Klinik Mediska Padang Layani 3.550 Peserta BPJS hingga Semester 1 2026

Klinik Mediska KAI Divre II Sumatera Barat menyediakan layanan kesehatan bagi pekerja, keluarga pekerja, dan masyarakat.

Klinik Mediska KAI Divre II Sumatera Barat terus memberikan layanan kesehatan bagi pekerja, keluarga pekerja, dan masyarakat. Hingga Semester I 2026, Klinik Mediska Padang dan Klinik Mediska Lubuk Alung telah melayani 8.341 pengguna. (Dok. KAI)

Sumbardaily.com - Klinik Mediska milik PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat (KAI Divre II Sumbar) mencatat ribuan pengguna layanan hingga Semester 1 2026. Total 8.341 orang telah memanfaatkan layanan kesehatan di Klinik Mediska Padang dan Klinik Mediska Lubuk Alung.

Angka tersebut menjadi gambaran tingginya pemanfaatan fasilitas kesehatan yang dikelola KAI Divre II Sumbar. Klinik Mediska tidak hanya memberikan pelayanan kepada pekerja dan keluarga pekerja, tetapi juga membuka akses layanan kesehatan bagi masyarakat.

Hingga Semester I 2026, Klinik Mediska Padang tercatat telah melayani 7.885 pengguna. Sementara itu, Klinik Mediska Lubuk Alung memberikan pelayanan kepada 456 pengguna.

Dengan demikian, secara keseluruhan kedua klinik telah melayani 8.341 pengguna dalam enam bulan pertama 2026.

KAI Divre II Sumbar mengeklaim pelayanan tersebut ditopang oleh fasilitas yang memadai, tenaga kesehatan yang kompeten, serta standar pelayanan yang telah mendapatkan Akreditasi Paripurna.

Status tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan layanan kesehatan yang diberikan tetap profesional, aman, dan berkualitas.

Menariknya, pemanfaatan Klinik Mediska Padang juga terlihat dari jumlah masyarakat yang menggunakan skema Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Hingga Semester 1 2026, sebanyak 3.550 pengguna BPJS Kesehatan tercatat telah memanfaatkan layanan di Klinik Mediska Padang.

Tak hanya itu, sebanyak 3.752 masyarakat telah memilih Klinik Mediska Padang sebagai Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).

Data tersebut memperlihatkan bahwa keberadaan Klinik Mediska telah menjadi salah satu pilihan masyarakat untuk mendapatkan layanan kesehatan tingkat pertama.

Sementara itu, Klinik Mediska Lubuk Alung masih berada dalam proses kerja sama dengan BPJS Kesehatan. Kerja sama tersebut menjadi bagian dari langkah untuk memperluas akses pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Jika dibandingkan dengan capaian sepanjang 2025, jumlah pengguna kedua Klinik Mediska juga menunjukkan tingginya aktivitas pelayanan. Sepanjang tahun tersebut, kedua klinik melayani 16.037 pengguna.

Dari total 16.037 pengguna pada 2025, sebanyak 15.620 orang mendapatkan pelayanan di Klinik Mediska Padang.

Adapun Klinik Mediska Lubuk Alung mencatat 417 pengguna. Pada tahun yang sama, Klinik Mediska Padang juga memberikan pelayanan kepada 7.272 pengguna yang merupakan peserta BPJS Kesehatan.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab mengatakan, keberadaan Klinik Mediska tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan kesehatan pekerja dan keluarga pekerja. Fasilitas tersebut juga diarahkan agar memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat.

“Kami terus berupaya menghadirkan pelayanan kesehatan yang profesional, cepat, dan berkualitas. Tingginya jumlah pengguna layanan menjadi indikator meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap Klinik Mediska KAI. Ke depan, kami akan terus melakukan pengembangan layanan, peningkatan fasilitas, serta memperluas akses pelayanan agar manfaatnya dapat dirasakan oleh semakin banyak masyarakat,” katanya, Kamis (30/7/2026).

Menurut Reza, peningkatan pemanfaatan layanan menjadi salah satu gambaran bahwa Klinik Mediska KAI Divre II Sumbar semakin dipercaya.

"KAI juga menempatkan pengembangan layanan dan fasilitas sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas pelayanan kesehatan," ujarnya.

Dengan fasilitas yang lengkap dan dukungan tenaga kesehatan profesional, kedua Klinik Mediska juga telah memenuhi standar Akreditasi Paripurna.

Kondisi tersebut menjadi modal bagi KAI Divre II Sumbar untuk terus mengembangkan layanan kesehatan yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

Klinik Mediska Padang secara khusus didorong untuk terus dimanfaatkan masyarakat sebagai salah satu fasilitas pelayanan kesehatan.

"KAI Divre II Sumbar mengajak masyarakat menggunakan layanan kesehatan yang tersedia dengan mengedepankan kemudahan akses, kecepatan pelayanan, keamanan dan kenyamanan," imbaunya.

Kehadiran ribuan pengguna hingga Semester 1 2026 menunjukkan bahwa klinik yang berada di bawah KAI Divre II Sumbar itutelah menjangkau masyarakat melalui pelayanan umum maupun pemanfaatan skema JKN. (*)

Baca Juga

Puluhan peserta anak mengikuti Fashion Show Cilik di Sky Bridge Stasiun Bandara Internasional Minangkabau dengan memperagakan busana di hadapan dewan juri dan pengunjung.
Fashion Show Cilik KAI Divre II Sumbar, Lahirkan 10 Duta Cilik Baru
Penyerahan bantuan Program TJSL KAI Divre II Sumbar kepada penerima manfaat di Sumatera Barat sebagai dukungan terhadap pendidikan, rumah ibadah dan lingkungan.
KAI Divre II Sumbar Gelontorkan Rp77 Juta Dana TJSL, Lapangan Sekolah hingga Rumah Ibadah jadi Prioritas
KAI Divre II Sumbar bersama Kejaksaan Negeri Bukittinggi membahas penguatan perlindungan aset dan tata kelola perusahaan.
Langkah KAI Divre II Sumbar Lindungi Aset Perusahaan
Penyerahan bantuan Program TJSL KAI Divre II Sumbar kepada kelompok penyandang disabilitas dan SMAN 3 Sawahlunto sebagai bentuk dukungan terhadap pemberdayaan masyarakat dan peningkatan fasilitas pendidikan.
Program TJSL KAI Divre II Sumbar Hadirkan Harapan Baru bagi Penyandang Disabilitas dan Pelajar
Anak-anak peserta lomba mewarnai didampingi orang tua mengikuti peringatan Hari Anak Nasional 2026 di Peron Bandara Stasiun Padang yang diselenggarakan KAI Divre II Sumbar.
KAI Divre II Sumbar Rayakan Hari Anak Nasional 2026 dengan Lomba Mewarnai
Mahasiswa Universitas Dharma Andalas, siswa SMKN 6 Padang, dan petugas KAI Divre II Sumbar memberikan edukasi keselamatan kepada pengguna jalan di perlintasan sebidang KM 0+805 Simpang Haru, Padang.
Mengapa Perlintasan Sebidang Masih Berbahaya? Akademisi dan KAI Divre II Sumbar Beri Jawaban Lewat Edukasi