Remaja 11 Tahun Hanyut di Batang Anai Padang Pariaman, Tim SAR Gabungan Temukan Korban Meninggal

Remaja 11 Tahun Hanyut di Batang Anai Padang Pariaman, Tim SAR Gabungan Temukan Korban Meninggal

Penemuan jasad seorang remaja bernama Isan (11) yang sempar dilaporkan hanyut di Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman. Ia ditemukan meninggal pada Minggu (14/12/2025) siang. (Dok. Basarnas)

Sumbardaily.com, Padang Pariaman - Upaya pencarian terhadap seorang remaja yang dilaporkan hanyut di Sungai Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar) berakhir duka.

Tim SAR Gabungan menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia pada Minggu (14/12/2025) sore, sekitar 2,6 kilometer dari lokasi kejadian awal.

Korban diketahui bernama Isan (11), seorang remaja laki-laki warga Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Sumbar.

Insiden bermula pada Jumat (12/12/2025) sore ketika korban bersama sejumlah rekannya mandi di Sungai Batang Anai. Sekitar pukul 15.50 WIB, korban dilaporkan terseret arus sungai dan dinyatakan hanyut.

Warga setempat sempat melakukan pencarian secara mandiri, namun korban tidak ditemukan hingga laporan diteruskan ke Kantor SAR Padang.

Kepala Kantor SAR Padang yang juga SAR Mission Coordinator (SMC) Padang, Abdul Malik, menjelaskan bahwa pihaknya menerima informasi awal kejadian dari Syahrul Usman, anggota DPRD Kabupaten Padang Pariaman, pada Jumat sore pukul 16.05 WIB.

Menindaklanjuti laporan tersebut, operasi pencarian segera disiapkan dan dilanjutkan secara intensif pada hari ketiga sejak kejadian.

“Pencarian dilaksanakan dengan membagi personel ke dalam beberapa tim, menyisir aliran Sungai Batang Anai dari lokasi kejadian hingga ke arah muara,” kata Abdul Malik dalam keterangannya.

Operasi SAR pada Minggu pagi dimulai pukul 07.00 WIB dengan fokus pencarian berbasis air dan darat.

Tim pertama melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian awal menggunakan LCR sejauh tiga kilometer.

Sementara itu, tim kedua menyusuri aliran sungai dari titik lanjutan hingga ke muara dengan jarak sekitar enam kilometer.

Sedangkan tim ketiga melakukan penyisiran darat sejajar aliran sungai sepanjang kurang lebih tiga kilometer.

Dalam pelaksanaannya, Tim SAR Gabungan mengerahkan sejumlah peralatan, termasuk rescue car, dua unit LCR dan mopel, perlengkapan SAR air, peralatan medis, komunikasi, serta perangkat aqua eye untuk mendeteksi objek di dalam air.

Proses pencarian sempat terkendala kondisi cuaca hujan dengan kecepatan angin sekitar delapan knot.

Hasil pencarian membuahkan hasil pada pukul 18.10 WIB. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di koordinat 0°47'31.9"S 100°18'31.4"T.

"Lokasi penemuan berada sekitar 2,6 kilometer dari titik lokasi kejadian awal. Setelah ditemukan, korban langsung dievakuasi ke Puskesmas Batang Anai untuk penanganan lebih lanjut," katanya.

Setelah proses evakuasi selesai, Tim SAR Gabungan melaksanakan debriefing pada pukul 18.33 WIB. Seluruh unsur yang terlibat, mulai dari Basarnas Padang, Pol Airud, Babinsa, pihak nagari, hingga masyarakat setempat, dikembalikan ke kesatuan masing-masing. Operasi SAR pun diusulkan untuk ditutup.

"Operasi pencarian ini melibatkan sedikitnya 49 personel gabungan, terdiri dari 11 personel Basarnas Padang, 15 personel Pol Airud, satu Babinsa, dua unsur nagari, serta sekitar 20 warga setempat yang turut membantu proses pencarian di lapangan," tutur Abdul Malik. (adl)

Baca Juga

Basarnas Tetap Siaga usai Operasi SAR Solok Ditutup, Bisa Dibuka Lagi Jika Ada Laporan Warga Hilang
Basarnas Tetap Siaga usai Operasi SAR Solok Ditutup, Bisa Dibuka Lagi Jika Ada Laporan Warga Hilang
Tim SAR gabungan menyelesaikan operasi pencarian korban banjir bandang Solok setelah korban kedua, Agusra, ditemukan meninggal dunia pada Jumat (25/9/2026).
Korban Kedua Banjir Bandang Solok Ditemukan Meninggal, Tim SAR Gabungan Tetap Siaga
Tim SAR gabungan melanjutkan pencarian korban banjir bandang Arosuka Kabupaten Solok pada hari keempat dengan membagi area operasi sepanjang sekitar 14 kilometer ke dalam empat sektor.
Hari Keempat Pasca Banjir Bandang Solok, Tim SAR Gabungan Sisir Area Pencarian Sejauh 14 Kilometer
Tim SAR Gabungan melakukan pencarian korban banjir bandang di Kampung Parit, Pasaman.
Enam Hari Dicari, Warga yang Terseret Arus Banjir Bandang Pasaman Ditemukan Meninggal
Tim SAR dan alat berat melakukan penanganan material banjir bandang di kawasan permukiman terdampak di Kabupaten Solok.
Tim SAR Gabungan Temukan Korban Galodo Solok, Operasi Pencarian Masih Berlanjut
Tim SAR Padang dikerahkan menuju Arosuka, Kabupaten Solok, untuk menangani bencana banjir bandang pada Senin malam.
Basarnas Dikerahkan ke Lokasi Galodo di Solok, Akses Lalu Lintas Terputus