Sumbardaily.com, Padang - Seekor anjing liar sempat membuat kepanikan di lingkungan SMA Pembangunan Kompleks Universitas Negeri Padang (UNP), Kelurahan Air Tawar Barat, Kecamatan Padang Utara, Rabu (12/11/2025) pagi. Hewan itu dilaporkan mengejar sejumlah pelajar hingga membuat suasana sekolah menjadi ricuh.
Laporan pertama diterima oleh Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang pada pukul 09.05 WIB dari seorang warga bernama Nedi Ali Samra (36), yang kebetulan sedang berada di sekitar sekolah.
Ia melihat seekor anjing berwarna cokelat masuk ke area sekolah dan mulai mengejar para pelajar yang sedang beraktivitas di halaman.
Menindaklanjuti laporan tersebut, satu unit tim penyelamatan dari Peleton A Damkar Kota Padang langsung diterjunkan ke lokasi pada pukul 09.07 WIB. Petugas tiba di tempat kejadian pada 09.20 WIB dan segera melakukan evakuasi. Seluruh proses penanganan selesai pada 09.42 WIB atau sekitar 22 menit setelah tim tiba di lokasi.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Kadis Damkar) Kota Padang, Budi Payan, membenarkan kejadian itu. Ia mengatakan, timnya bergerak cepat karena laporan menyebutkan anjing tersebut mulai agresif dan berpotensi membahayakan siswa.
“Kami mendapat laporan bahwa seekor anjing liar masuk ke lingkungan sekolah dan sempat mengejar siswa. Demi menghindari risiko gigitan atau kepanikan yang lebih luas, kami segera mengirimkan tim untuk melakukan evakuasi,” katanya.
Menurut Budi, meski kejadian ini tidak menimbulkan korban jiwa, langkah cepat tetap diperlukan mengingat interaksi antara hewan liar dan manusia di area publik dapat berbahaya, terutama di sekolah.
“Kami bersyukur tidak ada pelajar yang terluka. Tapi ini menjadi peringatan penting agar lingkungan sekolah selalu waspada terhadap hewan liar, terutama yang tidak diketahui asal-usulnya,” katanya.
Dalam operasi tersebut, kata Budi, sebanyak delapan personel Dinas Damkar Kota Padang dikerahkan dengan jarak tempuh sekitar 5,4 kilometer dari markas di Jalan Rasuna Said menuju lokasi kejadian. Hewan tersebut berhasil diamankan tanpa insiden tambahan.
Pihak sekolah, kata Budi, sempat membantu dengan mengosongkan halaman agar petugas lebih mudah mengevakuasi anjing tersebut. Setelah berhasil diamankan, hewan itu diserahkan kepada instansi terkait untuk ditangani lebih lanjut.
Budi juga mengimbau masyarakat untuk segera melapor ke layanan darurat Padang Sigap 112 atau ke Mako Damkar 113 bila menemukan hewan liar yang berpotensi membahayakan warga.
“Penanganan semacam ini memang bukan sekadar urusan kebakaran. Tugas Damkar juga mencakup penyelamatan makhluk hidup dan pengamanan masyarakat dari potensi bahaya, termasuk hewan liar,” kata Budi.
Ia menambahkan, laporan seperti ini semakin sering diterima beberapa bulan terakhir, terutama dari kawasan padat penduduk dan lingkungan sekolah.
Banyaknya hewan liar, seperti anjing dan kucing, menurutnya merupakan dampak dari minimnya kesadaran warga untuk melakukan sterilisasi dan penanganan hewan secara bertanggung jawab.
“Bila hewan peliharaan tidak dijaga dengan baik dan akhirnya lepas, itu bisa menimbulkan masalah sosial. Selain mengganggu ketertiban, ada potensi penularan penyakit seperti rabies,” kata Budi.
Dinas Damkar Kota Padang terus berupaya meningkatkan respons cepat terhadap laporan masyarakat. Dengan fasilitas call center 112 dan hotline 0811-6606-113, masyarakat diimbau tidak ragu menghubungi petugas untuk kasus-kasus penyelamatan non-kebakaran, seperti evakuasi hewan liar, ular atau penanganan bencana kecil di lingkungan warga. (adl)
















