Detik-detik Penemuan Jesra Putra di Pesisir Selatan, Awak Kapal Bagan Lihat Sosok Mengapung di Laut

Detik-detik Penemuan Jesra Putra di Pesisir Selatan, Awak Kapal Bagan Lihat Sosok Mengapung di Laut

Pencarian Jesra Putra (10), bocah yang hilang terseret arus di muara Pantai Simpang Tigo Buayo Putiah, Kabupaten Pesisir Selatan, akhirnya berujung duka., Selasa (12/5/2026). (Foto: Pemkab Pessel).

Sumbardaily.com - Pencarian Jesra Putra (10), bocah yang hilang terseret arus di muara Pantai Simpang Tigo Buayo Putiah, Kabupaten Pesisir Selatan, akhirnya berujung duka.

Setelah tiga hari dicari, korban ditemukan meninggal dunia mengapung di laut, Selasa (12/5/2026) siang.

Penemuan jasad bocah asal Kampung Pasar Taratak, Nagari Taratak, Kecamatan Sutera itu bermula saat kapal bagan Nabila milik nelayan bernama Icong hendak melaut sekitar pukul 12.30 WIB.

Awalnya, awak kapal melihat sosok mencurigakan mengapung di tengah laut di kawasan Batu Mandamai Gunuang Rajo, Kampung Sungai Sirah, Kenagarian Surantih, Kecamatan Sutera.

Karena penasaran, nelayan mendekati lokasi tersebut. Setelah dipastikan merupakan jasad manusia, informasi itu langsung disampaikan kepada warga di tepi pantai.

Wali Nagari Taratak, Dodi Saputra, mengatakan penemuan tersebut menjadi titik akhir pencarian korban yang berlangsung sejak Minggu (10/5/2026).

“Mayat korban pertama kali ditemukan oleh kapal bagan Nabila milik Pak Icong saat hendak melaut. Setelah melihat ada sosok mayat mengapung di tengah laut, beliau langsung menghubungi masyarakat di tepi pantai,” ujar Dodi.

Dari laporan warga tersebut, masyarakat bersama tim gabungan kemudian bergerak menuju lokasi penemuan. Korban selanjutnya dievakuasi dari tengah laut.

Lokasi penemuan jasad Jesra diperkirakan berjarak sekitar 20 kilometer dari titik awal korban dilaporkan hilang terseret arus.

Sebelumnya, Jesra diketahui berenang bersama teman-temannya di kawasan muara Pantai Simpang Tigo Buayo Putiah pada Minggu sore. Saat itu arus laut dilaporkan cukup deras hingga korban terseret dan hilang.

Sejak hari pertama, proses pencarian melibatkan Basarnas, BPBD, TNI-Polri, relawan, nelayan dan masyarakat setempat. Pencarian dilakukan dengan menyisir bibir pantai hingga perairan laut sekitar Kecamatan Sutera.

Selama tiga hari pencarian, keluarga korban terus menanti kabar dengan penuh harapan. Namun suasana berubah pilu setelah jasad Jesra ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

“Kami atas nama Pemerintah Nagari Taratak menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya atas musibah ini. Sejak hari pertama pencarian, seluruh masyarakat bersama tim gabungan terus berupaya dan berharap Jesra dapat ditemukan dalam keadaan selamat. Namun Allah berkehendak lain,” kata Dodi.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pencarian korban.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Basarnas, BPBD, TNI-Polri, relawan, nelayan dan seluruh masyarakat yang tanpa lelah ikut melakukan pencarian. Semoga segala bantuan dan kepedulian yang diberikan menjadi amal ibadah,” tuturnya.

Setelah berhasil dievakuasi, jenazah Jesra langsung dibawa ke rumah duka di Kampung Pasar Taratak untuk dimakamkan pada hari yang sama di belakang rumah keluarganya.

Tangis keluarga pecah saat jasad korban tiba di rumah duka. Warga yang sejak awal mengikuti proses pencarian juga tampak larut dalam suasana haru. (*)

Baca Juga

Kabut Asap Bikin Udara Painan Tidak Sehat, Pemkab Pessel Keluarkan 7 Langkah Antisipasi
Kabut Asap Bikin Udara Painan Tidak Sehat, Pemkab Pessel Keluarkan 7 Langkah Antisipasi
Kabut Asap Mengancam Kesehatan, Siswa di Pessel Jalani Pembelajaran Jarak Jauh
Kabut Asap Mengancam Kesehatan, Siswa di Pessel Jalani Pembelajaran Jarak Jauh
47 Persen Penduduk Belum Kawin, Disdukcapil Pesisir Selatan Rilis Data Terbaru
47 Persen Penduduk Belum Kawin, Disdukcapil Pesisir Selatan Rilis Data Terbaru
Model PERE-SPHL Dikembangkan untuk Tingkatkan Keterampilan Jurus Tunggal Pencak Silat
Model PERE-SPHL Dikembangkan untuk Tingkatkan Keterampilan Jurus Tunggal Pencak Silat
Setelah 46 Tahun, Museum Mande Rubiah Pesisir Selatan Akhirnya Tercatat Nasional
Setelah 46 Tahun, Museum Mande Rubiah Pesisir Selatan Akhirnya Tercatat Nasional
Produksi Padi Pessel Baru 160 Ribu Ton, Masih Kejar Target 193 Ribu Ton Tahun Ini
Produksi Padi Pessel Baru 160 Ribu Ton, Masih Kejar Target 193 Ribu Ton Tahun Ini