Dengar Pidato Presiden, Bupati Pesisir Selatan Tekankan Kemandirian dan Transformasi Digital

Dengar Pidato Presiden, Bupati Pesisir Selatan Tekankan Kemandirian dan Transformasi Digital

Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni menghadiri Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Pesisir Selatan untuk mengikuti rangkaian Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI, Jumat (14/8/2026). (Foto: Pemkab Pessel)

Sumbardaily.com - Dengar Pidato Presiden, Bupati Hendrajoni Tekankan Kemandirian dan Transformasi Digital Pessel dalam momentum Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI serta DPD RI Tahun 2026. Pesan mengenai kemandirian daerah yang disampaikan dalam forum kenegaraan dinilai memiliki kaitan erat dengan arah pembangunan di Kabupaten Pesisir Selatan.

Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni menghadiri Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Pesisir Selatan untuk mengikuti rangkaian Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI, Jumat (14/8/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung DPRD Pessel. Rapat paripurna dibuka Ketua DPRD Pessel Darmansyah. Setelah pembukaan, Hendrajoni bersama pimpinan dan anggota DPRD serta para undangan mengikuti rangkaian sidang kenegaraan yang digelar di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, melalui siaran televisi.

Dengar Pidato Presiden, Bupati Hendrajoni Tekankan Kemandirian dan Transformasi Digital Pessel sebagai bagian dari evaluasi arah pembangunan daerah. Ia menyimak berbagai pokok pikiran yang disampaikan dalam forum nasional tersebut, termasuk mengenai hubungan pemerintah pusat dan daerah serta pentingnya membangun kemandirian.

Sejumlah pejabat turut hadir dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Pessel. Mereka di antaranya Ketua DPRD Pessel Darmansyah bersama para Wakil Ketua DPRD, unsur Forkopimda, Sekda Pessel Zainal Arifin, para kepala OPD, serta pejabat eselon III di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan.

Di Jakarta, Sidang Tahunan MPR RI dipimpin Ketua MPR RI Ahmad Muzani. Agenda tersebut kemudian dilanjutkan dengan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI yang dipimpin pimpinan lembaga terkait.

Sidang kenegaraan itu dihadiri Presiden RI Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Sejumlah tokoh nasional juga hadir, termasuk Presiden ke-7 Joko Widodo serta Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla dan Wakil Presiden ke-11 Boediono.

Dalam pidato pengantarnya, Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin membahas pentingnya relasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam proses pembangunan nasional.

Menurut Sultan, otonomi daerah tidak semestinya dipandang sebagai bentuk pemisahan atau pertentangan antara pemerintah pusat dan daerah. Hubungan keduanya justru harus berjalan secara saling melengkapi untuk mencapai tujuan pembangunan.

“Daerah otonom dimaknai sebagai daerah yang mampu mengatur urusannya sendiri dengan kemandirian,” demikian salah satu pokok pemikiran yang disampaikan dalam sidang tersebut.

Sultan juga mengulas perjalanan kepemimpinan nasional dari masa ke masa. Dalam paparannya, ia menyebut Soekarno sebagai Bapak Proklamator, Soeharto sebagai Bapak Pembangunan, Megawati sebagai Srikandi Konstitusi, Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Bapak Perdamaian, dan Joko Widodo sebagai Bapak Infrastruktur.

Selain hubungan pusat dan daerah, isu kemandirian ekonomi menjadi salah satu perhatian dalam forum tersebut. Kekayaan sumber daya alam Indonesia disebut harus dikelola sebesar-besarnya untuk kepentingan dan kemakmuran rakyat.

Langkah untuk mencapai tujuan tersebut dianalogikan seperti mencabut duri dalam daging. Meski prosesnya dapat menimbulkan rasa sakit, langkah tersebut dinilai tetap perlu dilakukan agar berbagai persoalan yang selama ini dirasakan masyarakat tidak terus berlanjut.

Setelah mengikuti seluruh rangkaian sidang, Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni menilai momentum tersebut penting bagi pemerintah daerah. Menurutnya, forum kenegaraan dapat menjadi ruang untuk melihat arah pembangunan nasional sekaligus menjadi bahan bagi daerah dalam mengukur capaian pembangunan yang telah dilakukan.

“Kurang lebih 18 bulan memimpin Pesisir Selatan, sudah ada beberapa pencapaian yang signifikan. Di antaranya rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, pembenahan infrastruktur pertanian dan perkebunan, serta penguatan digitalisasi daerah,” ujar Hendrajoni.

Ia mengatakan pembangunan di Pesisir Selatan tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur fisik. Pemerintah daerah juga mendorong perubahan dalam tata kelola pemerintahan melalui pemanfaatan teknologi digital.

Menurut Hendrajoni, digitalisasi menjadi bagian penting untuk menciptakan pemerintahan yang lebih terbuka sekaligus memudahkan masyarakat mendapatkan pelayanan dan informasi.

“Pesisir Selatan terus membuka diri menjadi daerah yang terbuka informasinya. Pemerintahan digital yang kita bangun akan terus menjadi salah satu capaian penting bagi masyarakat,” katanya.

Dengar Pidato Presiden, Bupati Hendrajoni Tekankan Kemandirian dan Transformasi Digital Pessel juga berkaitan dengan upaya pemerintah daerah dalam mengoptimalkan potensi yang dimiliki Pesisir Selatan. Hendrajoni menilai semangat kemandirian yang disampaikan dalam forum kenegaraan relevan diterapkan dalam pembangunan daerah.

Pemerintah daerah, menurut dia, perlu mengoptimalkan potensi lokal, memperkuat pelayanan publik, serta mendorong masyarakat agar memiliki kemandirian ekonomi. Dengan demikian, pembangunan tidak hanya bertumpu pada pemerintah, tetapi juga melibatkan kemampuan masyarakat dalam mengembangkan potensi yang tersedia.

Di tengah momentum kenegaraan tersebut, perhatian juga tertuju pada prestasi masyarakat Pesisir Selatan di bidang lingkungan. Salah satunya ditorehkan Haridman, Ketua Pemuda Peduli Lingkungan Ampiang Parak, Pesisir Selatan.

Bersama komunitasnya, Haridman berhasil meraih Juara I sebagai komunitas konservasi mangrove tingkat nasional. Prestasi itu menjadi salah satu capaian masyarakat Pesisir Selatan yang turut membawa nama daerah ke tingkat nasional.

Haridman juga mendapat undangan untuk mengikuti rangkaian kegiatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Jakarta.

Capaian tersebut dinilai menunjukkan bahwa kontribusi Pesisir Selatan dalam pembangunan tidak hanya datang dari jajaran pemerintah daerah. Gerakan masyarakat dalam menjaga lingkungan juga menjadi bagian dari kontribusi daerah yang mendapat pengakuan di tingkat nasional.

Prestasi komunitas konservasi mangrove tersebut sekaligus memperlihatkan adanya potensi masyarakat daerah yang dapat dikembangkan lebih jauh. Pemerintah daerah berharap capaian tersebut tidak berhenti pada penghargaan, tetapi dapat menjadi pemicu bagi kelompok masyarakat lainnya untuk menghasilkan karya dan prestasi di berbagai bidang.

Bupati Hendrajoni berharap prestasi yang diraih masyarakat Pesisir Selatan dapat menjadi motivasi bagi warga untuk terus berkarya. Ia juga berharap semakin banyak prestasi lahir dari berbagai sektor sehingga nama Pesisir Selatan semakin dikenal di tingkat nasional.

Dalam konteks pembangunan daerah, Dengar Pidato Presiden, Bupati Hendrajoni Tekankan Kemandirian dan Transformasi Digital Pessel menjadi momentum untuk memperkuat arah pembangunan yang bertumpu pada kemampuan daerah, pelayanan publik, pemanfaatan teknologi, serta kontribusi masyarakat. (*)

Baca Juga

Kasatgas PRR Turun ke Pesisir Selatan, Tinjau Pemulihan Pascabencana
Kasatgas PRR Turun ke Pesisir Selatan, Tinjau Pemulihan Pascabencana
Indeks Reformasi Hukum Pesisir Selatan Raih 98,80, Predikat AA Istimewa pada 2026
Indeks Reformasi Hukum Pesisir Selatan Raih 98,80, Predikat AA Istimewa pada 2026
MV Boelongan di Mandeh Pessel Disiapkan Jadi Destinasi Wisata Sejarah Bawah Laut Unggulan
MV Boelongan di Mandeh Pessel Disiapkan Jadi Destinasi Wisata Sejarah Bawah Laut Unggulan
Ancaman Banjir Koto Baru, Pemkab Pesisir Selatan Dorong Penanganan Tebing Batang Lengayang
Ancaman Banjir Koto Baru, Pemkab Pesisir Selatan Dorong Penanganan Tebing Batang Lengayang
Hari Mangrove Sedunia 2026, Pesisir Selatan Perkuat Komitmen Jaga Ekosistem Mangrove Ampiang Parak
Hari Mangrove Sedunia 2026, Pesisir Selatan Perkuat Komitmen Jaga Ekosistem Mangrove Ampiang Parak
UNP Paparkan Temuan Riset, UMKM Sumbar Masih Hadapi Kesenjangan Infrastruktur Digital
UNP Paparkan Temuan Riset, UMKM Sumbar Masih Hadapi Kesenjangan Infrastruktur Digital