Sumbardaily.com, Padang – Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Sumatera Barat (Sumbar) melalui Bandara Internasional Minangkabau (BIM) meningkat signifikan pada Mei 2025. Namun, peningkatan jumlah wisatawan tersebut tidak berbanding lurus dengan tingkat hunian kamar (TPK) hotel, yang justru mengalami penurunan di periode yang sama.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumbar, Sugeng Arianto, mengungkapkan bahwa pada Mei 2025 tercatat sebanyak 8.312 kunjungan wisman masuk ke Sumbar melalui BIM. Angka ini naik 32,57 persen dibandingkan April 2025 yang hanya mencapai 6.270 kunjungan.
"Malaysia masih menjadi negara penyumbang wisman terbanyak dengan 6.361 kunjungan, diikuti oleh Australia 288, Singapura 221, Amerika Serikat 124, dan Prancis 87 orang," ujar Sugeng dalam rilis resmi, Selasa (1/7/2025).
Dari 10 besar negara asal wisman, kunjungan dari Selandia Baru mengalami lonjakan tertinggi, yakni meningkat 104,35 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Hunian Hotel Berbintang Menurun
Meskipun jumlah kunjungan wisman meningkat, TPK hotel berbintang di Sumbar justru mengalami penurunan. Pada Mei 2025, TPK tercatat 43,21 persen, turun 5,13 poin dibandingkan April 2025 48,34 persen. Bila dibandingkan dengan Mei tahun sebelumnya 48,42 persen, penurunan mencapai 5,21 poin.
Penurunan ini terjadi di seluruh kelas hotel berbintang. Hotel bintang satu mengalami penurunan terdalam, yaitu turun 6,99 poin. Hotel bintang dua, empat, dan tiga masing-masing juga mengalami penurunan sebesar 6,94 poin, 4,84 poin, dan 3,20 poin.
Namun demikian, TPK tertinggi pada Mei 2025 masih dicatatkan oleh hotel bintang tiga, yakni sebesar 57,51 persen, disusul hotel bintang empat 43,22 persen, dan hotel bintang dua 38,86 persen. Hotel bintang satu mencatat TPK terendah, yaitu 25,16 persen.
Hotel Nonbintang Juga Turun
TPK pada hotel nonbintang juga mengalami penurunan tajam. Pada Mei 2025, tingkat hunian hanya mencapai 15,86 persen, turun 7,16 poin dari bulan sebelumnya 23,02 persen.
Penurunan paling drastis terjadi pada hotel nonbintang dengan jumlah kamar kurang dari 10, yang turun 9,45 poin. Hotel nonbintang dengan jumlah kamar lebih dari 40 turun 8,64 poin, kelompok 10–24 kamar turun 6,17 poin, dan kelompok 25–40 kamar turun 5,68 poin.
Secara keseluruhan, TPK tertinggi di kategori nonbintang terjadi pada kelompok kamar 10–24 17,53 persen, sedangkan TPK terendah terjadi pada kelompok kamar <10 12,07 persen.
Lama Menginap Sedikit Meningkat
Rata-rata lama menginap tamu (RLMT) di hotel berbintang juga menunjukkan dinamika menarik. Pada Mei 2025, RLMT gabungan antara tamu asing dan domestik tercatat 1,20 malam, naik tipis dibandingkan April 1,16 malam.
Meski demikian, RLMT tamu asing justru turun, dari 1,54 malam menjadi 1,44 malam. Sebaliknya, RLMT tamu domestik naik menjadi 1,20 malam dari sebelumnya 1,15 malam.
Secara klasifikasi hotel, RLMT tertinggi untuk wisatawan asing terjadi pada hotel bintang satu 1,58 malam, disusul hotel bintang empat 1,47 malam, bintang dua 1,42 malam, dan bintang tiga 1,38 malam. Adapun untuk wisatawan domestik, RLMT tertinggi terdapat di hotel bintang tiga 1,25 malam, diikuti hotel bintang empat 1,20 malam, bintang dua 1,16 malam, dan bintang satu 1,02 malam. (pooke)
















