Sumbardaily.com - Langkisau Soaring Club (LASAC) Kabupaten Pesisir Selatan kembali mendorong kebangkitan olahraga paralayang di kawasan Langkisau. Upaya tersebut dilakukan dengan membangun komunikasi bersama Komisi IV DPRD Provinsi Sumatera Barat sekaligus mengajukan proposal bantuan melalui dana aspirasi kepada Anggota DPRD Sumbar asal Pesisir Selatan, Sri Kumala Dewi, yang juga menjadi Ibu Angkat LASAC.
Langkah Langkisau Soaring Club tersebut dilakukan di tengah upaya mengembangkan kembali kegiatan olahraga dirgantara di Kabupaten Pesisir Selatan. LASAC membawa sejumlah kebutuhan dan program yang dinilai penting untuk mendukung pembinaan atlet serta keberlangsungan aktivitas paralayang di kawasan Langkisau.
Audiensi bersama Komisi IV DPRD Sumbar menjadi kesempatan bagi pengurus LASAC untuk menyampaikan secara langsung kondisi serta kebutuhan organisasi. Salah satu perhatian yang dibahas berkaitan dengan ketersediaan sarana dan prasarana pendukung, termasuk peralatan yang dibutuhkan untuk kegiatan paralayang.
Dalam pertemuan tersebut, pengurus LASAC tidak datang sendiri. Mereka didampingi Pembina LASAC Pesisir Selatan Ade Rivai dan Ketua KONI Sumatera Barat Hamdanus. Sementara itu, Sri Kumala Dewi hadir sebagai Anggota DPRD Sumbar sekaligus Ibu Angkat LASAC.
Pembina LASAC Pesisir Selatan, Ade Rivai, mengatakan pertemuan tersebut mendapatkan respons dan dukungan yang sangat baik dari Sri Kumala Dewi. Menurut dia, dukungan tersebut menjadi dorongan bagi LASAC untuk terus menjalankan upaya membangkitkan kembali olahraga paralayang di Pesisir Selatan.
Ade mengatakan pengembangan paralayang tidak hanya berkaitan dengan pencapaian di bidang olahraga. Menurutnya, keberadaan olahraga dirgantara tersebut juga dapat dikembangkan sebagai bagian dari wisata olahraga di kawasan Langkisau.
"Kita ingin menghidupkan kembali kejayaan Langkisau sebagai salah satu lokasi potensial untuk olahraga dirgantara sekaligus wisata olahraga," ujarnya.
Potensi tersebut menjadi salah satu alasan LASAC terus mendorong agar kegiatan paralayang di Langkisau kembali berkembang. Selain memperkuat aktivitas olahraga, pengembangan paralayang diharapkan dapat berjalan beriringan dengan potensi wisata olahraga yang ada di kawasan tersebut.
Sementara itu, Sri Kumala Dewi menyampaikan komitmennya untuk membantu pengembangan olahraga paralayang di Kabupaten Pesisir Selatan. Salah satu bentuk dukungan yang diarahkan dalam upaya tersebut adalah membantu pemenuhan kebutuhan peralatan paralayang.
Ketersediaan peralatan selama ini menjadi salah satu kendala yang dihadapi dalam pengembangan olahraga paralayang. Karena itu, dukungan terhadap pemenuhan sarana tersebut dinilai penting untuk menunjang pembinaan atlet maupun aktivitas LASAC.
Ketua LASAC Kabupaten Pesisir Selatan, Yuher Firmandes, menyambut positif perhatian yang diberikan berbagai pihak terhadap organisasi dan olahraga paralayang. Dia menilai dukungan tersebut menjadi angin segar bagi upaya menghidupkan kembali aktivitas paralayang di Pesisir Selatan.
Menurut Yuher, keterbatasan sarana selama ini menjadi salah satu kondisi yang harus dihadapi LASAC dalam menjalankan berbagai kegiatan. Dengan adanya perhatian dan dukungan, dia berharap kebutuhan tersebut dapat dipenuhi secara bertahap.
"Ini adalah momentum penting bagi LASAC. Apa yang selama ini kita perjuangkan dengan keterbatasan sarana, sedikit demi sedikit mulai mendapatkan perhatian," kata Yuher.
Dia juga menyampaikan apresiasi kepada Sri Kumala Dewi yang selama ini berperan sebagai Ibu Angkat LASAC. Perhatian dan dukungan tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari langkah awal untuk memperkuat pembinaan atlet paralayang di Pesisir Selatan.
Selain pembinaan atlet, dukungan tersebut diharapkan dapat meningkatkan ketersediaan peralatan yang diperlukan LASAC. Dengan sarana yang lebih mendukung, LASAC juga ingin kembali aktif mengikuti berbagai kegiatan dan kompetisi paralayang.
Yuher menilai kebangkitan olahraga paralayang membutuhkan kekompakan dari seluruh keluarga besar LASAC. Karena itu, dia mengajak seluruh anggota untuk menjaga kebersamaan dan terus mempertahankan semangat dalam membangun kembali kejayaan paralayang Langkisau.
"Terima kasih atas perhatian dan dukungannya untuk kebangkitan paralayang Pesisir Selatan. Semoga Langkisau kembali berjaya," katanya.
Bagi Yuher, LASAC bukan hanya berfungsi sebagai wadah bagi kegiatan olahraga. Organisasi tersebut juga menjadi bagian dari keluarga besar yang memiliki kepedulian serta tekad bersama untuk mengembangkan olahraga paralayang di Kabupaten Pesisir Selatan.
Karena itu, upaya menghidupkan kembali paralayang Langkisau tidak hanya bertumpu pada satu pihak. LASAC berharap dukungan dapat terus datang dari pemerintah, legislatif, KONI, serta berbagai pihak lainnya yang memiliki perhatian terhadap perkembangan olahraga di Pesisir Selatan.
Dengan dukungan tersebut, Langkisau Soaring Club optimistis olahraga paralayang dapat kembali berkembang. Kebangkitan tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap prestasi olahraga sekaligus memperkuat daya tarik wisata olahraga di Kabupaten Pesisir Selatan.
Upaya tersebut kini menjadi tekad bersama keluarga besar LASAC untuk terus bergerak dan berkarya. Pembinaan atlet, pemenuhan peralatan, peningkatan aktivitas, serta keikutsertaan dalam berbagai kegiatan dan kompetisi menjadi bagian dari harapan agar olahraga paralayang kembali memiliki aktivitas di Langkisau.
Pada saat yang sama, potensi Langkisau sebagai lokasi olahraga dirgantara dan wisata olahraga juga ingin kembali didorong. Langkah audiensi serta pengajuan proposal bantuan menjadi bagian dari usaha Langkisau Soaring Club untuk mendapatkan dukungan yang dibutuhkan dalam proses tersebut.
Dengan perhatian dari pemerintah, legislatif, KONI, dan pihak lainnya, LASAC berharap keterbatasan sarana yang selama ini menjadi salah satu kendala dapat diatasi secara bertahap. Semangat untuk mengembalikan kejayaan Langkisau pun terus dijaga oleh keluarga besar organisasi tersebut.
Kini, Langkisau Soaring Club menjadikan dukungan yang diperoleh sebagai momentum untuk kembali menggerakkan olahraga paralayang di Pesisir Selatan. Harapannya, Langkisau Soaring Club tidak hanya kembali aktif dalam pembinaan dan kompetisi, tetapi juga ikut memperkuat potensi Langkisau sebagai kawasan olahraga dirgantara sekaligus wisata olahraga. (*)















