Sumbardaily.com – Menjelang Idul Adha 2026, pemeriksaan kesehatan hewan kurban mulai menjadi faktor penting yang membantu pedagang menarik minat pembeli di tengah kondisi pasar yang sedang melemah.
Di Kota Padang, pengecekan kesehatan hewan bahkan dinilai menjadi nilai tambah yang mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas hewan kurban yang dijual.
Kondisi tersebut dirasakan langsung oleh Fendi, seorang pedagang sapi di Kelurahan Tabing Banda Gadang, Kecamatan Nanggalo.
Fendi menerima kunjungan tim Kesehatan Hewan (Keswan) dari Dinas Pertanian Kota Padang pada Kamis (7/5/2026) untuk melakukan pemeriksaan terhadap sapi-sapi yang disiapkan menjelang Idul Adha 2026.
Bagi para pedagang hewan kurban, pemeriksaan kesehatan bukan sekadar prosedur rutin dari pemerintah. Pengecekan tersebut juga menjadi bentuk pengakuan atas upaya peternak dalam menjaga kondisi ternak agar tetap sehat dan layak dijual kepada masyarakat.
Fendi mengungkapkan, proses pemeriksaan yang dilakukan tim Keswan memberikan kepastian bahwa sapi-sapi miliknya yang didatangkan dari Siantar, Medan, berada dalam kondisi sehat dan memenuhi syarat sebagai hewan kurban.
Menurutnya, hasil pemeriksaan itu menjadi hal yang sangat penting bagi pedagang karena dapat meningkatkan keyakinan calon pembeli terhadap kualitas hewan yang ditawarkan.
“Pemeriksaan ini sangat memuaskan bagi kami para peternak. Ini menjadi bukti nyata bahwa hewan yang kami sediakan benar-benar layak secara kesehatan dan memenuhi syarat untuk ibadah kurban,” ujar Fendi.
Di tengah menurunnya daya beli masyarakat, jaminan kesehatan hewan dari pemerintah disebut menjadi salah satu faktor utama yang membantu proses penjualan. Label atau tanda sehat yang diberikan Dinas Pertanian dinilai mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat yang ingin membeli hewan kurban.
Selain memberikan ketenangan kepada konsumen, hasil pemeriksaan kesehatan juga menjadi bentuk legalitas yang memperkuat posisi pedagang dalam meyakinkan pembeli bahwa hewan yang dijual bebas dari penyakit menular.
Keuntungan lainnya, para pedagang tidak perlu lagi memberikan penjelasan berulang untuk membuktikan kualitas ternak yang dimiliki. Dengan adanya pemeriksaan resmi dari pemerintah, kondisi kesehatan hewan sudah memiliki standar yang jelas dan dapat dipercaya masyarakat.
Meski begitu, Fendi mengakui minat beli masyarakat pada tahun ini mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya. Kondisi pasar yang belum sepenuhnya stabil membuat penjualan hewan kurban tidak semeriah tahun lalu.
Namun demikian, ia tetap optimistis menghadapi musim penjualan Idul Adha 2026. Saat ini, Fendi telah menyiapkan sebanyak 69 ekor sapi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang akan berkurban.
Ia menilai dukungan Dinas Pertanian Kota Padang melalui pemeriksaan kesehatan hewan secara rutin sangat membantu pedagang lokal dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap kualitas hewan kurban yang dijual.
“Dengan adanya jaminan ini, minat masyarakat yang masih ada bisa kita layani dengan maksimal karena mereka tidak ragu lagi soal kesehatan hewannya,” pungkasnya.
Pemeriksaan kesehatan hewan kurban pun kini tidak hanya menjadi bentuk perlindungan bagi konsumen, tetapi juga menjadi angin segar bagi pedagang lokal yang tengah menghadapi tantangan penurunan daya beli menjelang Idul Adha 2026. (*)
















