Masa Tunggu Haji 26 Tahun, Kemenhaj Sumbar Ajak Pelajar Menabung Sejak Bangku Sekolah

Masa Tunggu Haji 26 Tahun, Kemenhaj Sumbar Ajak Pelajar Menabung Sejak Bangku Sekolah

Jemaah haji menuju Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, Arab Saudi melalui Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Sabtu (9/5/2026). (Foto: Kemenhaj Sumbar)

Sumbardaily.com - Panjangnya masa tunggu keberangkatan ibadah haji yang kini mencapai sekitar 26 tahun menjadi perhatian serius Kementerian Haji dan Umrah.

Kondisi tersebut mendorong lahirnya Gerakan Haji Muda, sebuah program yang mengajak generasi muda mulai mempersiapkan perjalanan ke Tanah Suci sejak masih duduk di bangku sekolah melalui kebiasaan menabung secara bertahap.

Program tersebut dipaparkan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sumatera Barat, H. M. Rifki, ketika menyampaikan sepuluh program penguatan ekosistem ekonomi haji di hadapan Gubernur Sumatera Barat, Wakil Gubernur, Sekretaris Daerah, dan para pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di Istana Bung Hatta, Bukittinggi, Senin (29/6/2026).

Dalam pemaparannya, Rifki menjelaskan bahwa Gerakan Haji Muda dirancang untuk membangun budaya perencanaan ibadah haji sejak usia dini. Sasaran program ini meliputi peserta didik mulai dari jenjang SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/MA.

Melalui program tersebut, para pelajar akan diajak membuka rekening tabungan haji secara sukarela. Selanjutnya mereka dibiasakan menyisihkan sebagian kecil uang jajan secara rutin sebagai bentuk persiapan menuju pelaksanaan rukun Islam kelima di usia yang masih produktif.

Menurut Rifki, panjangnya antrean keberangkatan menjadi alasan utama pentingnya memulai persiapan sejak dini. Dengan masa tunggu yang mencapai sekitar 26 tahun, seseorang yang baru mendaftar saat dewasa berpotensi baru berangkat ketika usianya sudah tidak lagi muda.

"Kalau hari ini seseorang baru mendaftar haji, masa tunggunya sekitar 26 tahun. Karena itu, persiapan harus dimulai sejak dini. Anak-anak kita harus dibiasakan merencanakan perjalanan hajinya dari sekarang," ujar Rifki.

Ia menerangkan bahwa pelaksanaan Gerakan Haji Muda akan dilakukan melalui kolaborasi dengan BPS Bipih dan perbankan syariah. Kerja sama tersebut memungkinkan para pelajar membuka rekening tabungan haji tanpa dikenakan biaya pembukaan rekening sehingga program dapat diikuti secara lebih mudah.

Rifki menegaskan, Gerakan Haji Muda tidak dimaksudkan menjadi beban tambahan bagi peserta didik maupun orang tua. Sebaliknya, program tersebut dibangun sebagai sarana membentuk kebiasaan positif melalui nominal tabungan yang sangat ringan dan dapat dilakukan secara bertahap.

Ia memberikan gambaran sederhana bahwa apabila seorang pelajar mampu menyisihkan uang sebesar Rp2.000 setiap hari, maka dalam satu bulan tabungan yang terkumpul dapat mencapai sekitar Rp50.000 hingga Rp60.000. Jika dilakukan secara konsisten selama satu tahun, jumlahnya dapat mencapai sekitar Rp600.000 sebagai langkah awal mempersiapkan biaya ibadah haji sejak usia sekolah.

"Nilainya mungkin terlihat kecil, tetapi kalau dilakukan secara disiplin dan berkelanjutan, akan menjadi bekal besar bagi anak-anak kita untuk mewujudkan cita-cita berangkat ke Tanah Suci," katanya.

Selain aspek finansial, Gerakan Haji Muda juga diarahkan sebagai media pembentukan karakter generasi muda. Kebiasaan menabung sejak dini diharapkan mampu menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, kemampuan merencanakan masa depan, serta kecakapan dalam mengelola keuangan untuk tujuan yang bermanfaat.

Menurut Rifki, ibadah haji tidak hanya membutuhkan kemampuan ekonomi, tetapi juga memerlukan perencanaan yang matang sejak jauh hari. Oleh karena itu, membiasakan anak-anak menabung sejak masih berstatus pelajar dinilai menjadi salah satu ikhtiar agar mereka memiliki kesempatan menunaikan ibadah haji ketika usia masih produktif.

Keberhasilan program tersebut, lanjut Rifki, sangat bergantung pada kolaborasi berbagai pihak. Karena itu, pihaknya berharap Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dapat menjadi mitra utama dalam menggerakkan Gerakan Haji Muda di seluruh daerah.

Ia juga berharap dukungan dari Dinas Pendidikan untuk mengimplementasikan program di sekolah-sekolah umum. Sementara itu, Kantor Wilayah Kementerian Agama diharapkan memperkuat pelaksanaan program pada lingkungan madrasah.

Tidak hanya itu, sinergi bersama pemerintah kabupaten dan kota juga dinilai menjadi faktor penting agar Gerakan Haji Muda dapat menjangkau seluruh peserta didik di Sumatera Barat tanpa terkecuali.

"Kami sangat berharap dukungan Bapak Gubernur beserta jajaran pemerintah daerah. Jika ini menjadi gerakan bersama, sekolah-sekolah di bawah Dinas Pendidikan maupun madrasah di bawah Kementerian Agama dapat menjadi pelopor Gerakan Haji Muda di Sumatera Barat," ujarnya.

Paparan mengenai sepuluh program penguatan ekosistem ekonomi haji tersebut memperoleh respons positif dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Gubernur bersama Wakil Gubernur menyatakan dukungan penuh terhadap berbagai program yang dipresentasikan karena dinilai berpotensi memberikan dampak positif bagi pembangunan daerah.

Sebagai bentuk tindak lanjut, Gubernur langsung mengarahkan pembentukan tim yang akan memperkuat implementasi program-program tersebut. Asisten I ditunjuk sebagai ketua tim yang bertugas mengawal realisasi rancangan program yang telah disampaikan oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sumatera Barat.

"Kita sudah sama-sama mendengar bersama bagaimanan program yang ditawarkan oelh Kakanwil Kemenhaj ini semua berpeluang memberikan keuntungan positif bagi Sumatera Barat," kata Mahyeldi.

Melalui sinergi antara pemerintah daerah, dunia pendidikan, perbankan syariah, dan orang tua, Kementerian Haji dan Umrah berharap Gerakan Haji Muda mampu melahirkan generasi yang lebih siap menghadapi panjangnya masa tunggu keberangkatan haji karena telah memulai persiapan sejak berada di bangku sekolah.

Program tersebut juga diharapkan tidak hanya menumbuhkan budaya menabung di kalangan pelajar, tetapi sekaligus membangun kesadaran bahwa ikhtiar menunaikan ibadah haji dimulai dari langkah-langkah sederhana yang dilakukan secara disiplin, konsisten, dan berkelanjutan sejak usia dini. (*)

Baca Juga

BPS Sumbar Pastikan Data Sensus Ekonomi 2026 Rahasia, Pelaku Usaha Diminta Berpartisipasi
BPS Sumbar Pastikan Data Sensus Ekonomi 2026 Rahasia, Pelaku Usaha Diminta Berpartisipasi
Ahmad Alfatih dan Ulya Kirena Wakili Sumbar di Paskibraka Nasional 2026
Ahmad Alfatih dan Ulya Kirena Wakili Sumbar di Paskibraka Nasional 2026
Tetap Berangkat Haji Meski Terdampak Banjir Bandang, 33 Jemaah Sumbar Dapat Bantuan UEA
Tetap Berangkat Haji Meski Terdampak Banjir Bandang, 33 Jemaah Sumbar Dapat Bantuan UEA
Gerakan Ayah Teladan Indonesia Mulai Diterapkan di Sumbar, Fokus Perkuat Ketahanan Keluarga
Gerakan Ayah Teladan Indonesia Mulai Diterapkan di Sumbar, Fokus Perkuat Ketahanan Keluarga
Dari Pelayanan Publik hingga Tata Kelola, Sumbar Catat 487 Inovasi dalam Setahun
Dari Pelayanan Publik hingga Tata Kelola, Sumbar Catat 487 Inovasi dalam Setahun
Jemaah Haji Gelombang Kedua Mulai Bergerak ke Madinah, Kemenhaj Tingkatkan Layanan Dekat Masjid Nabawi
Jemaah Haji Gelombang Kedua Mulai Bergerak ke Madinah, Kemenhaj Tingkatkan Layanan Dekat Masjid Nabawi