Kesenian Tupai Janjang asal Agam Masuk Daftar Warisan Budaya Tak Benda Indonesia

Kesenian Tupai Janjang asal Agam Masuk Daftar Warisan Budaya Tak Benda Indonesia

Kesenian Tupai Janjang (Foto: Tangkapan Layar Video YouTube Dinas Kebudayaan Sumbar)

Sumbardaily.com, Agam - Kesenian Tupai Janjang asal yang berasal dari Nagari Tigo Koto Silungkang, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar) masuk dalam daftar Warisan Budaya Tak Benda Indonesia (WBTBI) tahun 2023.

Keputusan ini ditetapkan oleh Tim Ahli Cagar Budaya dari Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) dalam sidang di Jakarta, Rabu (30/8/2023) yang dihadiri oleh Bupati Agam Andri Warman.

Acara tersebut juga dihadiri oleh Wali Nagari Tigo Koto Silungkang Doni Candra, Maestro Situpai Janjang Amril Sutan Chaniago, serta Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Agam Jupri.

"Iya, kesenian tersebut telah ditetapkan sebagai salah satu Warisan Budaya Tak Benda Indonesia tahun 2023 oleh Tim Ahli Cagar Budaya Kemendikbud Ristek," ungkap Kabid Kebudayaan Disdikbud Agam, Jupri dalam keterangannya dikutip Jumat (1/9/2023).

Jupri menambahkan bahwa pada acara sidang penetapan warisan budaya tersebut, Bupati Agam Andri Warman, juga mendukung agar cerita Tupai Janjang juga diakui sebagai karya budaya dari Kabupaten Agam.

Untuk diketahui, Kesenian Tupai Janjang merupakan tradisi bakaba yang mengisahkan tentang Puti Silinduang Bulan dan Datuak Bandaro yang telah lama menikah namun tidak juga memiliki anak.

Tradisi yang hampir punah ini, selain sebagai hiburan rakyat juga memiliki makna yang bermanfaat bagi dalam kehidupan. Kesenian ini juga banyak mendapat apresiasi dan penghargaan, baik ditingkat nasional maupun internasional. (*/red)

Baca Juga

ASN di Padang Wajib Penuhi 20 Jam Pelajaran per Tahun, PPPK 24 JP per Kontrak
ASN di Padang Wajib Penuhi 20 Jam Pelajaran per Tahun, PPPK 24 JP per Kontrak
Kisah Unik di Balik Nama Ombak Macaronis Mentawai, Berawal dari Bekal Makaroni
Kisah Unik di Balik Nama Ombak Macaronis Mentawai, Berawal dari Bekal Makaroni
Peta kawasan hutan lindung di DAS Aia Dingin yang menjadi sorotan Walhi Sumbar terkait dugaan tumpang tindih sertifikat tanah.
Walhi Sumbar Buka Temuan Peta Sertifikat Tanah yang Bersinggungan dengan Hutan Lindung Aia Dingin Padang
Agam Percepat Pembangunan Huntap Korban Bencana, 92 Unit Mulai Dikerjakan
Agam Percepat Pembangunan Huntap Korban Bencana, 92 Unit Mulai Dikerjakan
Banjir Padang Berulang, Pakar Unand Ungkap Peran Pegunungan dan Sedimen
Banjir Padang Berulang, Pakar Unand Ungkap Peran Pegunungan dan Sedimen
Rachmad Wijaya Kawal Kasus BBM di Padang, 816 Aduan Konsumen Belum Tuntas
Rachmad Wijaya Kawal Kasus BBM di Padang, 816 Aduan Konsumen Belum Tuntas