Sumbardaily.com - Kabupaten Solok Selatan hanya akan mengirimkan atlet dari empat cabang olahraga (cabor) untuk berlaga dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026. Sebanyak 130 atlet dipastikan menjadi wakil daerah tersebut dalam ajang olahraga tingkat provinsi itu.
Keikutsertaan Solok Selatan dengan jumlah cabor yang terbatas tidak lepas dari kondisi anggaran. Pemerintah Kabupaten Solok Selatan menyebut ketersediaan dana menjadi salah satu kendala dalam mengikuti seluruh rangkaian pertandingan Porprov tahun ini.
Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) Solok Selatan Pamil Ruskamdani mengatakan pemerintah daerah tetap memberikan ruang bagi cabang olahraga yang ingin berpartisipasi. Para atlet tetap diperbolehkan bertanding meskipun biaya keikutsertaan ditanggung secara mandiri oleh asosiasi olahraga masing-masing.
"Akan ada empat cabang olahraga yang diikuti, yakni sepak bola dan futsal, catur, renang, dan hapkido," kata Pamil dikutip Rabu (30/9/2026).
Dengan demikian, empat cabor tersebut akan menjadi tumpuan Solok Selatan dalam Porprov Sumatera Barat tahun ini. Seluruh kontingen dari cabor yang ikut serta akan menggunakan pembiayaan mandiri dari asosiasi olahraga masing-masing.
Pamil menjelaskan, Disparbudpora sebenarnya telah melakukan proses penganggaran untuk mendukung pelaksanaan Porprov. Proses tersebut dilakukan setelah adanya kesepakatan dalam Rapat Koordinasi Terbatas Kepala Daerah pertama yang membahas pelaksanaan ajang olahraga tersebut.
Namun, proses perubahan APBD tidak berjalan sesuai target waktu yang telah ditetapkan. Pengesahan perubahan APBD diperkirakan baru selesai setelah pelaksanaan Porprov berakhir.
"Disparbudpora sudah melakukan proses penganggaran sejak dilakukannuya kesepakatan pada Rapat Koordinasi Terbatas Kepala Daerah pertama terkait pelaksanaan Poorprov. Namun final proses perubahan APBD tidak sesuai target dan akan selesai pengesahan setelah Porprov usai, sehingga akan berdampak hukum jika dipaksakan menggunakan APBD tahun berjalan," paparnya.
Kondisi tersebut membuat pembiayaan langsung melalui APBD tahun berjalan tidak dapat dipaksakan. Karena itu, empat cabor yang tetap ambil bagian dalam Porprov tahun ini memilih menggunakan biaya mandiri untuk mengikuti pertandingan.
Meski tidak membiayai seluruh keikutsertaan cabor secara langsung, pemerintah Kabupaten Solok Selatan tetap memberikan dukungan melalui jalur lain. Dukungan tersebut disalurkan melalui Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Solok Selatan dalam bentuk dana hibah pembinaan.
Pemerintah daerah juga menyiapkan perhatian bagi atlet yang mampu meraih prestasi dalam ajang tersebut. Salah satunya berupa bonus bagi atlet yang nantinya membawa pulang medali dari Porprov Sumatera Barat.
"Pemerintah kabupaten tetap mmberikan izin serta dukungan pada cabor yang ikut perhelatan Porprov secara mandiri. Saat ini sedang berupaya menyiapkan regulasi bonus bagi atlet-atlet yang nanti berprestasi," imbuhnya.
Porprov Sumatera Barat sendiri memiliki jeda pelaksanaan yang cukup panjang. Ajang tersebut terakhir kali digelar pada 2018. Setelah itu, pelaksanaannya sempat menghadapi kendala akibat pandemi Covid-19 serta persoalan ketersediaan anggaran.
Pada 2026, Porprov Sumatera Barat kembali dijadwalkan berlangsung. Pelaksanaan ajang tersebut direncanakan digelar selama hampir dua pekan, yakni mulai 2 hingga 14 Oktober 2026.
Pembukaan Porprov XVI Sumatera Barat dijadwalkan berlangsung di Kota Padang pada 2 Oktober 2026. Lokasi pembukaan tersebut berbeda dari rencana sebelumnya yang sempat mengarahkan acara pembukaan ke Kabupaten Solok.
Sementara itu, pertandingan dari 53 cabang olahraga yang diperlombakan tidak hanya berlangsung di satu daerah. Kompetisi akan tersebar di sejumlah kabupaten dan kota lain yang ditunjuk sebagai lokasi penyelenggaraan.
Bagi Solok Selatan, keterbatasan jumlah cabor yang dikirim tidak menghentikan partisipasi daerah tersebut dalam pesta olahraga tingkat Sumatera Barat. Sebanyak 130 atlet tetap dipersiapkan untuk membawa nama Solok Selatan melalui empat cabang olahraga yang mengikuti Porprov secara mandiri. (*)
















