Padang, Sumbardaily.com - Isu potensi gempa megathrust yang belakangan ini ramai diperbincangkan di berbagai daerah di Sumatera dan Jawa telah menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat, khususnya yang bermukim di wilayah pesisir.
Kota Padang, Sumatera Barat, sebagai salah satu daerah yang rawan gempa, juga tidak luput dari dampak psikologis isu tersebut.
Menanggapi situasi ini, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Padang, Japeri Jarab, menyerukan kepada seluruh warga untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh isu yang beredar. Ia menegaskan pentingnya menyikapi fenomena ini dari perspektif keagamaan.
Ia menambahkan bahwa prediksi para ahli gempa tentang potensi megathrust memang didasarkan pada kajian ilmiah, namun sebagai umat beragama, masyarakat diimbau untuk tidak panik dan tetap mengedepankan keyakinan pada kekuasaan Tuhan.
Japeri menekankan bahwa setiap peristiwa, termasuk bencana alam, merupakan bagian dari takdir yang telah digariskan oleh Allah SWT. ”Ini merupakan ujian akidah, kita sikapi dengan akidah,” sebutnya.
"Apapun bencana yang akan terjadi, semua merupakan kehendak Allah. Karena Allah yang mengatur semuanya, kita harus serahkan diri kepada Allah, takutlah kepada yang mengatur semuanya,” imbuh Japeri.
Lebih lanjut, ia mengajak masyarakat untuk menjadikan situasi ini sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperdalam keimanan.
Sementara itu, dari sudut pandang mitigasi bencana, Direktur Eksekutif Komunitas Siaga Tsunami (Kogami) Sumatera Barat, Tommy Susanto, memberikan perspektif yang lebih teknis. Ia menjelaskan bahwa isu megathrust bukan hal baru dan sudah lama menjadi perhatian para ahli kebencanaan.
"Informasi yang disampaikan BMKG sebenarnya merupakan pengingat akan potensi Mentawai megathrust yang memang sudah lama kita ketahui," ungkap Tommy. Ia menekankan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi tersebut. (red)
















