Sumbardaily.com, Padang – Sebagai simpul utama transportasi kereta api di Sumatera Barat (Sumbar), Stasiun Padang memegang peran sentral dalam menghubungkan sejumlah kota dan kabupaten di provinsi ini. Terletak di jantung Kota Padang, keberadaan stasiun ini tidak hanya menjadi penggerak mobilitas masyarakat, tetapi juga menopang pertumbuhan sektor ekonomi dan pariwisata daerah.
Melalui dua layanan andalan, yakni Kereta Api Minangkabau Ekspres dan Pariaman Ekspres, Stasiun Padang memperkuat konektivitas antardaerah. Minangkabau Ekspres menghubungkan pusat kota dengan Bandara Internasional Minangkabau (BIM) melalui jalur yang melintasi beberapa stasiun strategis seperti Duku, Tabing, Air Tawar, hingga Pulau Aie.
Sementara itu, Pariaman Ekspres menjadi pilihan utama bagi masyarakat yang ingin berkunjung ke Kota Pariaman, salah satu destinasi wisata andalan Sumatera Barat.
"Stasiun Padang merupakan simpul penting dalam jaringan transportasi KAI di Sumbar. Kami terus berkomitmen meningkatkan pelayanan, kenyamanan, serta integrasi antarmoda demi mendukung mobilitas masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah," ujar Kepala Humas PT KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab.
Dalam rangka mendukung peningkatan layanan, Stasiun Padang kini telah dilengkapi berbagai fasilitas modern. Mulai dari pintu boarding otomatis, ruang tunggu yang nyaman, sistem tiket digital, hingga akses yang ramah bagi penyandang disabilitas.
Tak hanya itu, integrasi dengan moda transportasi lain seperti angkutan kota, ojek daring, dan layanan taksi turut mempermudah akses masyarakat dari dan menuju stasiun.
Data jumlah penumpang yang diberangkatkan dan tiba di Stasiun Padang mencerminkan peningkatan mobilitas yang signifikan dalam tiga tahun terakhir. Pada tahun 2022, jumlah penumpang yang diberangkatkan tercatat sebanyak 364.252 orang, sementara penumpang yang datang mencapai 454.771 orang.
Angka ini melonjak pada tahun 2023 dengan 466.802 penumpang berangkat dan 533.644 penumpang tiba. Tren ini terus berlanjut di tahun 2024 dengan 500.982 penumpang berangkat dan 551.507 penumpang tiba. Sementara itu, sepanjang Januari hingga Mei 2025, jumlah penumpang yang berangkat mencapai 224.263 orang, dan 235.959 orang penumpang tercatat tiba di stasiun ini.
"Dengan jumlah penumpang yang hampir menyentuh separuh dari total pergerakan penumpang di seluruh stasiun wilayah Divre II, Stasiun Padang menjadi titik vital bagi perjalanan lintas kota/kabupaten maupun antarprovinsi," kata Reza menambahkan.
Keberadaan Stasiun Padang semakin strategis dalam mendukung berbagai aktivitas masyarakat. Baik untuk kebutuhan perjalanan kerja, pendidikan, keperluan wisata, hingga distribusi logistik, stasiun ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari sistem mobilitas massal di Sumbar.
PT KAI Divre II Sumbar terus berupaya mewujudkan transportasi publik yang terintegrasi, aman, nyaman, serta berkelanjutan. Melalui peningkatan kualitas layanan dan kolaborasi lintas moda, Stasiun Padang diharapkan dapat menjadi pilar utama sistem transportasi modern di provinsi ini.
Dengan dukungan penuh masyarakat dan komitmen perusahaan untuk terus berinovasi, Stasiun Padang siap melangkah sebagai tulang punggung konektivitas kereta api di Sumbar. (red)













