Tiga Jembatan Gantung Pesisir Selatan Selesai Dibangun, Akses Pascabencana Pulih

Tiga Jembatan Gantung Pesisir Selatan Selesai Dibangun, Akses Pascabencana Pulih

Tiga jembatan gantung di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, kini kembali menghubungkan akses masyarakat setelah pembangunan selesai. Infrastruktur tersebut sebelumnya terdampak bencana banjir yang terjadi pada 2024. (Foto: BPJN Sumbar)

Sumbardaily.com - Tiga jembatan gantung di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, kini kembali menghubungkan akses masyarakat setelah pembangunan selesai. Infrastruktur tersebut sebelumnya terdampak bencana banjir yang terjadi pada 2024.

Pembangunan 3 jembatan gantung Pesisir Selatan itu dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat. Ketiga jembatan tersebut yakni Jembatan Gantung Koto Rawang, Jembatan Gantung Limau Gadang-Batu Kunik, dan Jembatan Gantung Duku-Subarang Solok.

Informasi mengenai selesainya pembangunan tiga jembatan tersebut dikutip dari Instagram BPJN Sumbar, Senin (24/8/2026). Dalam unggahan tersebut disebutkan bahwa ketiganya merupakan bagian dari penanganan infrastruktur yang terdampak bencana banjir Kabupaten Pesisir Selatan pada 2024.

"Kementerian Pekerjaan Umum melalui BPJN Sumatera Barat telah menyelesaikan pembangunan tiga jembatan gantung di Kabupaten Pesisir Selatan," demikian keterangan dalam unggahan BPJN Sumbar.

Ketiga jembatan itu memiliki ukuran yang berbeda. Jembatan Gantung Koto Rawang dibangun dengan bentang 100 meter dan lebar jalur 1,8 meter.

Jembatan tersebut kembali mendukung aktivitas warga yang membutuhkan akses menuju sekolah, pelayanan kesehatan, hingga distribusi hasil pertanian. Dengan tersambungnya kembali akses tersebut, masyarakat dapat memanfaatkan jembatan untuk menunjang berbagai kebutuhan sehari-hari.

Sementara itu, Jembatan Gantung Limau Gadang-Batu Kunik berada di Nagari Lumpo, Kecamatan IV Jurai. Jembatan ini memiliki bentang 80 meter dengan lebar jalur 1,8 meter.

Pembangunan jembatan tersebut kembali menghadirkan akses bagi masyarakat yang sebelumnya terganggu akibat bencana. Keberadaan jembatan menjadi bagian dari pemulihan konektivitas masyarakat setelah infrastruktur sebelumnya terdampak banjir.

Adapun Jembatan Gantung Duku-Subarang Solok berada di kawasan Tarusan. Jembatan ini memiliki bentang 100 meter dengan lebar jalur 1,8 meter.

Jembatan Duku-Subarang Solok kembali menghubungkan akses masyarakat yang sempat terganggu akibat bencana. Ketiga jembatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari penanganan infrastruktur pascabencana yang dilakukan pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan BPJN Sumatera Barat.

Ditinjau Andre Rosiade

Setelah pembangunan ketiga jembatan rampung, Anggota Komisi VI DPR RI Andre Rosiade bersama Kepala BPJN Sumatera Barat Elsa Putra Friandi dan jajaran meninjau langsung hasil pembangunan.

Peninjauan dilakukan pada Kamis, 20 Agustus 2026. Andre Rosiade didampingi Elsa Putra Friandi serta jajaran dan unsur organisasi perangkat daerah setempat saat melihat kondisi ketiga jembatan tersebut.

Dalam kunjungan itu, rombongan juga melihat langsung pemanfaatan jembatan oleh masyarakat. Peninjauan dilakukan di tiga lokasi sekaligus.

Andre mengatakan jembatan tersebut juga menjadi ikon bagi masyarakat. Namun, dalam peninjauan ditemukan adanya evaluasi terkait pencahayaan di kawasan jembatan.

"Ini juga jadi ikon bagi masyarakat. Banyak masyarakat kalau malam ini terang sekali. Tapi memang ada evaluasi tadi bahwa di jembatan, di jalannya agak gelap," kata Andre dalam pernyataannya yang ditampilkan dalam video Instagram BPJN Sumbar.

Dia menyebut telah ada persetujuan untuk menambah penerangan di lokasi jembatan. Penambahan lampu tersebut diharapkan membuat jalur jembatan lebih terang ketika digunakan pada malam hari.

"Tadi alhamdulillah Pak Andi sudah setuju untuk ditambahkan lampu sorot, lampu tembak, sehingga jembatannya pun jalannya pun akan terang kalau malam," ujarnya.

Andre juga menyoroti proses pemulihan jembatan yang sebelumnya rusak akibat bencana pada 2024. Menurut dia, kondisi tersebut menunjukkan adanya pembangunan kembali infrastruktur yang terdampak sebelum Presiden Prabowo menjabat.

"Jadi ini menunjukkan bukti bahwa pemerintah Presiden Prabowo hadir bersama melalui Kementerian PU untuk membangun jembatan yang sudah rusak sejak tahun 2024 sebelum Pak Prabowo jadi presiden. Jembatannya rusak, dan alhamdulillah hari ini kita bisa melihat jembatannya sudah selesai," katanya.

Ambulans Bisa Melintas

Selain berfungsi sebagai penghubung aktivitas masyarakat, Andre menyebut kondisi jembatan memungkinkan kendaraan ambulans melintas dalam keadaan darurat.

Menurut dia, kendaraan ambulans seperti Gran Max masih dapat melewati jembatan tersebut. Kondisi itu dinilai dapat mendukung masyarakat ketika membutuhkan akses menuju pelayanan kesehatan dalam situasi darurat.

"Bahkan jembatan ini secara emergency masih bisa dilewati oleh mobil ambulans seperti merek Gran Max, itu bisa dilewati. Jadi yang sakit, kalau darurat, jembatan ini bisa dilewati dengan mobil ambulans," ujar Andre.

Pemulihan tiga jembatan tersebut tidak hanya berkaitan dengan akses transportasi masyarakat. BPJN Sumbar menyebut keberadaan infrastruktur itu juga berkaitan dengan aktivitas pendidikan, pelayanan kesehatan, pertanian, dan perekonomian warga.

Sebelumnya, gangguan terhadap jembatan akibat bencana membuat konektivitas masyarakat terganggu. Dengan selesainya pembangunan, akses yang sebelumnya terdampak kini kembali dapat dimanfaatkan.

Kementerian Pekerjaan Umum melalui BPJN Sumatera Barat menempatkan pembangunan tiga jembatan itu sebagai bagian dari upaya memulihkan konektivitas masyarakat Pesisir Selatan setelah bencana.

Jembatan Gantung Koto Rawang, Limau Gadang-Batu Kunik, dan Duku-Subarang Solok kini kembali menjadi jalur penghubung bagi masyarakat. Ketiganya mendukung kebutuhan warga mulai dari perjalanan menuju sekolah, akses pelayanan kesehatan, distribusi hasil pertanian hingga kegiatan perekonomian.

Dengan rampungnya pembangunan 3 jembatan gantung Pesisir Selatan tersebut, akses masyarakat yang sebelumnya terganggu akibat banjir 2024 kembali tersambung. Infrastruktur itu diharapkan terus dimanfaatkan untuk mendukung aktivitas dan kehidupan masyarakat di wilayah Pesisir Selatan. (*)

Baca Juga

Penataan Pantai Carocok Painan Jadi Perhatian, Parkir hingga Transportasi Laut Dibahas
Penataan Pantai Carocok Painan Jadi Perhatian, Parkir hingga Transportasi Laut Dibahas
15 Tahun Jaga Pesisir, Laskar Peduli Lingkungan Ampiang Parak Pessel Raih Peringkat I Wana Lestari Kemenhut
15 Tahun Jaga Pesisir, Laskar Peduli Lingkungan Ampiang Parak Pessel Raih Peringkat I Wana Lestari Kemenhut
Funwalk HUT ke-81 RI di Pesisir Selatan Diikuti Ribuan Warga, Ada 10 Ribu Sarapan Gratis
Funwalk HUT ke-81 RI di Pesisir Selatan Diikuti Ribuan Warga, Ada 10 Ribu Sarapan Gratis
Dengar Pidato Presiden, Bupati Pesisir Selatan Tekankan Kemandirian dan Transformasi Digital
Dengar Pidato Presiden, Bupati Pesisir Selatan Tekankan Kemandirian dan Transformasi Digital
Kasatgas PRR Turun ke Pesisir Selatan, Tinjau Pemulihan Pascabencana
Kasatgas PRR Turun ke Pesisir Selatan, Tinjau Pemulihan Pascabencana
Indeks Reformasi Hukum Pesisir Selatan Raih 98,80, Predikat AA Istimewa pada 2026
Indeks Reformasi Hukum Pesisir Selatan Raih 98,80, Predikat AA Istimewa pada 2026