Sumbardaily.com - Kepulangan dari Tanah Suci bukan menjadi akhir dari perjalanan spiritual para jemaah haji. Sebaliknya, momen kembali ke daerah asal justru menjadi awal dari amanah baru untuk menjaga nilai-nilai kemabruran dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Pesan tersebut disampaikan Wakil Bupati Pesisir Selatan, Risnaldi, saat menghadiri penyambutan jemaah haji Kloter 11 Debarkasi Padang di Asrama Haji Embarkasi/Debarkasi Padang, Senin (15/6/2026).
Dalam sambutannya, Risnaldi menegaskan bahwa predikat haji dan hajjah yang kini disandang para jemaah bukan sekadar gelar semata. Menurutnya, status tersebut membawa tanggung jawab moral yang harus tercermin melalui sikap, perilaku, dan keteladanan di tengah masyarakat.
“Tentu yang kita harapkan, setelah mendapatkan predikat haji dan hajjah, bapak dan ibu dapat menjadi suri teladan di tengah-tengah masyarakat,” ujar Risnaldi.
Ia mengungkapkan rasa syukur atas kepulangan seluruh jemaah Kloter 11 yang berasal dari Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Sijunjung, dan Kabupaten Dharmasraya. Kebahagiaan terbesar, kata dia, adalah melihat seluruh jemaah dapat kembali dalam kondisi sehat setelah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah di Tanah Suci.
“Alhamdulillah kita bersyukur kepada Allah SWT. Semoga haji dan hajjah yang diperoleh bapak dan ibu menjadi haji yang mabrur dan hajjah yang mabrurah di sisi Allah SWT,” katanya.
Risnaldi juga menyampaikan kegembiraannya karena para jemaah dapat kembali ke Indonesia dengan selamat dan segera berkumpul bersama keluarga yang selama ini menantikan kepulangan mereka.
“Kita gembira melihat jemaah kita kembali dalam keadaan sehat walafiat. Tentu harapan kita selanjutnya adalah mereka sampai ke rumah masing-masing dengan selamat dan dapat berkumpul kembali dengan keluarga tercinta,” ujarnya.
Meski demikian, ia mengingatkan para jemaah agar tidak langsung kembali menjalani aktivitas seperti biasa. Menurutnya, ibadah haji merupakan perjalanan panjang yang membutuhkan kesiapan fisik dan mental, sehingga para jemaah perlu memulihkan kondisi tubuh setelah tiba di kampung halaman.
“Menunaikan ibadah haji ini betul-betul menuntut keimanan dan fisik yang kuat. Karena itu kami berharap bapak dan ibu dapat beristirahat terlebih dahulu setelah sampai di rumah,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Risnaldi juga menegaskan bahwa penyelenggaraan ibadah haji akan terus menjadi perhatian dan prioritas pemerintah daerah. Mulai dari proses persiapan keberangkatan hingga kepulangan ke daerah asal, pemerintah berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang menunaikan rukun Islam kelima itu.
“Bagi pemerintah daerah, penyelenggaraan ibadah haji tentu menjadi perhatian dan fokus kami. Kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan yang baik sejak persiapan hingga kembali ke daerah asal,” ujarnya.
Atas nama Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, Risnaldi turut menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh jemaah yang telah kembali dari Tanah Suci.
“Selamat datang kembali di Ranah Minang. Selamat kepada bapak dan ibu yang kini telah menyandang predikat haji dan hajjah. Semoga seluruh ibadah yang telah dilaksanakan diterima oleh Allah SWT,” katanya.
Dalam sambutannya, Risnaldi juga mengenang pengalamannya ketika menjadi petugas haji pada tahun 2018. Pengalaman tersebut membuatnya memahami bahwa ada perubahan besar yang dirasakan seseorang setelah menunaikan ibadah haji.
“Saya pernah menjadi petugas haji pada tahun 2018. Setelah pulang dari Tanah Suci, ada sesuatu yang berbeda yang kita rasakan dalam diri. Dulu predikat haji dan hajjah belum kita miliki, tetapi setelah Allah memberikan kesempatan berhaji, predikat itu melekat pada diri kita,” tuturnya.
Karena itu, ia mengingatkan bahwa gelar haji bukanlah simbol kebanggaan semata, melainkan amanah yang harus dipelihara sepanjang hayat.
“Beban itu memang berat untuk dipikul. Maka kita berdoa kepada Allah SWT agar mampu mempertahankan kemabruran haji dan memperlihatkannya dalam perilaku serta kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Menurut Risnaldi, keberhasilan ibadah haji tidak hanya diukur saat seseorang berada di Makkah dan Madinah. Kemabruran justru terlihat ketika nilai kesabaran, keikhlasan, kepedulian, dan kedisiplinan yang diperoleh selama berhaji dapat diwujudkan setelah kembali ke tengah masyarakat.
“Semoga bapak dan ibu senantiasa diberikan kekuatan untuk menjaga kemabruran haji ini dan menjadi teladan yang baik bagi keluarga, lingkungan, serta masyarakat,” pungkasnya.
Setelah prosesi penyambutan selesai, rombongan jemaah haji melanjutkan perjalanan menuju Pesisir Selatan, Sijunjung, dan Dharmasraya untuk berkumpul kembali bersama keluarga yang telah lama menanti.
Kepulangan dari Tanah Suci kali ini bukan hanya membawa kenangan dan pengalaman spiritual, tetapi juga membawa amanah baru bagi para jemaah untuk menjaga nilai-nilai haji dalam kehidupan sehari-hari serta menjadi teladan di tengah masyarakat. (*)
















