Tak Langsung Pulang, Empat Jemaah Haji Sumbar Diobservasi Setibanya di Asrama Haji Padang

Tak Langsung Pulang, Empat Jemaah Haji Sumbar Diobservasi Setibanya di Asrama Haji Padang

Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Padang bersama Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) terus melakukan pemantauan kesehatan terhadap seluruh jemaah sejak tiba di bandara hingga berada di Asrama Haji Debarkasi Padang. (Foto: Kemenhaj Sumbar)

Sumbardaily.com - Kepulangan jemaah haji ke Tanah Air ternyata tidak langsung berakhir saat pesawat mendarat di Bandara Internasional Minangkabau (BIM). Di balik suasana haru pertemuan kembali dengan keluarga, para jemaah masih harus menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan sebelum diperbolehkan kembali ke daerah masing-masing.

Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Padang bersama Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) terus melakukan pemantauan kesehatan terhadap seluruh jemaah sejak tiba di bandara hingga berada di Asrama Haji Debarkasi Padang.

Dokter Klinik Kesehatan Debarkasi Padang, Resnita, mengatakan proses pemantauan kesehatan dimulai sejak pesawat mendarat. Tim BKK langsung melakukan serah terima kondisi kesehatan dengan dokter kloter di pintu pesawat guna mengetahui ada atau tidaknya jemaah yang membutuhkan penanganan khusus.

“Saat pesawat mendarat, tim BKK langsung melakukan serah terima dengan dokter kloter di pintu pesawat. Dari situ kami mengetahui apakah ada jemaah yang memerlukan penanganan segera atau ada kondisi kesehatan tertentu yang harus dipantau lebih lanjut,” kata Resnita, dilansir resmi Senin (15/6/2026).

Setelah tiba di Asrama Haji, seluruh jemaah kembali menjalani pemeriksaan melalui thermal scanner. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mendeteksi suhu tubuh serta mengidentifikasi kemungkinan adanya gangguan kesehatan yang memerlukan tindak lanjut.

“Setiap jemaah yang tiba juga dipantau melalui thermal scanner. Tujuannya untuk melihat kondisi suhu tubuh dan mendeteksi apabila ada indikasi gangguan kesehatan yang memerlukan tindak lanjut,” ujarnya.

Pada kedatangan Kloter 09 Debarkasi Padang, tim kesehatan melakukan observasi terhadap empat jemaah yang membutuhkan pemantauan khusus sebelum diizinkan melanjutkan perjalanan pulang.

Kloter 09 membawa sebanyak 390 jemaah dan petugas yang berasal dari Kota Solok, Kabupaten Solok, Solok Selatan, Padang Panjang, Payakumbuh, dan Kota Padang. Dari total tersebut, sebanyak 95 orang merupakan jemaah lanjut usia yang berusia 65 tahun ke atas.

Empat jemaah yang menjalani observasi memiliki keluhan kesehatan yang berbeda. Jemaah pertama, Yuliar (84) asal Kabupaten Solok, mengeluhkan pusing saat tiba di BIM. Hasil pemeriksaan menunjukkan kadar gula darahnya tinggi.

Selain itu, Yuliar juga memiliki riwayat Hernia Nucleus Pulposus (HNP) atau yang dikenal masyarakat sebagai saraf kejepit. Kondisi tersebut menyebabkan dirinya mengalami kesulitan berjalan sehingga harus dibawa menggunakan ambulans dari bandara menuju Asrama Haji.

Jemaah kedua, Sawinar (81), juga menjalani observasi setelah diketahui memiliki kadar gula darah tinggi. Ia mengeluhkan nyeri yang menjalar dari bagian pinggang hingga ke kaki.

Sementara itu, Martini (71) mendapatkan pemantauan khusus karena mengalami hipokalemia, yakni kondisi ketika kadar kalium di dalam darah berada di bawah batas normal dan berpotensi menimbulkan gangguan pada fungsi tubuh.

Sedangkan Andriana (67) mengalami sesak napas sesaat setelah tiba di Asrama Haji. Petugas kemudian membawanya menggunakan kursi roda dari aula menuju Klinik Kesehatan Debarkasi guna mendapatkan penanganan dan observasi lebih lanjut.

“Pada Kloter 09 ada empat jemaah yang kami observasi di klinik kesehatan debarkasi. Namun setelah dilakukan pemeriksaan dan pemantauan, alhamdulillah seluruhnya dalam kondisi stabil dan dapat melanjutkan perjalanan pulang bersama rombongan,” jelas Resnita.

Ia menegaskan, observasi yang dilakukan petugas bukan berarti para jemaah berada dalam kondisi gawat darurat. Langkah tersebut merupakan bagian dari prosedur untuk memastikan seluruh jemaah dapat melanjutkan perjalanan pulang dengan aman.

“Kami ingin memastikan seluruh jemaah yang meninggalkan Asrama Haji benar-benar dalam kondisi yang terpantau dengan baik. Jika ada keluhan kesehatan, langsung kami observasi dan tindak lanjuti sebelum mereka kembali ke daerah,” katanya.

Hingga kedatangan Kloter 09, sebanyak 3.515 jemaah dan petugas Debarkasi Padang telah kembali ke Tanah Air. Seluruh jemaah yang tiba tetap menjalani pemantauan kesehatan sebagai bagian dari prosedur debarkasi sebelum dipulangkan ke daerah masing-masing.

PPIH Debarkasi Padang bersama Balai Kekarantinaan Kesehatan juga memastikan layanan kesehatan tetap disiagakan selama proses pemulangan jemaah berlangsung. Langkah ini dilakukan agar setiap keluhan kesehatan yang muncul dapat segera ditangani sebelum para jemaah melanjutkan perjalanan menuju kampung halaman.

“Observasi bukan berarti jemaah dalam kondisi gawat. Ini merupakan bagian dari prosedur untuk memastikan jemaah aman melanjutkan perjalanan ke daerah asal. Apalagi sebagian besar yang kami tangani jemaah lanjut usia yang memerlukan perhatian lebih,” tutup Resnita. (*)

Baca Juga

Gulai Pucuak Ubi hingga Jariang, Hidangan Favorit Sambut Kepulangan Jemaah Haji Solok
Gulai Pucuak Ubi hingga Jariang, Hidangan Favorit Sambut Kepulangan Jemaah Haji Solok
PPIH Padang Sambut Kepulangan 393 Jemaah Haji Bengkulu, Semua Tiba dalam Kondisi Sehat
PPIH Padang Sambut Kepulangan 393 Jemaah Haji Bengkulu, Semua Tiba dalam Kondisi Sehat
Kloter Pertama Jemaah Haji Sumbar Mendarat di BIM, 390 Orang Pulang dengan Selamat
Kloter Pertama Jemaah Haji Sumbar Mendarat di BIM, 390 Orang Pulang dengan Selamat
Debarkasi Padang Siap Sambut Jemaah Haji, Otoritas Bandara Soroti Empat Aspek Penting
Debarkasi Padang Siap Sambut Jemaah Haji, Otoritas Bandara Soroti Empat Aspek Penting
Kepulangan Jemaah Haji Dimulai, Kloter 1 Debarkasi Padang Tiba di BIM pada 3 Juni 2026
Kepulangan Jemaah Haji Dimulai, Kloter 1 Debarkasi Padang Tiba di BIM pada 3 Juni 2026
3.110 Jemaah Haji Debarkasi Padang Tiba di Tanah Air, 13 Wafat di Tanah Suci
3.110 Jemaah Haji Debarkasi Padang Tiba di Tanah Air, 13 Wafat di Tanah Suci