Raih Indeks Reformasi Birokrasi Tertinggi di Sumbar, Lampaui Target Nasional