Operasi SAR Selesai, Korban Terkaman Buaya di Koto Balingka Pasaman Barat Ditemukan Meninggal Dunia

Operasi SAR Selesai, Korban Terkaman Buaya di Koto Balingka Pasaman Barat Ditemukan Meninggal Dunia

Proses evakuasi korban terkaman buaya di Koto Balingka, Kabupaten Pasaman Barat pada Rabu (14/5/2025) siang. (Dok. Basarnas)

Sumbardaily.com, Pasaman Barat - Tim SAR gabungan berhasil menemukan jasad korban yang diterkam buaya di kanal PT BPP Bakrie, Kecamatan Koto Balingka, Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), Sumatera Barat (Sumbar).

Korban yang diketahui Depi Pahrizi (45) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Rabu (14/5/2025) setelah pencarian intensif selama dua hari.

Menurut informasi yang dihimpun, kejadian bermula pada Selasa (13/5/2025) sekitar pukul 11.00 WIB ketika korban bersama rekannya, Mukri (43), berusaha menyeberangi kanal di area perkebunan PT BPP Bakrie. Saat berada di pertengahan kanal, korban tiba-tiba diterkam buaya.

"Saksi Mukri berusaha menarik tangan korban untuk menyelamatkannya, namun upaya tersebut tidak berhasil," kata Koordinator Pos SAR Pasaman, Novi Yurandi.

Setelah kejadian tersebut, warga sekitar segera melakukan pencarian, tetapi korban tidak berhasil ditemukan.

Pihak berwenang kemudian menerima laporan dari Amar Cendana, Sekretaris Nagari Koto Sawah, pada pukul 12.50 WIB di hari yang sama.

Pada hari kedua operasi SAR, Rabu (14/5/2025), tim gabungan mulai melaksanakan pencarian terstruktur sejak pukul 07.00 WIB.

Operasi dibagi menjadi tiga tim dengan pendekatan berbeda untuk memaksimalkan area pencarian.

Tim pertama melakukan penyisiran menggunakan LCR (Light Craft Rescue) dan perahu milik warga di area yang telah ditentukan.

Tim kedua fokus pada pencarian darat di sepanjang kanal dari titik koordinat 0°10'14.01"U - 99°28'5.18"T hingga 0°8'40.89"U - 99°27'29.93"T sejauh 3,9 kilometer. Sementara tim ketiga menggunakan drone untuk memantau area dari udara.

Strategi ini membuahkan hasil pada pukul 11.47 WIB ketika jasad Depi Pahrizi ditemukan sekitar 200 meter dari lokasi kejadian perkara (LKP) pada koordinat 0°11'23.18"U - 99°28'48.20"T.

Penemuan dilakukan menggunakan metode penyisiran sungai dengan bantuan LCR dan peralatan Aqua Eye.

"Korban dievakuasi ke Puskesmas Ujung Gading untuk pemeriksaan lebih lanjut," jelas laporan tersebut.

Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur termasuk lima personel Pos SAR Pasaman, enam personel BPBD Pasaman Barat, empat anggota Polsek Lembah Malintang, dua personel Koramil Ujung Gading, sembilan relawan Local Hero Rescue, serta 55 warga setempat.

Dalam operasi tersebut, tim menggunakan berbagai peralatan pendukung seperti Rescue Car Double Cabin, LCR, peralatan SAR air, peralatan medis, peralatan komunikasi, Aqua Eye untuk pendeteksian bawah air, serta drone untuk pemantauan dari udara.

Setelah korban ditemukan, tim mengadakan debriefing pada pukul 12.35 WIB dan mengusulkan penutupan operasi SAR. Seluruh unsur yang terlibat kemudian dipulangkan ke kesatuan masing-masing.

"Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan menghindari aktivitas di perairan yang diketahui menjadi habitat buaya," tuturnya. (red)

Baca Juga

Misteri Hilangnya Pendaki Gunung Slamet Terungkap Setelah 16 Hari Operasi SAR
Misteri Hilangnya Pendaki Gunung Slamet Terungkap Setelah 16 Hari Operasi SAR
Warga Sialang Limapuluh Kota yang Terseret Arus Deras Sungai Ditemukan Meninggal Dunia oleh Tim SAR Gabungan
Warga Sialang Limapuluh Kota yang Terseret Arus Deras Sungai Ditemukan Meninggal Dunia oleh Tim SAR Gabungan
Remaja 11 Tahun Hanyut di Batang Anai Padang Pariaman, Tim SAR Gabungan Temukan Korban Meninggal
Remaja 11 Tahun Hanyut di Batang Anai Padang Pariaman, Tim SAR Gabungan Temukan Korban Meninggal
Hilang Selama Enam Hari di Perairan Mentawai, 2 Nelayan asal Pagai Selatan Ditemukan Selamat
Hilang Selama Enam Hari di Perairan Mentawai, 2 Nelayan asal Pagai Selatan Ditemukan Selamat
Operasi SAR Gabungan di Pantai Tiku Agam Berakhir, Dua Nelayan Ditemukan Selamat
Operasi SAR Gabungan di Pantai Tiku Agam Berakhir, Dua Nelayan Ditemukan Selamat
Kapal Mati Mesin di Perairan Mentawai, Empat WNA dan Dua WNI Berhasil Diselamatkan
Kapal Mati Mesin di Perairan Mentawai, Empat WNA dan Dua WNI Berhasil Diselamatkan