Sumbardaily.com - Rehabilitasi ruas Jalan Provinsi Baso–Batusangkar yang melintasi Nagari Rao-Rao, Kabupaten Tanah Datar, resmi dimulai. Pekerjaan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas akses transportasi sehingga masyarakat dapat menikmati perjalanan yang lebih aman, nyaman, dan lancar.
Berdasarkan keterangan Kominfo Tanah Datar yang dikutip Kamis (30/7/2026), pelaksanaan rehabilitasi jalan ini merupakan hasil sinergi serta koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Tanah Datar dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dalam menindaklanjuti aspirasi masyarakat terkait kondisi infrastruktur jalan.
Proyek rehabilitasi tersebut didukung anggaran sebesar Rp3,4 miliar dengan masa pelaksanaan selama 150 hari kerja. Selama proses pengerjaan berlangsung, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan ketika melintasi lokasi proyek serta mematuhi seluruh rambu lalu lintas yang dipasang demi menjaga keselamatan bersama.
"Pemerintah Kabupaten Tanah Datar bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terus berupaya menjawab aspirasi masyarakat melalui rehabilitasi ruas Jalan Provinsi Baso–Batusangkar yang melintasi Nagari Rao-Rao," demikian keterangan Kominfo Tanah Datar.
Pemerintah juga mengajak seluruh pengguna jalan untuk mendukung kelancaran proses pembangunan agar pekerjaan dapat berjalan sesuai rencana. Perbaikan jalan dilakukan secara bertahap sehingga membutuhkan dukungan dari seluruh pihak, khususnya masyarakat yang memanfaatkan ruas jalan tersebut setiap hari.
Selain rehabilitasi yang tengah berjalan, Pemerintah Kabupaten Tanah Datar menyatakan akan terus memperjuangkan penanganan ruas-ruas jalan lainnya sebagai bagian dari upaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
"Selama proses pengerjaan, mari berhati-hati saat melintas, patuhi rambu lalu lintas, dan bersama-sama mendukung kelancaran pembangunan. Perbaikan jalan dilakukan secara bertahap, dan Pemkab Tanah Datar akan terus memperjuangkan penanganan ruas jalan lainnya demi pelayanan terbaik bagi masyarakat," tulis Kominfo Tanah Datar.
Pemerintah pun mengingatkan bahwa pembangunan infrastruktur membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat. Semangat kebersamaan tersebut tercermin dalam ajakan, "Jalan kita, tanggung jawab kita bersama," sebagai bentuk komitmen menjaga dan mendukung pembangunan demi kepentingan bersama. (*)
















