Sumbardaily.com, Padang – Aktivitas pendidikan di Kota Padang mulai diarahkan kembali ke pembelajaran tatap muka setelah bencana hidrometeorologi yang beberapa hari terakhir mengganggu proses belajar.
Kepastian tersebut tercantum dalam Surat Edaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Padang Nomor 400.3/57/Dikbud-Pdg/XI/2025 yang dikeluarkan pada 29 November 2025.
Kepala Disdikbud Kota Padang, Yopi Krislova, menjelaskan bahwa keputusan ini diambil setelah pemantauan cuaca menunjukkan perbaikan di sebagian besar wilayah kota.
“Pemantauan terkini menunjukkan kondisi cuaca sudah stabil dan terkendali. Dengan situasi ini, sekolah dapat kembali melaksanakan pembelajaran tatap muka,” ujarnya dikutip dari Surat Edaran, Minggu (30/11/2025).
Dalam edaran tersebut, Disdikbud meminta seluruh satuan pendidikan yang tidak terdampak langsung oleh banjir, longsor, atau gangguan lingkungan lainnya untuk bersiap melaksanakan Proses Belajar Mengajar (PBM) tatap muka mulai Senin, 1 Desember 2025.
Yopi menekankan bahwa aspek keselamatan peserta didik tetap menjadi pertimbangan utama dalam transisi pascabencana ini.
Bagi sekolah yang masih berada di kawasan terdampak, pembelajaran daring diperpanjang hingga kondisi lingkungan benar-benar aman. Disdikbud meminta kepala sekolah memastikan seluruh sarana, prasarana, dan area sekolah telah layak digunakan sebelum kembali menerima siswa.
“Kepala sekolah perlu berkoordinasi dengan komite, pengawas, dan pihak terkait agar proses belajar mengajar berjalan dalam kondisi yang benar-benar aman,” kata Yopi.
Selain itu, seluruh guru dan tenaga pendidik diminta tetap memberikan layanan pembelajaran terbaik, baik melalui sistem tatap muka maupun daring, menyesuaikan situasi di masing-masing sekolah. Disdikbud juga mewajibkan seluruh sekolah segera melaporkan perkembangan terbaru terkait kesiapan PBM pascabencana.
Yopi menegaskan bahwa kebijakan ini menjadi langkah penting untuk menjaga kelangsungan pendidikan di tengah pemulihan pascabencana. Ia berharap setiap satuan pendidikan dapat mengimplementasikan ketentuan tersebut dengan baik.
“Kami berharap proses belajar mengajar dapat kembali berjalan lancar dan aman bagi seluruh peserta didik,” tuturnya. (fru)
















