Produksi Padi Pessel Baru 160 Ribu Ton, Masih Kejar Target 193 Ribu Ton Tahun Ini

Produksi Padi Pessel Baru 160 Ribu Ton, Masih Kejar Target 193 Ribu Ton Tahun Ini

Ilustrasi petani menyemprotkan racun untuk membasmi hama tikus (Foto: Dok Istimewa)

Sumbardaily.com - Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pemkab Pessel) masih memiliki pekerjaan besar untuk mencapai target produksi padi tahun 2026. Hingga Agustus, produksi gabah baru berada di kisaran 160.000 ton, sementara target yang ditetapkan mencapai 193.000 ton.

Dengan capaian tersebut, masih ada sekitar 33.000 ton gabah yang harus dikejar hingga penghujung 2026. Pemerintah daerah menggenjot sektor pertanian melalui program unggulan Nagari Kanyang sebagai salah satu upaya memperkuat ketahanan pangan daerah.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pesisir Selatan, Hamdi, mengatakan target produksi tersebut dibarengi dengan sasaran luas tanam padi sekitar 41.000 hektare selama 2026.

“Target produksi kita tahun ini 193 ribu ton gabah. Sampai Agustus produksinya sudah sekitar 160 ribu ton. Artinya masih ada sekitar 33 ribu ton yang harus kita kejar sampai akhir tahun,” kata Hamdi dikutip resmi Sabtu (26/9/2026).

Menurut Hamdi, pencapaian target produksi tidak hanya berkaitan dengan jumlah gabah yang dihasilkan. Luas tanam juga menjadi salah satu faktor yang terus didorong pemerintah daerah untuk mengoptimalkan potensi pertanian Pesisir Selatan.

“Untuk mencapai produksi 193 ribu ton itu, target luas tanam kita sekitar 41 ribu hektare. Ini yang terus kita dorong dan optimalkan,” ujarnya.

Selain memperluas dan mengoptimalkan lahan tanam, Pemkab Pessel memiliki modal berupa lahan pertanian yang telah ditetapkan sebagai Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).

Hamdi menyebut terdapat sekitar 22.000 hektare LP2B di Pesisir Selatan. Lahan tersebut dinilai menjadi salah satu kekuatan daerah dalam mempertahankan produksi pangan dalam jangka panjang.

“Kita memiliki sekitar 22 ribu hektare LP2B. Lahan ini tentu harus kita jaga karena menjadi salah satu kekuatan untuk mempertahankan produksi pangan ke depan,” ucapnya.

Penguatan sektor pertanian tersebut menjadi bagian dari arah pembangunan Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni bersama Wakil Bupati Risnaldi Ibrahim. Program Nagari Kanyang diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong peningkatan sektor pertanian di daerah.

Tidak hanya menargetkan produksi gabah, Dinas Pertanian Pesisir Selatan juga membidik pertumbuhan sektor pertanian pada 2026 di atas 10 persen.

Namun, target tersebut harus dihadapkan dengan sejumlah persoalan di lapangan. Salah satunya adalah kondisi infrastruktur pengairan yang belum sepenuhnya mampu mendukung optimalisasi lahan pertanian.

Ketersediaan air menjadi bagian penting dalam menentukan keberhasilan musim tanam. Di Pesisir Selatan, terdapat lima bendungan yang menjadi kewenangan pemerintah pusat. Selain itu, sekitar 40 bendungan berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.

Hamdi mengatakan kondisi sejumlah infrastruktur pengairan tersebut masih menjadi tantangan bagi sektor pertanian.

“Kalau kita lihat kondisinya, sekitar 60 persen mengalami kerusakan. Ini tentu menjadi tantangan karena air sangat menentukan keberhasilan musim tanam,” tuturnya.

Persoalan pertanian juga tidak hanya berkaitan dengan kondisi bendungan dan irigasi. Fenomena El Nino serta bencana alam turut berpotensi mengganggu ketersediaan air dan merusak berbagai sarana yang menunjang kegiatan produksi pertanian.

Karena itu, Dinas Pertanian Pesisir Selatan tidak hanya berkonsentrasi pada pencapaian target produksi 2026. Pemerintah daerah juga mulai mempersiapkan dukungan untuk sektor pertanian pada 2027.

Salah satu langkah yang disiapkan adalah pengajuan proposal bantuan kepada pemerintah pusat dengan nilai sekitar Rp80 miliar. Usulan tersebut ditujukan untuk memperkuat sarana produksi pertanian hingga mendukung mekanisasi.

Dari total usulan tersebut, sekitar Rp20 miliar direncanakan untuk bantuan benih padi dan jagung. Sementara sekitar Rp60 miliar lainnya diusulkan untuk bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) melalui E-Banper.

Bantuan alsintan itu mencakup kebutuhan pertanian mulai dari tahapan prapanen hingga pascapanen.

“Untuk 2027 kita juga sudah menyiapkan usulan yang akan kita bawa ke pusat. Ada bantuan benih padi dan jagung sekitar Rp20 miliar, kemudian alsintan melalui E-Banper sekitar Rp60 miliar untuk prapanen dan pascapanen,” kata Hamdi.

Menurut Hamdi, dukungan benih dan modernisasi peralatan dibutuhkan untuk membantu meningkatkan produktivitas pertanian. Penggunaan alat pertanian juga diharapkan dapat meringankan beban kerja petani dalam menjalankan setiap tahapan produksi.

Penguatan sarana tersebut dirancang tidak hanya untuk satu tahap kegiatan. Dukungan diharapkan dapat mencakup proses sejak pengolahan lahan, kegiatan prapanen, hingga penanganan hasil setelah panen.

Dengan pola tersebut, program Nagari Kanyang tidak semata-mata diarahkan untuk meningkatkan luas tanam dan mengejar jumlah produksi gabah. Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pertanian yang lebih kuat sehingga ketahanan pangan daerah dapat dipertahankan secara berkelanjutan.

“Ketika produksi meningkat, sarana petani semakin baik dan pengelolaan dari prapanen sampai pascapanen semakin optimal, tentu ketahanan pangan semakin kuat. Ini yang terus kita dorong melalui Nagari Kanyang,” pungkasnya. (*)

Baca Juga

Keltan Asa Barokah Agam Kembangkan 2 Hektare Cabai Kopay dengan Bantuan APBN
Keltan Asa Barokah Agam Kembangkan 2 Hektare Cabai Kopay dengan Bantuan APBN
Tekan Inflasi, ASN Payakumbuh Mulai Tanam Cabai dan Bawang Merah di Kantor
Tekan Inflasi, ASN Payakumbuh Mulai Tanam Cabai dan Bawang Merah di Kantor
APBD-P Pessel Rp2,2 Miliar untuk Porprov, Disahkan Hanya 5 Hari Sebelum Pembukaan
APBD-P Pessel Rp2,2 Miliar untuk Porprov, Disahkan Hanya 5 Hari Sebelum Pembukaan
Pangan Murah Hadir di Painan Pessel, Warga Bisa Belanja Sambil Cek Kesehatan
Pangan Murah Hadir di Painan Pessel, Warga Bisa Belanja Sambil Cek Kesehatan
Air Laut Berpotensi Naik, Banjir Rob Mengancam Pesisir Sumbar 8-12 September
Air Laut Berpotensi Naik, Banjir Rob Mengancam Pesisir Sumbar 8-12 September
Jembatan Silaut Pesisir Selatan Dialihkan, Kendaraan 25 Ton Wajib Melintas Satu-satu
Jembatan Silaut Pesisir Selatan Dialihkan, Kendaraan 25 Ton Wajib Melintas Satu-satu