Mojtaba Khamenei Jadi Pemimpin Tertinggi Iran, Israel Langsung Bereaksi

Mojtaba Khamenei Jadi Pemimpin Tertinggi Iran, Israel Langsung Bereaksi

Motjaba Khamenei (Foto: Telegram IRGC)

Sumbardaily.com – Iran resmi menunjuk Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran yang baru setelah kematian Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan yang melibatkan Israel dan AS.

Penunjukan ini langsung memicu sorotan internasional, terutama karena Mojtaba merupakan putra kedua dari pemimpin sebelumnya.

Dilansir Al Jazeera, Selasa (10/3/2026), mekanisme penunjukan dilakukan setelah Ali Khamenei terbunuh dalam serangan yang dilancarkan pada hari pertama operasi militer yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel.

Setelah melalui proses pemilihan di Majelis Pakar, lembaga yang memiliki kewenangan menentukan pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei akhirnya terpilih menggantikan posisi ayahnya.

Nama Mojtaba sebenarnya telah lama disebut sebagai salah satu kandidat kuat dalam suksesi kepemimpinan Iran.

Selama bertahun-tahun, ia dikenal sebagai figur berpengaruh di lingkaran dalam kekuasaan pemimpin tertinggi meski tidak pernah secara resmi memegang jabatan publik.

Mojtaba Khamenei juga tidak pernah mengikuti pemilihan umum ataupun mencalonkan diri dalam posisi pemerintahan. Meski demikian, pengaruhnya disebut sangat kuat dalam struktur politik Iran.

Ia diketahui memiliki hubungan dekat dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), salah satu institusi militer paling berpengaruh di negara tersebut.

Saat ini Mojtaba Khamenei berusia 56 tahun. Sepanjang perjalanan politiknya, ia hampir tidak pernah secara terbuka membahas kemungkinan suksesi kepemimpinan Iran.

Isu mengenai penggantian posisi pemimpin tertinggi memang menjadi topik sensitif di dalam negeri.

Sejumlah pengamat menilai bahwa naiknya Mojtaba ke posisi pemimpin tertinggi berpotensi menimbulkan kritik karena dianggap menyerupai sistem dinasti.

Kondisi tersebut mengingatkan pada era monarki Pahlavi yang berkuasa di Iran sebelum terjadinya revolusi Islam 1979.

Jadi Sasaran Ancaman Israel

Di tengah pergantian kepemimpinan di Iran, pemerintah Israel menyatakan akan terus memantau siapa pun yang menggantikan posisi Ali Khamenei.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, bahkan secara terbuka menyampaikan ancaman terhadap pemimpin baru Iran.

Ia menyatakan bahwa militer Israel tidak akan ragu menargetkan siapa pun yang memimpin Iran jika dianggap melanjutkan kebijakan yang mengancam negaranya.

“Setiap pemimpin yang ditunjuk oleh rezim Iran untuk terus memimpin rencana menghancurkan Israel, mengancam AS dan dunia bebas serta negara-negara di kawasan ini, dan menindas rakyat Iran, akan menjadi target yang jelas untuk dieliminasi,” kata Katz dalam pernyataannya seperti dikutip Al Jazeera, Rabu (4/3/2026).

Katz menegaskan bahwa ancaman tersebut berlaku untuk siapa pun yang menggantikan posisi Ali Khamenei.

“Tidak peduli siapa namanya atau di mana dia bersembunyi,” tegasnya.

Pernyataan keras dari pejabat pertahanan Israel itu memperlihatkan bahwa dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah berpotensi semakin memanas setelah pergantian kepemimpinan tertinggi di Iran. (*)

Baca Juga

Sumbar Alami Lonjakan Deforestasi 1.034 Persen, Ancaman Bencana Meningkat
Sumbar Alami Lonjakan Deforestasi 1.034 Persen, Ancaman Bencana Meningkat
Kejati Sumbar Turun Tangan, Proyek Tol Sicincin-Bukittinggi Dikebut
Kejati Sumbar Turun Tangan, Proyek Tol Sicincin-Bukittinggi Dikebut
Penundaan Tol Padang–Pekanbaru Berisiko Naikkan Biaya, Ruas Sicincin–Bukittinggi Disorot
Penundaan Tol Padang–Pekanbaru Berisiko Naikkan Biaya, Ruas Sicincin–Bukittinggi Disorot
Produksi Sampah Capai 700 Ton per Hari, Padang Tancap Gas Bangun PSEL
Produksi Sampah Capai 700 Ton per Hari, Padang Tancap Gas Bangun PSEL
Sumbar Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 6,9 Persen, Investasi Jadi Motor Utama
Sumbar Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 6,9 Persen, Investasi Jadi Motor Utama
Usai Kecelakaan Tragis, KAI Divre II Sumbar Gencar Tutup Perlintasan Liar
Usai Kecelakaan Tragis, KAI Divre II Sumbar Gencar Tutup Perlintasan Liar