Sumbardaily.com, Padang Pariaman - Kondisi kerusakan infrastruktur di Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, kembali menjadi perhatian setelah rombongan yang dipimpin Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Muhammad Qodari bersama Danrem 032/Wirabraja, Brigjen TNI Machfud meninjau langsung kawasan terdampak banjir bandang dan tanah longsor.
Cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut beberapa waktu lalu telah memutus konektivitas utama warga, termasuk robohnya Jembatan Anduriang dan terputusnya jalur vital Lembah Anai.
Setibanya di lokasi pada Sabtu (29/11/2025), rombongan disambut Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis dan jajaran Forkopimda.
Mereka langsung bergerak menuju titik-titik yang terdampak paling parah untuk memahami seberapa besar gangguan yang dialami masyarakat akibat rusaknya dua jalur transportasi penting tersebut.
Di sepanjang rute terdampak, material longsor, serpihan bangunan jembatan, serta jejak banjir bandang terlihat masih mendominasi area.
"Kerusakan paling signifikan terlihat pada Jembatan Anduriang, yang selama ini menjadi penghubung utama mobilitas warga di Kayu Tanam," kata Danrem.
Struktur jembatan itu, kata Machfud, ambruk sepenuhnya setelah diterjang aliran deras banjir bandang.
Sementara itu, jalan Lembah Anai, jalur penghubung antar daerah yang selalu ramai dilalui kendaraan, putus total karena tumpukan material longsor yang menutup badan jalan.
Kondisi ini telah memaksa warga mencari jalur alternatif yang lebih jauh serta menghambat aktivitas ekonomi harian.
Dalam peninjauannya, Muhammad Qodari menegaskan bahwa langkah pemerintah saat ini bukan sekadar mengevaluasi kerusakan, tetapi juga memastikan percepatan pemulihan berjalan efektif.
"Kebutuhan mendesak masyarakat harus segera dipetakan, terutama terkait akses dan distribusi logistik," katanya.
Menurutnya, koordinasi lintas lembaga menjadi kunci agar pemulihan infrastruktur penting tidak berlarut-larut.
Di beberapa titik, Qodari dan Brigjen Machfud turut berbincang dengan warga yang terdampak langsung.
Banyak di antara mereka mengeluhkan sulitnya beraktivitas sejak jembatan dan jalur utama terputus.
Kepada warga, Qodari menyampaikan bahwa pemerintah akan mengupayakan langkah cepat untuk memulihkan kondisi, terutama akses mobilitas yang selama ini menjadi penyangga kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat.
Kunjungan tersebut juga dimaksudkan sebagai upaya memastikan bahwa proses penanganan bencana berjalan sesuai kebutuhan lapangan.
Pemerintah daerah dan unsur TNI dari Korem 032/Wirabraja disebut terus memperkuat kolaborasi untuk mempercepat pembersihan material longsor dan memulai tahap awal perbaikan struktural.
Meski belum ada perkiraan pasti mengenai waktu pemulihan total, pemerintah menekankan bahwa percepatan penanganan terus diupayakan agar warga segera dapat kembali beraktivitas normal. (shy)
















